Pendidikan

Peringati Hari Pahlawan, KNPI Mimika Gelar Seminar Pemuda Hadirkan Motivator Mery Riana

Foto bersama para peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Generasi muda adalah tombak bagi kemajuan suatu bangsa. Untuk itu, anak-anak muda saat ini harus memahami apa yang dapat mereka lakukan melalui bakat dan minat mereka.

Generasi muda harus terus berkarya untuk kemajuan bangsa.

Untuk itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mimika berkolaborasi dengan KONI Mimika menggelar seminar Pemuda dalam rangka memperingati hari Pahlawan.

Seminar tersebut menghadirkan motivator wanita muda Mery Riana.

Motivator diperlukan untuk sumber semangat demi meraih keinginan yang dicapai dalam berbagai bidang kehidupan.

Selain hadirkan motivator Mery Riana, seminar ini juga dimeriahkan oleh band-band lokal dan penyanyi Mace Purba.

Tidak hanya itu, ada pula sharing experience dari atlet Mimika peraih medali PON XX 2021.

Seminar ini juga bertujuan untuk menunjukkan kepada generasi muda bahwa penting untuk mengetahui potensi diri sendiri.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kesbangpol Mimika, Yas Selamat Purba yang berlangsung di Mimika Sport Complex (MSC), Rabu (10/11).

Yan Selamat Purba dalam sambutannya mengatakan, NKRI tidak akan berdiri menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan terhormat seperti saat ini tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya.

"Sejarah bangsa dan negara Indonesia mencacat, perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat, komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan para pahlawan," kata Purba.

Usia kemerdekaan Indonesia saat ini telah menginjak 76 tahun, peringatatan hari pahlawan tahun 2021 ini mengambil tema besar "Pahlawanku ! Inspirasiku".

Tema tersebut dipilih dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai panutan maupun figur idola pencarian jati diri.

"Untuk itu tema 'Pahlawanku, Inspirasiku' Diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan, akan selalu terpatri di "dada" setiap insan Indonesia dan menjadi kebanggaan atau idola sepanjang masa dan juga menjadi momentum membangkitkan semangat serta mengelorakan rasa Nasionalisme yang kuat sesama anak anak Bangsa," harapnya.

Sementara Ketua KNPI Mimika, Michael R Gomar mengatakan, Kegiatan peringati hari Pahlawan ini merupakan kegiatan kolaborasi antara DPD KNPI Mimika bersama KONI Mimika. Kegiatan ini di sponsori Pemda Mimika dan PTFI.

"Kegiatan ini juga kami hadirkan ketua-ketua organisasi kemasyarakatan, paguyuban, kerukunan dan lainnya untuk bersama-sama berkolaborasi untuk mendapatkan motivasi, mendengar aspirasi dan juga perjuangan-perjuangan para pahlawan kita di tingkat lokal, nasional baik itu para atlet, wasit dan juga legenda olahraga di Mimika," kata Gomar.

Gonar berharap, semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi baru, memotivasi bagi semua para pemuda-pemudi Kabupaten Mimika untuk terus berjuang demi suksesnya masa depan para pemuda-pemudi di Mimika.

Selanjutnya, Ketua KONI Mimika, Cesar
momentum hari ini disinergikan dengan keberhasilan para atlet di Mimika dalam mencapai prestasi pada PON XX. Pencapaian prestasi itu tidak mudah, butuh perjuangan dan dukungan dari semua pihak.

"Momentum inilah kita pakai sebagai kebangkitan untuk kemajuan para pemuda-pemudi yang merupakan generasi penerus dalam era pembangunan ini," tuturnya.

Kata Cesar, perjuangan para atlet yang bisa mempertahankan masa kejayaan olahraga di tanah Papua pada kegiatan PON kemarin sehingga membuat Papua masuk 4 besar merupakan bagian dari perjuangan pahlawan.

"Saya berharap dalam pencapaian-pencapaian prestasi, ini bukan terjadi seperti itu saja," ungkapnya. (Shanty)

Sekolah Santa Maria Peringati Momen Hari Pahlawan, Orangtua Murid Beri Inspirasi

Upacara bendera di laksanakan di lapangan basket sekolah

MIMIKA, BM

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya"

Demikian pekikan semangat yang selalu dicanangkan terutama pada setiap Peringatan Hari Pahlawan 10 November.

Salah satu sekolah di Kabupaten Mimika yang turut merayakannya adalah Sekolah Katolik Santa Maria. Mereka memperingati momen ini dengan mengadakan upacara bendera yang digelar di lapangan basket sekolah, Rabu (10/11).

Bertindak selaku pemimpin upacara seorang putri Mimika yang telah mengabdikan dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Mimika, yakni Elisabeth Tsenawatme.

Dengan mengenakan pakaian dinasnya, ia menjadi inspirasi bagi anak-anak, selain itu ia juga merupakan orang tua dari salah satu murid di sekolah ini.

“Moto hari Pahlawan adalah " Pahlawanku, Isnpirasiku". Anak-anak bisa seperti ibu, sekolah, kuliah dan menjadi pegawai negeri. Atau mungkin kelak bisa jadi dandim, kapolres, bupati, wakil bupati atau menjadi yang lainnya kalau semangat belajar,” katanya menyemangati.

Lanjutnya, dengan semangat tekun belajar dan patuh, dengar-dengaran bapak ibu guru serta orangtua di rumah maka cita-cita pasti dapat tercapai.

“Mengapa setiap tahun kita peringati hari pahlawan? Untuk kita mengenang jasa para pahlawan yang sudah gugur. Kita bukan perang, pedang, busur atau berhadapan dengan musuh. Tetapi bisa dalam contoh kecil kalau kita buat salah harus mengaku dan minta maaf,” tuturnya.

“Harus rendah hati, jangan cari musuh dan berkelahi itu tidak baik. Mereka berjuang untuk kita semua. Kalianlah yang akan melanjutkan hasil perjuangan pahlawan kita dengan menjadi seorang yang hebat, sukses dan jadi pemimpin. Menjadi guru, pilot atau polisi, menjadi pemimpin untuk negara dan masyarakat,” imbuhnya.

Elisabeth berharap agar anak-anak di sekolah Santa Maria kelak juga ada yang menjadi Kepala Sekolah.

“Hormati orangtua, guru dan teman. Belajar dengan giat maka kelak kalian bisa jadi orang yang sukses,” tutupnya.

Usai upacara bendera peringatan Hari Pahlawan di Sekolah Santa Maria, dilakukan pengumuman Lomba Fashion Show Baju Adat Nasional.

Sebelumnya, pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Santa Maria mengadakan perlombaan Fashion Show yang melibatkan seluruh siswa siswinya.

Adapun baju adat yang diperagakan anak-anak berasal dari Papua, Batak, Kei, Toraja, Manado, Ambon, Tanimbar dan Nusa Tenggara Timur. (Elfrida)

Yenny Wahid : Anak-anak Harus Disentuh Dengan Kasih Sayang

Putri Gus Dur, Yenny Wahid saat bercerita dengan anak-anak

MIMIKA, BM

Seusai membuka pertandingan di cabang olahraga (Cabor) Panjat Tebing PON XX tahun 2021, Yenny Wahid menyempatkan diri bertemu anak-anak di Yayasan Somatoa, Jalan Anggur SP2, Kelurahan Timika Jaya, Senin (27/9).

Di Yayasan Somatoa, putri Gus Dur menyampaikan agar anak-anak harus disentuh dengan memberikan kasih sayang dan fasilitas untuk berkembang.

"Saya kalau sudah ketemu anak-anak langsung tergerak hati, karena anak-anak ini adalah masa depan bangsa kita," ungkap Yenny kepada wartawan seusai mengunjungi Yayasan Somatoa.

Menurutnya, anak-anak bukan diajari teori tapi diajari tindak tanduk orangtua. Pasalnya anak-anak diibaratkan sebagai spon yang menyerap air.

"Artinya apa yang dilihat disekelilingnya itu akan dia serap. Yang paling penting diajari untuk mereka adalah pengamalan dengan memberikan kasih sayang. Mereka akan merespon baik terhadap orang yang memberikan kasih sayang,"ungkap Yenny.

Disampaikan juga bahwa nilai-nilai yang akan dipegang anak-anak hingga dewasa adalah ketika ditanamkan nilai saling berbaikan antara satu sama lain. Mereka juga harus diajarkan rasa takut kepada Tuhan jika berbuat salah

"Ini adalah nilai pengalaman Pancasila, jadi dari hal-hal semacam itulah akan menjadi nilai yang akan dipegang hingga mereka dewasa,"ungkap Yenny.

Yenny juga mengatakan, pertumbuhan anak secara optimal sangat bergantung pada lingkungan yang membesarkannya.

Ia mengibaratkan, seperti biji kalau ditanam di tanah yang gersang pasti tumbuhnya sulit, namun jika ditanam dan diberikan air serta pupuk maka akan tumbuh besar.

"Anak-anak Papua perlu diberikan fasilitas dan dibantu, seperti beberapa anak-anak Papua yang difasilitasi untuk belajar fisika dan matematika dan mereka menang olimpiade diluar negeri, artinya secara kemampuan mereka punya,"ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga memberikan apresiasi kepada pengelola Yayasan Somatoa yang sudah memberikan kesejahteraan dan bekal bagi anak-anak di Yayasan.

"Seperti kami di keluarga Gus Dur sendiri juga mengajarkan kemanusiaan, selalu mengajar kita untuk mengabdi kepada masyarakat. Jadi disinilah hati kita ditemukan," ujar Yenny. (Ignas)

Top