Pendidikan

Telkomsel Membuka Wawasan Mahasiswa Politeknik Amamapare Akan Dunia Industri Telekomunikasi

Mahasiswa saat mengunjungi salah satu site Telkomsel yang berada di depan Kantor GraPARI.

MIMIKA, BM

Telkomsel menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Internet dan Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik Politeknik Amamapare pada Sabtu (3/10/2026) lalu.

Kegiatan ini merupakan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sejak Januari 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri telekomunikasi dan penerapan teknologi jaringan.

Kegiatan diawali dengan pemaparan company profile Telkomsel dan sharing mengenai perkembangan jaringan di Papua, termasuk tantangan serta kebutuhan konektivitas di wilayah tersebut.

Manager Household Consumer Telkomsel Branch Timika, Noval Syarifuddin mengatakan, Industri telekomunikasi terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan mahasiswa tentang perkembangan teknologi, tantangan di lapangan, dan kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja,” kata Noval melalui rilis yang diterima Beritamimika.com, Rabu (7/10/2026).

Setelah mengikuti briefing Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), mahasiswa mengunjungi salah satu site Telkomsel yang berada di depan Kantor GraPARI.

"Di lokasi, peserta melihat infrastruktur dan perangkat jaringan sekaligus mendapatkan gambaran mengenai operasionalnya," Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Protokoler, Humas, dan Kerja Sama Politeknik Amamapare, Adhe Ronny Julians, S.Si., M.Kom., menyambut baik kesempatan tersebut karena mahasiswa dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan kondisi di lapangan.

“Mahasiswa bisa melihat bagaimana teknologi jaringan diterapkan di lapangan. Pengalaman ini tentu menambah wawasan dan membuat mereka lebih memahami keterkaitan antara kompetensi yang dipelajari dengan kebutuhan industri,”pungkasnya.

Melalui implementasi MoU ini, Telkomsel dan Politeknik Amamapare terus membuka ruang kolaborasi yang memberikan pengalaman industri bagi mahasiswa sekaligus mendukung kesiapan talenta muda di Papua khususnya Timika. (Shanty Sang)

Tekan Prevalensi Stunting, 2 SPPG Wilayah 3T di Mimika Resmi Dibuka

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau didampingi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Papua Badan Gizi Nasional (BGN), Djimmy Yomaiwi Douw saat menggunting pita tanda diresmikannya SPPG

MIMIKA, BM

Guna menekan prevalensi stunting yang masih tinggi di 16 wilayah provinsi di Indonesia Bagian Timur, yang mencakup 116 kabupaten secara virtual, Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3 T).

SPPG tersebut yakni SPPG Mimika Wania Mawokau Jaya 2 dan SPPG Perintis Mimika Baru 002

Sebagai bagian dari momentum tersebut, di Timika dilaksanakan launching ceremonial yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Fransiskus Bokeyau, Jumat (2/10/2026).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Papua Badan Gizi Nasional (BGN), Djimmy Yomaiwi Douw mengatakan bahwa kebutuhan akan penambahan dapur sehat di wilayah Papua menjadi prioritas yang sangat mendesak.

“Langkah ini diambil menyusul tingginya aspirasi serta koordinasi dari berbagai daerah di seluruh provinsi Papua yang menginginkan percepatan pembangunan fasilitas dapur penunjang gizi,” ujar Djimmy,

Djimmy menyampaikan percepatan penambahan titik dapur sehat di seluruh wilayah Papua demi mendukung program pemenuhan gizi nasional.

Ia berharap, melalui sinergi yang kuat antara KPPG Papua BGN, pemerintah daerah, dan para mitra, implementasi program pemenuhan gizi dapat segera menjangkau seluruh anak-anak dan masyarakat di tanah Papua secara merata.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau memberikan apresiasi dan menyambut hangat atas pelaksanaan program MBG yang telah dicanangkan secara nasional tersebut hari ini.

Fransiskus menegaskan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika berkomitmen penuh dalam mengawal dan menyukseskan program prioritas ini.

“Pemkab Mimika menyambut positif pencanangan program MBG secara nasional yang juga dilakukan di wilayah Kabupaten Mimika hari ini,” ujarnya.

Dikatakan Bokeyau, pelaksanaan program ini dipastikan akan terus didukung dan dikawal hingga menjangkau wilayah-wilayah pelosok agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.

"Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, BGN, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan di Mimika, program pemenuhan gizi ini diharapkan mampu berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan serta sumber daya manusia di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika," pungkasnya. (Shanty Sang)

Wabup Mimika Dorong SPPG Serap Pangan Petani Lokal untuk Program MBG

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika memanfaatkan dan membeli bahan pangan dari petani lokal untuk mendukung pelaksanaan program.

Pasalnya, pemanfaatan pangan lokal perlu didorong melalui kerja sama antara SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN), dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait.

“Kami sifatnya hanya mengimbau kepada SPPG. Kami tidak mempunyai kewenangan untuk mengintervensi, namun kami mendorong teman-teman SPPG untuk membantu membeli pangan lokal dengan bekerja sama dengan dinas-dinas terkait,”kata Wabup Kemong.

Menurutnya, pembelian pangan dari petani lokal tidak hanya mendukung kebutuhan bahan makanan untuk program MBG, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

“Kalau ada ketersediaan pangan lokal di sini, kenapa kita harus beli dari luar. Kami akan mencoba untuk melihat. Kalau SPPG belum mengambil pangan lokal, nanti kami akan menyurat agar pangan lokal ini dimanfaatkan,”ujarnya.

Ia yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Kabupaten Mimika mengatakan, pelaksanaan program MBG di Mimika hingga saat ini berjalan seperti biasa dan belum terdapat kendala berarti.

Wabup Kemong menyebutkan, perkembangan terbaru terkait pelayanan MBG akan disampaikan oleh BGN Perwakilan Papua apabila terdapat perubahan atau informasi baru.

Diketahui, saat ini terdapat 20 SPPG atau dapur MBG di Mimika yang tersebar di Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Wania dan Mimika Timur. (Shanty Sang)

Top