Budaya

Keluarga Jalankan Pesan Terakhir Tom Beanal, Lemasa Harus Bersatu

Istri Almarhum Tom Beanal, Bertha Beanal

MIMIKA, BM

Keluarga mulai menjalankan pesan terakhir mendiang Tokoh Amungme Tom Beanal yang meninggal dunia di Singapura pada Mei 2023 lalu.

Istri mendiang Tom Beanal, Bertha Beanal bersama anak dan kerabat lainnya mengadakan rapat bersama tokoh Amungme lainnya untuk menentukan masa depan Lemasa.

“Lemasa ini sudah banyak blok tidak bersatu karena ada banyak kubu,” kata Bertha kepada wartawan, Kamis (20/7/2023) di Hotel Horison Diana Timika.

Lembaga ini bukan untuk orang-orang tertentu, tetapi lembaga dibuat oleh mendiang Tom Beanal untuk masyarakat kecil, para janda dan orang-orang tidak mampu.

Bertha mengatakan, sebelum meninggal, Tom berpesan untuk mempersatukan kembali lembaga masyarakat yang kini berkubu-kubu.

“Lembaga ini dan itu ditiadakan dan bersatu seperti bapak sendiri punya cita-cita saat bentuk lembaga ini untuk masyarakat Amungme,” kata Bertha.

Katanya, mendiang suaminya Tom Beanal meninggalkan dua pesan, yaitu lembaga ini harus bersatu tidak boleh ada dua, tiga dan selebihnya. Pesan kedua, lembaga ini harus punya rumah dan pemimpin.

“Jadi Bapak pesan bahwa anak ini (Florentinus Beanal) harus jadi pimpinan tertinggi (toren negel) ganti bapak, nanti yang orang-orang tua bina anak ini,” ujarya.

Florentinus Beanal adalah anak dari mendiang Tom dan istrinya Bertha Beanal.

“Bapak sudah pergi rumput belum naik di kuburan, tapi ini tujuan bapak kedepan untuk generasi penerus,” tuturnya.

Bertha mengatakan, lembaga yang saat ini berbeda-beda harus bersatu kembali. Nanti akan dilakukan pertemuan selanjutnya lagi. (Shanty Sang)

Johanes Rettob : Selamat Idul Adha Masyarakatku, Jaga Terus Tali Persaudaraan

Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Walau ditengah badai persoalan hukum yang sedang dijalaninya, Johanes Rettob tidak pernah lupa untuk selalu memberikan ucapan dan salam serta pesan kasih di setiap momen keagamaan.

Di malam ini, Rabu (28/6/2023), melalui pesan suara kepada BM, John Rettob secara khusus mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah kepada seluruh umat muslim di Mimika.

"Atas nama pribadi dan keluarga saya mengucapkan selamat idul Adha. Dengan semangat Idul Adha ini, saya berharap seluruh masyarakat Mimika tetap jadi satu, tetap berbagi kasih, dan berkurban untuk mereka yang membutuhkan" ujarnya.

John Retob berharap dengan momentum hari Hari Raya Idul Adha ini, seluruh masyarakat Mimika tetap menjaga toleransi beragama, hidup berdampingan dan saling menghargai di tengah perbedaan dan tetap menjunjung tinggi solidaritas antar umat beragama.

Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika juga telah menganggarkan dan memberikan hewan kurban yang dibagikan secara khusus kepada mereka yang membutuhkan.

"Kita telah berusaha semaksimal mungkin untuk kita dapat berbagi, namun saya mohon maaf apabila tidak semua kelompok, tidak semua kerukunan dan tidak semua masjid bisa kita penuhi" kata John Rettob. (Red)

Harumkan Papua Tengah, Meilani Teniwut Terpilih Sebagai Pemudi Duta Kebudayaan Indonesia 2023

Meilani Teniwut mengenakan mahkota Pemudi Duta Kebudayaan Indonesia 2023

MIMIKA, BM

Ajang kompetisi Pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia 2023 Generasi II yang diselenggarakan oleh Yayasan Arunika Cipta Abadi telah selesai diselenggarakan.

Pada pengumuman malam grand final yang dilangsungkan di Bali, provinsi Bali pada Selasa (11/07/2023) nama Papua Tengah disebut dimana Meilani Teniwut berhasil keluar sebagai juara 1 untuk pemudi sementara pemuda diraih Jawa Timur atas nama Farhan Alfayi.

Selain keluar sebagai juara 1, ia juga berhasil meraih penghargaan Best Performance, Duta Pemudi Favorit, dan Duta Pemudi Sport Competition.

Kemenangan yang diraihnya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena perjuangan yang dilalui dimulai dari tahap seleksi panjang dan ketat yang diikuti oleh 387 peserta. Dari 387 terpilih 16 peserta yang berhasil lolos dan salah satunya adalah Meilani dari Papua Tengah.

Kepada BeritaMimika Kamis (13/7/2023) melalui obrolan Whatsapp Meilani mengisahkan keberhasilannya.

“Setelah lolos seleksi, kami mengikuti Pra-karantina secara daring (online-red) kemudian memasuki masa karantina di Bali untuk menuju puncak malam Grand Final,” kisahnya.

Meilani saat menerima piala dan penghargaan dari Yayasan Arunika Cipta Abadi

Pemudi yang sejak kecil menetap di Kabupaten Mimika ini masih berprofesi sebagai mahasiswi di Universitas Presiden, Fakultas Humaniora, jurusan Komunikasi di Jakarta. Saat ini ia menempuh semester akhir dan tengah mempersiapkan diri untuk skripsi.

Meski demikian, ia tetap menyatakan komitmen, bertekad untuk membawa dan mengharumkan budaya Papua terutama Papua Tengah melalui ajang ini.

Teriring restu dan doa dari kedua orang tua dan keluarga besarnya, akhirnya Meilani berhasil mengharumkan nama Papua Tengah dan keluar menjadi Pemudi Duta Kebudayaan Indonesia 2023.

“Memang benar, saya berasal dari kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Namun yang membuat saya terdorong atau termotivasi dalam mengikuti ajang ini adalah karena sejak kecil saya dibesarkan di lingkungan dan alam Papua yang membuat saya begitu jatuh cinta akan budaya di sana,” ungkapnya.

“Nilai natural yang diekspresikan dalam kehidupan masyarakat membuat saya sangat mencintai budaya Papua hingga akhirnya tergerak mengikuti serangkaian ajang ini,” imbuhnya.

Berbekal talenta, wawasan dan kecerdasan yang dimiliki serta kesederhanaan, ia memantapkan langkah tersebut.

Meilani saat mengenakan baju rajutan dari Papua

“Memang ada banyak kendala sebenarnya yang terjadi selama masa karantina ini. Saat ini kan saya studi di Jakarta, jadi kerap kali susah dengan pengiriman atribut juga pakaian adat Papua dari Timika. Semua benar-benar ditanggulangi dengan biaya sendiri (orang tua-red),” ungkapnya.

Selain orang tua, Meilani menuturkan perjuangan yang diraihnya juga berkat dukungan keluarga dan semua masyarakat yang telah memberikan vote untuknya sehingga nama Papua Tengah terangkat.

“Duta kebudayaan yang Meilani ikuti ini juga bukan sekedar pegeant yang menjadi sebuah pajangan. Dari kemenangan ini saya harus mampu memperjuangkan dengan pendirian dan visi misi yang telah dipersiapkan,” tandasnya.

Ia mengajak seluruh anak muda di Indonesia untuk peka terhadap semua perubahan yang terjadi di era globalisasi saat ini.

“Jadi pesan saya untuk anak muda cintailah budaya layaknya mencintai diri sendiri, karena budaya adalah identitas. Anak muda teruslah berjuang, lakukan apa yang bisa kita lakukan, dan jangan takut mengambil sebuah komitmen,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top