Budaya

Perdana, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Diadakan di Distrik Wania

Pembukaan MTQ Distrik Wania 2026

MIMIKA, BM

Untuk pertama kalinya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) diadakan di Distrik Wania.

MTQ yang dipusatkan di Masjid Jami Baiturrahman SP 4 ini, sepenuhnya mendapat dukungan dari Pemerintah Distrik Wania.

Kegiatan MTQ ini diselenggarakan pada Rabu (20/5/2026) malam mengusung tema “Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an Kita Mewujudkan Generasi Qur’an yang Moderat dan Toleran.”

MTQ Distrik Wania diikuti 118 peserta yang dibagi dalam tiga mata lomba yakni Tilawah, Hifzh dan Tafsir Al-Qur'an.

Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan dihadiri pemerintah distrik, tokoh agama, panitia, serta ratusan peserta dari berbagai wilayah di Distrik Wania.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mimika, Muh. Darwis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya MTQ perdana tersebut.

Secara khusus Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Distrik Wania panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan diharapkan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Jumlah peserta lomba Tilawatil Qur’an mencapai 118 orang. Ini merupakan jumlah peserta yang sangat banyak dan menjadi salah satu yang terbesar di Papua,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan tingginya semangat generasi muda dalam mempelajari dan mencintai Al-Qur’an.

Ia juga berharap Distrik Wania dapat terpilih sebagai tuan rumah MTQ Kabupaten Mimika tahun ini yang rencananya dilaksanakan pada 12 Juni mendatang.

Sementara itu, Kepala Distrik Wania, Ria N. Mandiwa menegaskan bahwa MTQ bukan hanya sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.

“Melalui MTQ ini, kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an dengan baik dan indah, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap kegiatan MTQ ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang nantinya dapat membawa nama baik Distrik Wania di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Kadistrik Ria juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral, material, maupun tenaga demi suksesnya pelaksanaan MTQ pertama di Distrik Wania.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas keagamaan dan sumber daya manusia menuju masyarakat yang religius, sejahtera, dan berakhlak mulia,” ujarnya. (Ronald Renwarin)

Pemuda Muslim Mimika Gelar Diskusi & Deklarasi

Nara sumber pada kegiatan diskusi dan Deklarasi foto bersama peserta

MIMIKA, BM

Pemuda Muslim Mimika menggelar diskusi dan deklarasi dengan menghadirkan narasumber, Kepala Distrik Mimika Baru (Miru), Merlyn Temorubun, Ketua Dewan Adat Daerah (DAD), Vincent Oniyoma dan perwakilan dari Kepolisian Polres Mimika, IPDA Antonius.

Diskusi ini mengusung tema “Tong Jaga Timika” yang dilaksanakan di salah satu cafe di Timika, Jumat (15/5/2026).

Ketua PMMI, Debi Santoso menyampaikan, pada kegiatan ini perwakilan Generasi Muda Muslim Mimika, menyadari sepenuhnya peran dan tanggung jawab terhadap masa depan agama, bangsa, dan negara. Menyatakan empa poin sikap dan komitmen.

Pertama, menjunjung Tinggi Nilai Islam: Berkomitmen menjadi pemuda yang berakhlakul karimah, menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman utama dalam berpikir, bertindak, dan berkarya.

“Kedua merawat Persatuan Umat, dengan mengedepankan sikap ukhuwah islamiyah (persaudaraan Islam) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), serta menolak segala bentuk perpecahan dan intoleransi di Kabupaten Mimika,”kata Debi.

Debi mengatakan, yang ketiga yakni, mengawal kemajuan Mimika, berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Daerah, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga Kamtibmas di Mimika.

“Keempat, menjadi teladan sosial, menjadi generasi muda muslim yang produktif, inovatif, dan membawa manfaat (rahmatan lil 'alamin) bagi masyarakat luas serta lingkungan sekitar di Mimika,” jelas Debi.

Sementara itu, Kadistrik Mimika Baru, Merlyn dalam pemaparannya mengatakan, menjadi anak muda harus benar-benar memiliki rasa untuk menjaga Timika, sama halnya seperti permasalahan membuang sampah, pemuda harus berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kalau setiap pemuda meningkatkan kesadaran terkait sampah ini maka saya yakin masyarakat pun akan ikut sadar akan lingkungan, karena kita bukan kurang sosialisasi namun kita kurang memberikan kesadaran kepada masyarakat,”ujar Merlyn.

Maka itu ia mengajak semua pemuda di Mimika untuk menunjukkan peran dan sikap positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Bukan hanya sampah namun juga meningkatkan kesadaran keamanan di setiap wilayah.

“Kita boleh memberikan kritik, namun bagaimana juga kita bisa menjadi contoh yang baik, sehingga dapat membangun Mimika yang lebih baik,”ungkapnya. (Shanty Sang)

HUT Pattimura ke 209, Bupati Mimika Ajak Orang Maluku Jaga Falsafah Basudara

Bupati Mimika, Johannes Rettob saat bernyanyi pada acara HUT Pattimura ke 209 Tahun


MIMIKA, BM

Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kabupaten Mimika melaksanakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pattimura ke 209 tahun di Kabupaten Mimika yang diisi dengan berbagai acara di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (15/5/2026).

Pada momen peringatan perjuangan Thomas Matulessy atau HUT Pattimura ini, Bupati Mimika, Johannes Rettob mengajak orang Maluku untuk terus menjaga falsafah Hidup Orang Basudara.

Bupati JR berpesan secara khusus untuk orang Maluku pada even tahunan Hari Pattimura ini jangan hanya sekedar seremoni saja tapi diharapkan dapat mengingatkan akan perjuangan Thomas Matulessy.

“Kita memperingati perjuangan, keberanian, persatuan dan pengorbanannya. Beliau berusaha mempertahankan martabat tanah air. Semangat beliau adalah warisan sejarah yang harus diwariskan kepada anak-anak Maluku,” ujar Bupati JR.

Sesuai dengan tema “Dari Pedang ke Inovasi dari Obor ke Digital Menuju Mimika ke Gerbang Emas”, Bupati JR mengapresiasi makna tema yang diusung serta mengajak masyarakat untuk meneladani semangat juang Pattimura kepada anak Maluku untuk terus berkreativitas, juga bersemangat untuk membantu pemerintah dan membangun daerah.

Dengan keheterogenan suku, budaya dan bahasa yang ada di Mimika masyarakat harus hidup secara berdampingan dalam menjaga NKRI dan membuat Mimika menjadi rumah kita bersama.

"Kani harap orang Maluku juga bisa memberikan kontribusi nyata pada berbagai bidang baik pemerintahan, ekonomi, pendidikan, budaya maupun sosial kemasyarakatan. orang Maluku selama ini telah mempunyai peranan untuk ikut membangun Kabupaten Mimika," ujarnya.

Untuk itu, Bupati JR meminta IKEMAL untuk terus menjaga kebersamaan, toleransi yang ada di Mimika ini, dan yang paling penting terus menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Mimika yang beragam.

Dalam momen ini, ia juga membangun semangat 'pela gandong' yang diwariskan oleh para orang tua dengan menjadikan orang Maluku untuk terus membangun kebersamaan di daerah ini yang juga sejalan dengan visi dan misi bupati/wakil bupati.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kabupaten Mimika, Markus Samaran merasa bangga melihat kebersamaan masyarakat Maluku yang terus hadir dalam peringatan hari Pattimura ke-209 ini.

Dari kegiatan sosial dan lomba-lomba yang diikuti dalam rangkaian peringatan Pattimura ini, telah membuktikan bahwa kehadiran orang Maluku bukan cuma bekerja tapi bersama masyarakat membangun kebersamaan dan ikut membangun daerah ini.

“Tunjukkan bahwa generasi Maluku bermartabat dan membawa damai. Pattimura reborn membangun Mimika, beta Maluku beta Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, acara ini diisi dengan tarian Cakalele dilanjutkan dengan pembakaran Obor Pattimura, juga diisi dengan tarian Katreji, serta hiburan oleh penyanyi asal Maluku, Willy Sopacua dan Ode Gaya. (Shanty Sang)

Top