Pendidikan

SD Inpres Sempan Barat Gelar Pisah Sambut Kepala Sekolah

Foto bersama kepala sekolah baru dan lama dengan para guru

MIMIKA, BM

Sekolah Dasar (SD) Inpres Sempan Barat pada Senin (7/9) menggelar acara pisah sambut kepala sekolah.

Kornelia Emakeparo, S.Pd yang sebelumnya menjabat kepala sekolah kini bertugas sebagai pengawas di Dinas Pendidikan.

Posisinya digantikan Jems Luis Parera, S.Pd. Jems merupakan mantan kepala sekolah SDI Kwamki 2.

Acara pisah sambut ini diawali dengan ibadah syukur yang dirangkaikan dengan pementasan hiburan persembahan para murid dan guru. Pada momen ini diberikan pula cenderamata dari guru-guru untuk mantan kepala sekolah mereka.

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan, Roma Panjaitan dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada kepala sekolah yang lama karena sudah diangkat menjadi pengawas di dinas pendidikan.

"Apapun pekerjaan yang ada kita patut syukuri. Itu semua bukan kehebatan kita tapi itu semua karena rancangan Tuhan yang di titipkan kepada kita dan itu tanggungjawab yang harus kita jalani," ujarnya.

Roma mengatakan, segala hal yang dijalani dengan baik akan berbuah baik pula. Menurutnya, selama 5 tahun mengabdi, Kornelia Emakeparo, S.Pd sudah memberikan yang terbaik untuk sekolah ini.

"Harapan kita hal baik yang sudah dilakukan bagi SDI Sempan Barat ini dapat dilanjutkan oleh kepala sekolah yang baru dengan dukungan semua guru dan murid," harapnya.

Kornelia Emakeparo, S.Pd mengakui berat hati meninggalkan sekolah ini terutama harus berpisah dengan para guru dan anak-anak didik.

Walau demikian, sebagai seorang guru ia harus menerima nota togas yang diberikan untuknya sebagai sebuah tanggungjawab dan tantangan baginy. Apalagi tidak semua kepala sekolah dapat diangkat sebagai pengawas di dinas pendidikan.

"Saya harap bapak ibu guru bisa mendampingi kepala sekolah yang baru dan saya percaya kalian akan selalu bekerja dengan sepenuh hati," pesan Kornelia.

Pada momen ini, ia juga menyampaikan permintaan maaf jika selama menjabat sebagai kepala sekolah, ada hal-hal yang kurang berkenan dan tidak berjalan sebagaimana semestinya.

"Saya minta maaf kepada semua guru atas banyak salah yang mungkin sudah saya lakukan selama memimpin sekolah ini. Ada kurang kalian lengkapi, saya bersyukur karena setiap saya melangkah pasti bapak ibu guru ikut melangkah sehingga sekolah ini menjadi baik," kata Kornelia.

Menurutnya, dengan kerja sama yang baik mutu dan kualitas sekolah ini akan terus meningkat. Ia berharap di kepemimpinan kepala sekolah yang baru, sekolah ini dapat berkembang menjadi lebih baik.

Kepala Sekolah SD Inpres Sempan Barat, Jema Luis Parera dalam sambutannya meminta dukungan dan kerjasama yang baik dari semua guru. Pasalnya, apapun kemampuan yang ada namun jika pekerjaan hanya dilakukan sendiri maka semua itu sia-sia.

"Saya percaya bahwa semua yang menjadi tanggungjawab kita sebagai ASN bukan secara kebetulan. Saya sudah 4 kai pindah tugas dan SD Inpres Sempan Barat merupakan sekolah dengan akreditasi A. Saya butuh kebersamaan dan kerja keras kita semua untuk mempertahankannya. Visi dan misi saya tidak berbeda, hal baik yang sudah ada di sekolah ini kita sama-sama kembangkan, yang kurang kita bangun kembali bersama-sama," harapnya.(Shanty)

PLN Timika Bantu Rp200 Juta Bangun RKB SMTK

Manager PLN UP3 Timika menyerahkan bantuan kepada kepala sekolah SMTK

MIMIKA, BM

PT PLN UP3 Timika memberikan bantuan sebesar Rp200 juta kepada Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) yang berlokasi di Oebun Sirih.

Bantuan yang merupakan CSR PLN Timika ini digunakan pihak sekolah untuk membangun ruang kelas baru (RKB).

Penyerahan bantuan, Rabu (2/9) diberikan langsung oleh Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi kepada Kepala Sekolah SMTK, Yunus Wanenda yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara.

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi mengatakan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan.

"Bantuan yang digunakan untuk membangun RKB dan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya bagi siswa sekolah SMTK serta pengembangan sekolah ini ke depan,"tutur Martinus.

Ia menjelaskan, setiap tahun PLN memberikan bantuan CSR dan sesuai tema tahun ini untuk Mimika yakni pendidikan, sehingga bantuan diberikan untu pembangunan RKB.

"Kemarin kami baru memberikan bantuan di SMA Katolik dan ini yang kedua. Harapan kami sekolah yang menerima bantuan agar gunakan atau manfaatkan dana ini dengan sebaik mungkin dan bijak sehingga dapat mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan sekolah, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMTK, Yunus Wanenda mengatakan, bantuan seperti ini baru pernah mereka terima dan pihaknya bersyukur PT PLN memilih sekolah mereka untuk penyaluran CSR.

Ia menjelaskan, sekolah ini merupakan sekolah keagamaan yang dipersiapkan secara khusus untuk calon pendeta. Walau demikian, sekolah ini juga terbuka bagi umum.

"Selama ini kami belum dapat bantuan dari perusahaan yang besar-besar seperti yang PLN lakukan. Ini sekolah keagamaan, sekolah ini kalau dilihat siswanya dari pedalaman, kemarin kami ada siswa dari daerah konflik di Tembagapura juga masuk di sini,"tutur Yunus.

Iapun baru menyadari bahwa PLN tidak hanya sebatas membangun infrastruktur kelistrikan namun juga memberikan kepedulian dalam dunia pendidikan.

"Kami berterima kasih untuk PT PLN UP3 Timika yang sudah memberikan perhatian kepada kami. Bantuan CSR ini kami gunakan untuk membangun satu ruang kelas yang akan kita pakai untuk proses pembelajaran maupun juga untuk kepentingan kegiatan lain," ujarnya.

Dikatakan Yunus, dalam pengembangan ke depan SMTK akan di bangun dua lantai namun hal ini belum dapat terwujud karena pihaknya masih banyak kekurangan.

"Kami percaya bahwa ini pekerjaan Tuhan di atas tanah Papua. Apa yang PLN berikan kepada tanah ini seperti Oto dan Gesler katakan apa yang kita kerjakan di atas tanah ini dengan jujur, benar dan adil maka kita akan hidup dari satu tanda heran ke tanda heran yang lain. Terimakasih PLN UP3 Timika atas bantuan ini, Tuhan yang akan membalas kebaikan dan kepedulian kalian untuk sekolah kami ini," tutup Yunus. (Shanty)

Selama 14 Hari Tidak Boleh Ada Guru yang Berkunjung ke Rumah Siswa

 

Sosialisasi dilakukan di SMPN 2 Timika

MIMIKA, BM

Penyebaran covid-19 di Mimika yang setiap harinya terus meningkat membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengambil sikap tegas bahwa selama 14 hari ke depan tidak ada lagi guru yang berkunjung ke rumah siswa.

Pasalnya, ada beberapa sekolah yang menerapkan pembelajaran dengan melakukan metode guru kunjung ke rumah-rumah siswa.

Mengingat pentinganya hal tersebut, maka Dinas Pendidikan Mimika melakukan sosialisasi kepada kepala-kepala sekolah yang berlangsung di SMPN 2, Senin (21/9).

Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika, Marten Kanna saat diwawancarai mengatakan, sesuai arahan kepala dinas pendidikan, Mimika akan melakukan PSDD setelah.

"Tidak boleh lagi ada guru kunjung bahkan guru yang datang ke sekolah juga nanti maksimal hanya 25 persen yang lain itu bekerja dari rumah," tutur Marten.

Karena tidak ada metode guru kunjung maka Marten mengatakan solusinya nanti akan diatur oleh kepala sekolah. Artinya kepala sekolah yang akan membagikan tugas ke orangtua murid.

"Teknisnya nanti diatur kepala sekolah, intinya tidak boleh berkumpul, orangtua yang datang ke sekolah pun harus satu persatu untuk ambil tugas dan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Katanya, pada pertemuan tadi ada beberapa kepala sekolah yang sempat mengeluhkan kehadiran guru hanya 25 persen.

"Tapi apapun yang terjadi ini keadaannya emergency sesuai arahan maka kita semua akan bekerja sama untuk menerapkan dan tetap menjalankan pendidikan. Yang penting siswa tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Kepada orang tua juga ini menjadi tanggung jawab kita bersama sehingga peran orang tua juga menjadi penting," ungkapnya. (Shanty)

Top