Pendidikan

Ketika Suasana Sekolah Tidak Seperti Biasanya, Kebahagiaan itu Terasa Kurang Sempurna

Suasana KBM hari pertama di SD Negeri 5

MIMIKA, BM

Raut kebahagiaan terpancar dari sebagian wajah anak-anak SD dan SMP yang mulai hari ini, Senin (22/3), melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka.

Bagaimana tidak, pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama setahun di Mimika membuat mereka begitu merindukan suasana ini.

Sudah setahun, mereka hampir tidak pernah bertatap muka secara langsung dengan teman bahkan guru mereka.

Selama ini mereka hanya bertemu sapa dan belajar melalui handphone karena semua sekolah memberlakukan belajar online atau daring.

Suasana haru ini begitu terasa pagi tadi ketika BeritaMimika menangkap beberapa momen kebahagiaan yang tercipta disaat para pelajar bertemu dengan teman-temannya yang lain.

Ketika saling bertemu, banyak diantara mereka menunjukan gestur tubuh senyuman kepada temannya yang lain walau tertutupi masker.

Ada yang hanya saling mengucapkan salam, melambaikan tangan, memanggil dari kejauhan namun ada pulan yang langsung menghampiri temannya yang lain walau dibatasi jarak.

Sayangnya, kebahagiaan ini terasa tidaklah sempurna karena semuanya terlihat seperti terhalang tembok pemisah yang tidak kelihatan.

Walau semua menggunakan masker namun ketika berada di ruang kelas, merekapun duduk berjarak tidak seperti biasanya karena banyak kursi sengaja dikosongksan dan diberi jarak.

Suasana kelas terlihat agak kaku dan begitu tenang seakan mereka sedang mengikuti ujian. Keberadaan para siswa di kelas pun dipantau oleh sebagian orang (satgas) dari luar ruang kelas.

Suasana kaku di ruangan kelas mulai terlihat kembali cerita ketika guru mulai melakukan proses belajar mengajar yang diawali dengan menyapa dan menanyakan kabar anak didik mereka.

1 Anak di SDN 5 Tidak Diizinkan Orangtua Ikut Kelas Tatap Muka

Adapun dua sekolah yang terpantau BM pagi tadi adalah SD Negeri 5 dan SMPN 2 Mimika. Mereka yang diperbolehkan masuk kelas tatap muka hanyalah anak-anak kelas IV dan kelas IX.

Kepala Sekolah SDN 5, Philipus Patianan saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, jam 8 pagi anak-anak sudah mulai belajar.

Sebelum masuk kelas, semua anak dilakukan pengukuruan suhu tubu dan mencuci tangan. Orangtua atau yang mengantar juga dibatasi agar tidak berkeliaran atau berkumpul di sekolah.

Sebagai kepala sekolah, ia memperbolehkan jika ada sebagian orangtua yang belum mengizinkan anak mereka ke sekolah.

Pelajat yang hadir hanyalah mereka yang telah mendapatkan izin dari orangtua sementara yang tidak hadir tetap melakukan proses belajar secara daring.

"Kami ada 88 siswa. 87 siswa orangtua mereka izinkan ikut belajar tatap muka sementara 1 anak orangtuanya masih ingin dia belajar online," ujarnya.

Dijelaskan, untuk belajar tatap muka dibagi dalam 2 shift. Kelompok pertama masuk hari ini sementara kelompok 2 tetap di rumah dan akan masuk pada hari Selasa, begitupun sebaliknya.

"Kita ada 3 kelas pakai sistem shift dengan 3 jam pelajaran. Tadi Petugas covid dari Dinas Pendidikan dan satgas covid dari Puskesmas Timika Jaya juga datang lihat apakah kita ini sudah sesuai memenuhi atauran protokol kesehatan atau tidak," ungkapnya.


Suasana KBM hari pertama di SMP Negeri 2

454 Siswa SMPN 2 Mimika Ikut Belajar Tatap Muka

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 2 Mimika sesuai data diikuti oleh 454 siswa kelas IX.

Kepala sekolah SMPN 2 Mimika Mathius Sedan mengatakan, pada hari pertama KBM ini, sebagian besar anak-anak diantar orangtua mereka sementara sisanya datang menggunakan ojek.

“Siswa yang ikut KBM tatap muka dibagi dua kelompok. Kelompok pertama 254 siswa. Mereka belajar hari Senin, Rabu dan Jumat. Sementara sisanya kelompok kedua belajar di hari Selasa, Kamis dan Sabtu," jelasnya.

Mathius mengatakan, dari 10 mata pelajaran, 6 pelajaran yang diutamakan pada KBM tatap muka karena nantinya diuji pada Ujian Sekolah (US) yakni PKN, IPA, IPS, Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

"Sementara empat mata pelajaran lainnya diajarkan via online atau belajar dari rumah. Proses KBM ini kami gunakan 7 ruang kelas," ujarnya.

Ia mengatakan mereka menerapkan aturan protokol kesehatan secara ketat yang berlaku bukan hanya kepada siswa namun juga kepada guru dan pegawai.

Bahkan sekolahnya memiliki Satgas Covid-19 yang berjumlah 21 orang, sudah termasuk security dan cleaning service guna memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik dan benar.

"Anak-anak tidak diperbolehkan berpindah tempat. Pada saat pergantian jam belajar karena tidak adanya waktu istirahat maka guru harus stand by di jam kedua," terangnya.

Guru jam pertama yang mengajar tidak boleh meninggakan ruangan sebelum guru jam kedua masuk. Proses ini termasuk penerapan protokol kesehatan akan terus dipantau satgas sekolah hingga akhir pelajaran.

Bagi guru yang berhalangan mengajar karena sakit akan diganti guru lain yang mengajar mata pelajaran yang sama.

Bila tidak memungkinkan maka Mathius selaku penaggung jawab akan turun langsung sesuai bidangnya guna menggantikan kekosongan guru.

Kepada BM, Mathius juga mengakui bahwa mereka saat ini tidak melakukan rapid antigen atau swab karena 70-an guru dari sekolah ini telah terdaftar untuk divaksin.

“Nama-nama sudah kami masukan dengan melampirkan nomor BPJS, kalau tidak ada BPJS berarti mau tidak mau kita bayar sendiri," ujarnya.

Sebagai kepala sekolah, Mathius mengatakan mereka tetap komitmen untuk berpedoman pada penerapan protokol kesehatan. Ia juga berharap agar para guru maupun anak-anaknya terhindar dari penularan Covid-19.

"Walau pandemi namun kami akan tetap mengupayakan yang terbaik. Saya juga berharap berharap agar anak-anak Kelas IX nantinya bisa lulus semua dan lanjut ke SMA. Para guru juga diharapkan jangan memberi nilai dibawah standar, harus diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM),” harapnya. (Shanty dan Elfrida)

Wabup John Berharap 2.894 Pelajar Mimika Lulus 100 Persen

Wabup John Rettob melakukan penyematan tanda peserta kepada salah satu pelajar yang mengikuti US

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, John Rettob secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Sekolah (US)  tingkat SMA-SMK di Kabupaten Mimika tahun ajaran 2020-2021, Senin (15/3) di SMK Tunas Bangsa.

Pembukaan pelaksanaan Ujian Sekolah ditandai dengan penyematan tanda peserta ujian kepada perwakilan siswa SMA dan SMK oleh Wakil Bupati Mimika John Rettob sebelum dimulainya proses ujian.

Wabup John dihadapan siswa-siswi SMA-SMK yang ikut melaksanakan ujian sekolah mengatakan, ujian tahun ini yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam masa pandemi.

Dalam masa pandemi ini Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan secara virtual hingga hari ini pelaksanaan ujian. Walau demikian ia semua lulus 100 persen. 

"Satu tahun yang lalu pada pembukaan ujian juga tidak ada yang pakai masker jadi semua senang. Kalau sekarang pakai masker karena pandemi covid ini jadi saya tidak bisa lihat apakah kalian senang atau tidak. Tapi tidak masalah karena kita bisa lewati itu dan sekarang kalian sudah ujian," kata Wabup John. 

Wabup berharap, Pemerintah Daerah Mimika  ke depan terus memberikan perhatian terutama kepada anak-anak yang lulus dari sekolah untuk pendidikan vokasi agar dapat langsung menjadi tenaga kerja siap pakai. 

"Kita juga terus berusaha bekerjasama dengan Pemerintah Pusat untuk membuat Badan Latihan Kerja (BLK) yang besar di Mimika. Kita sudah rapat dengan Bapenas untuk anak-anak kedepannya apa lagi di Mimika kurang lebih ada 500-an perusahaan. Jadi kalian harus lulus walau dalam situasi pandemi covid," ungkapnya. 

Wabup John memberikan jempol kepada para guru karena walau situasi pandemi ia percaya mereka telah memberikan perhatikan terbaik kepada anak didik mereka.

Ketua MKKS SMK John Lemauk mengatakan, SMA dan SMK yang mengikuti ujian sekolah berjumlah 43 sekolah terdiri dari 17 SMA dan 24 SMK yang bernaung di wilayah Mee Pago B yakni Timika, Asmat dan Puncak.

"Jumlah peserta seluruhnya 2.894 yang terdiri dari peserta SMA sebanyak 1.356 siswa dan tingkat SMk berjumlah 1.538 siswa,"tutur John. 

John menjelaskan, metode pelaksanaan ujian sekolah selama pandemi dilakukan secara daring, offline dan tatap muka. Ujian tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya yang mana sistem Ujian Nasional di rubah menjadi Ujian Sekolah Berbasis Kertas (USBK).

"Sistem pengawasan yang dilakukan adalah sistem silang. Misalnya di Sekolah Yapis ada 9 kelas maka 9 masuk dan 9 lagi keluar,"ungkapnya. 

Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMA-SMK Mimika, Edy Soeryono mengatakan, jumlah peserta US untuk SMA sebanyak 1.356 dimana ada 6 SMA Negeri dan 11 SMA Swasta dan SMK pesertanya berjumlah 1.538 diantaranya 5 SMK Negeri dan 18 SMK Swasta.

"Kriteria kelulusan adalah menyelesaikan semua program pembelajaran atau seluruh mata pelajaran yang dilaksanakan, memiliki nilai US minimal yang tergantung dari masing-masing sekolah karena nilai kelulusan masing-masing sekolah berbeda,"ungkapnya. (Shanty)

Selamat, 17 ASN Pemkab Mimika Ikuti Wisuda Daring Universitas Cenderawasih

17 ASN Pemda Mimika yang diwisudah tahun ini

MIMIKA, BM

17 ASN di lingkungan Pemda Mimika mengikuti rapat terbuka senat Universitas Cenderawasih (Uncen) dalam rangka wisuda daring (online) lulusan program doktor, magister, sarjana dan program diploma periode III tahun 2019-2020.

Wisuda daring ini dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika yang diikuti oleh wisudawan dan wisudawati juga keluarga, Kamis (26/11).

Prosesi pemindahan tali topi toga dilakukan oleh Pendeta Paulus Kambu mewakili rektor dari Universitas Cendrawasih.

Leonard Kareth yang juga merupakan salah satu wisudawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen pengajar Universitas Cendrawasih khususnya program magister fakultas ekonomi dan bisnis.

Menurutnya ilmu yang telah diberikn mengubah paradigma, membuka wawasan berpikir sehingga wisudawan dapat mengikuti perkuliahan sejak semester awal secara tatap muka hingga dapat menyelesaikan tesis dan berhaisl diwisuda secara daring.

"Terima kasih juga untuk para dosen pembimbing yang telah membantu dalam pemahaman secara akademik dan ilmu pengetahuan dari awal hingga saat ini," tuturnya dalam sambutan mewakili seluruh wisudawan.

Meskipun wisuda dilaksanakan secara daring di tengah pandemi Covid-19 yang belum pulih di Papua dan Indonesia, namun tidak mengurangi makna dan kehikmatan peristiwa bersejarah ini bagi mahasiswa dan mahasiswi semua.

Ucapan terima kasih juga diberikan bagi keluarga dan semua pihak yang selama ini mendukung, mendoakan serta memberi semangat hingga selesainya perkuliahan.

"Ini juga kepada seluruh rekan-rekan angkatan 24 magister ilmu ekonomi kelas Timika yang sejak awal bersama-sama menimba ilmu dan 19 orang sudah berhasil wisuda di periode 2 pada 24 September 2020 lalu," katanya.

Kareth mengatakan bahwa, program perkuliahan yang mereka jalani dibantu pembiayaan selama dua semester oleh Pemda Mimika.

Menurutnya, pemda telah berkomitmen untuk memberikan kesempatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mimika baik ASN maupun sektor lainnya.

Dikatakan, dengan selesainya masa studi selama dua tahun serta mendapatkan gelar magister di bidang ilmu ekonomi merupakan sebuah tanggung jawab untuk semakin mengembangkan diri.

"Diharapkan dengan peningkatan kualitas SDM akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu kami berharap agar program ini dapat terus berkelanjutan dan semakin membawa dampak yang lebih baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama bagi masyarakat," harapnya. (Shanty)

Top