Pendidikan

DP3AP2KB Mengoptimalisasi Peran Forum Anak untuk Menekan Kasus Kekerasan Anak di Mimika

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Guna mengoptimalisasi peran forum anak dalam menekan kasus kekerasan anak di Mimika, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika menggelar Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak bagi forum anak di Mimika.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Julianus Sasarari, Jumat (17/9).

Julianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, anak merupakan generasi penerus yang potensial sehingga harus dilindungi dan dipenuhi haknya agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.

Dikatakan, hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib di jamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.

"Upaya menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak perlu dilakukan secara struktural melalui pengaturan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang pada gilirannya menjadi nilai budaya masyarakat," tutur Julianus.

Dikatakan, Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen memenuhi hak anak sebagaimana amanat konstitusi. Komitmen ini diperkuat dengan melibatkan peran anak-anak Indonesia yang tergabung dalam forum anak.

"Peran dan berkontribusi ini langsung dari anak-anak agar mereka dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor yang singkat 2P," tuturnya.

Katanya, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melakukan kebijakan di bidang partisipasi anak melalui DP3AP2KB dan telah membentuk forum anak Kabupaten Mimika pada tahun 2017 sebagai wadah partisipasi anak dan media untuk mendengar serta menyuarakan aspirasi, pendapat juga harapan anak.

Dalam proses pembangunan di Kabupaten Mimika forum ini terdiri dari perwakilan anak dari sekolah menengah pertama dan Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Mimika.

"Di Kabupaten Mimika sampai dengan tahun 2021 telah terjadi 40 kasus kekerasan terhadap anak yang langsung ditangani oleh DP3AP2KB melalui Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) baik itu kekerasan fisik maupun nonfisik," tuturnya.

Katanya, ini merupakan kasus yang terungkap dan didata. Namun, pada kenyataannya masih banyak di luar sana dimana anak-anak yang mendapat tindakan kekerasan tidak dapat tertangani.

"Karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang hal tersebut biasanya anak cenderung diam kalau mau lihat kejadian kekerasan atau bahkan dirinya yang merasakan kekerasan itu sendiri. Anak takut untuk melaporkan karena kebanyakan pelaku adalah orang terdekat korban," katanya.

Melalui forum anak ini akan diajarkan bagaimana anak-anak harus berani menyuarakan dan melaporkan sesuatu yang dianggap sebagai kejahatan atau kekerasan.

"Seiring dengan semakin berkembangnya forum anak di daerah sudah seharusnya peran forum anak sebagai pelapor dan pelopor menjadi Agent of Change dalam pembangunan di daerah ini," tambahnya.

Dengan adanya sosialisasi forum anak sebagai pelopor dan pelapor, diharapkan anak yang ada di forum anak dapat memahami dan berani untuk menjalankan fungsinya sebagai pelopor dan pelapor.

Sebagai pelopor, anak diharapkan dapat menjadi agen perubahan, terlihat aktif memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif bermanfaat dan bisa menginspirasi banyak orang sehingga banyak yang ikut terlibat melakukan perubahan yang lebih baik lagi.

Sedangkan, pelapor berarti anak terlibat aktif menyampaikan pendapat atau pandangan ketika mengalami atau melihat serta merasakan tidak terpenuhinya hak perlindungan anak di sekitar dengan melaporkan kepada badan yang menangani permasalahan Perlindungan Anak seperti P2TP2A, UPPA Polres dan sebagainya.

"Kita semua berharap agar setelah anak bisa berperan menjadi pelopor dan pelapor di lingkungan dia tinggal, akan banyak orang yang mengerti tentang hak anak dan perlindungan terhadap anak serta orang-orang yang ingin berbuat jahat bisa berpikir 2 sampai 5 kali untuk melakukannya," harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Agustina Rahaded dalam laporannya menyampaikan, maksud dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan partisipasi forum anak dalam pembangunan serta anggota forum anak dapat mengetahui informasi yang layak anak sebagai pelopor dan pelapor.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan partisipasi dalam pembangunan dan dapat menyaring informasi yang diterima dan juga bisa melanjutkan pokok-pokok pemikiran serta pendapat dan pandangan anak sebagai bahan masukan dalam formulasi kebijakan pembangunan anak.

"Narasumber dari Kementerian PPPA Republik Indonesia, Bakesbangpol Mimkma dan DP3AP2KB Mimika. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah forum anak yang berjumlah 40 orang," ungkapnya. (Shanty)

Pemda Mimika akan Bangun Kampus Uncen di Timika

Sekda Mimika, Michael R Gomar

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika sangat membutuhkan salah satu perguruan tinggi yang representatif, sehingga tahun ini Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika akan melaunching program studi di luar kelas utama Uncen di Kabupaten Mimika.

"Jadi itu nanti kelas 2 Kampus kedua di Mimika," tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Michael Gomar saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (16/9).

Sekda Gomar mengatakan, semua mahasiswa Uncen yang bekerjasama dengan Uncen Jayapura selama ini melakukan kuliah jarak jauh.

Namun sesuai aturan dari Kementerian Pendidikan sudah tidak ada lagi kuliah jarak jauh yang kini diganti dengan sebutan program studi diluar kampus utama.

"Sehingga kita akan menyiapkan kelas atau kampus kedua yang dipusatkan di Timika. Kemarin sudah dibangun di Kepulauan Yapen di Kabupaten Biak dan kedua nanti di Mimika untuk kelas ataupun kampus kedua dari Uncen yang berpusat di Kampus Uncen di Jayapura," tutur Sekda Gomar.

Rencana Pemda Mimika membangun kampus perguruan tinggi Uncen untuk kampus kedua di Timika dilakukan mulai tahun depan.

"Walau baru mulai dibangun tahun depan namun sesuai petunjuk bapak bupati, kita akan launching tahun ini," ujarnya.

Dengan adanya kampus kedua di Timika, maka mahasiswa yang selama ini melakukan kuliah keluar daerah akan dimudahakan dengan tetap berkuliah di Mimika.

"Untuk program studinya ada kesehatan masyarakat, pendidikan, teknik dan ekonomi. Nanti mereka dari Uncen yang akan melakukan assesment sesuai dengan program studi apa yang dibuka karena sesuai dengan kebutuhan daerah nanti," tuturnya.

Katanya, di Timika ada teknik pertambangan, jadi untuk beberapa fakultas akan terinput dalam program studi tersebut.

"Fokus nanti ke strata satu (SI) untuk semua program studi. Lokasi kita rencanakan di SP 5. Jadi nanti pihak Uncen Jayapura akan turun untuk melaunching kampus kedua dengan Dirjen Pendidikan," ungkapnya. (Shanty)

Berkah Pesparawi untuk SMA YPPK Tiga Raja

Kepala Sekolah SMA YPPK Tiga Raja Yohanes Indriastata Pramana

MIMIKA, BM

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII sudah semakin dekat. Sekolah juga merupakan satu bagian yang turut berperan menyukseskan even ini sebagai tempat akomodasi bagi para tamu.

SMA YPPK Tiga Raja merupakan salah satu sekolah yang akan digunakan sebagai tempat penginapan peserta Pesparawi XIII asal Kabupaten Nduga.

Agar para peserta nantinya merasa nyaman dengan kebutuhan mendasar ketika menginap di sekolah ini maka pemerintah memberikan bantuan pompa air dan menara air serta delapan kamar mandi.

Kepala Sekolah SMA YPPK Tiga Raja Yohanes Indriastata Pramana kepada BeritaMimika diruang kerjanya Senin (13/9) mengatakan hal tersebut.

“Kamar mandi, wc disini ada jadi sekolah sudah punya sebelumnya. Ini penambahan saja. Yang diminta dari kami adalah ruangan untuk tidur, kipas angin dan ruang makan, nanti juga akan diberikan kasur,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa pihaknya hanya menyediakan ruangan, sementara untuk teknis pembagian dalam satu kelas nantinya diisi berapa orang, dikembalikan kepada kabupaten masing-masing.

“Saya berharap ketika tiba nanti mereka dapat menikmati, merasa nyaman dan diterima di Mimika serta berlomba sebaik-baiknya memuji Allah dengan suara emasnya. Kemenangan bukan yang utama tetapi bagaimana bisa berbagi untuk kemuliaan Allah adalah segalanya,” tutupnya. (Elfrida)

Top