Pendidikan

Jenny Usmani : Belajar Dari Rumah, Guru Harus Menjelaskan Hasil Pekerjaan Siswa

Pertemuan kepala-kepala sekolah negeri bersama kepala dinas

MIMIKA, BM

Proses belajar dari rumah yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama pandemi Virus Corona (Covid-19) yang dimulai sejak pertengahan Maret 2020 hingga saat ini harus benar-benar diterapkan oleh semua sekolah agar siswa tidak ketinggalan mata pelajaran.

Salah satu cara yang dilakukan agar proses belajar selalu aktif di masa ini adalah para guru selalu memberikan tugas kepada anak didiknya melalui grup whatssap kelas.

Metode memberikan tugas kepada siswa ini menjadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O Usmany. Jenny meminta guru untuk tetap menjelaskan hasil pekerjaan siswa agar siswa tahu dimana letak kesalahannya.

Jika guru hanya memberikan tugas dan tidak melakukan koreksi atau feedback atas pekerjaan siswanya, maka guru tidak akan tahu sejauh mana daya serap anak didiknya terhadap tugas yang diberikan.

“Awalnya disepakati bahwa kita menunggu sampai masuk baru guru kumpul pekerjaan siswa, namun karena masa belajar di rumah diperpanjang maka kita ambil langkah bahwa apa yang dikerjakan anak-anak lewat tugas, harus dikembalikan kepada guru,"tutur Jenny saat diwawancarai di SMPN 2 usai melakukan pertemuan dengan kepala sekolah negeri, Rabu (29/4).

Jenny Usmani meminta guru sekolah negeri tidak boleh cuek terhadap proses pembelajaran yang dilakukan saat ini, karena bagaimanapun anak yang sekolah di sekolah negeri harus tetap mendapatkan layanan pendidikan seperti anak yang sekolah di sekolah swasta.

"Harus selalu ada kontrol karen kita sekolah negeri yang sekolahnya gratis jadi banyak siswa yang orang tuanya tidak mampu tapi bukan berarti tidak mendapatkan layanan. Jadi langkah-langkah ini yang akan kita ambil yakni rutin lakukan koreksi dan jelaskan pekerjaan siswa kembali agar mereka lebih mengerti,” ungkapnya. (Shanty)  

Dana BOS Untuk Guru Honorer Langsung Diterima Sekolah

Ilustrasi Dana BOS (Foto Google)

MIMIKA,BM

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O Usmany mengaku bahwa penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pusat langsung diterima oleh masing-masing sekolah. Sehingga, untuk penyaluran gaji bagi guru-guru honorer menjadi kewenangan masing-masing sekolah.

"Gaji guru honorer itu langsung dari sekolah bukan lagi di kami dinas karena dana BOS itu sekarang sudah langsung masuk ke rekening sekolah. Jadi, kami tidak tahu apakah sudah disalurkan gaji guru honor atau belum karena itu wewenang sekolah,"jelas Kepala Dinas Pendidikan, Jenny O Usmany saat dihubungi, Selasa (21/4).

Jenny mengatakan, gaji guru honorer diberikan berdasarkan jumlah jam mengajar dan penerimanya pun harus sudah terdaftar di Dapodik.

Ia mengatakan saat ini para guru melakukan pengajaran kepada muridnya dari rumah. Jumlah jam guru mengajar dari rumah akan dihitung pihak sekolah sebagai syarat pencairan gaji guru honorer dari dana BOS.

"Selama WFH ini guru tidak diam saja, guru selalu berikan tugas kepada siswa, jadi guru walau di rumah tetap menyiapkan materi pelajaran untuk siswa sehingga laporan itu nanti yang akan disampaikan ke sekolah untuk dapat gajinya,"ujarnya.

Sementara itu Waka Kurikulum SMK Petra Timika, Albertua Alto mengaku bahwa gaji guru-guru honorer dibayarkan dari dana BOS.

Namun, dikarenakan bendahara sekolah masih berada di luar Timika karena terjebak pembatasan akses masuk sehingga pembayaran gaji guru honor belum dapat disalurkan.

"Harusnya sudah disalurkan tapi kita punya bendahara lagi di luar Timika, tapi kita sudah koordinasikan dengan pihak Bank Papua agar gunakan dana dari Bank Papua dulu baru nanti akan ditutupi lagi,"jelasnya.

Hal itu dilakukan, mengingat guru-guru honor di SMK Petra tentu membutuhkan gaji untuk memenuhi kebutuhan mereka terlebih ditengah pandemi covid-19 seperti ini. Kemungkinannya gaji mereka akan langsung dibayarkan untuk untuk 2 bulan.

"Kami guru-guru setiap hari selalu berikan tugas kepada siswa-siswa kami tapi melalui grup mesenger FB dengan mode gratis. Sejauh ini tugas yang kami berikan selalu dikerjakan baik oleh anak-anak kami,"ungkapnya. (Shanty)

Bupati Tegaskan Pemda Akan Bantu Mahasiswa Di Luar Mimika

Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Ditengah badai Covid-19 yang menerpa negeri ini, perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika tidak hanya dicurahkan untuk masyarakat di Mimika.

Pemerintah daerah juga sedang memikirkan bagaimana caranya membantu generasi masa depan negeri ini (mahasiswa-red) yang kini tengah mengenyam pendidikan (kuliah-red) di negeri rantau.

Kepada BeritaMimika, Senin (20/4) Bupati Mimika Eltinus Omaleng menegaskan sebagai orangtua, ia tidak ingin melihat anak-anaknya yang berada di luar Mimika kelaparan atau merana karena kondisonal saat ini.

“Kami akan bantu mereka semua baik di Manado, Makassar, Bandung, Surabaya, Malang, Jakarta dan semua kota studi yang lain. Kami lagi lihat caranya seperti apa untuk membantu mereka,” ujarnya.

Menurutnya ada dua pilihan, pertama bantuan diberikan berupa dana dan kedua berupa bantuan sembako. Namun penyaluran bantuan harus diawasi oleh pemerintah agar tidak nyasar.

“Kita mau kirim uang juga tidak mungkin karena harus dengan bantuan sembako. Kecuali ada pegawai kami yang turun langsung karena ini masalah uang jadi penggunaan dan laporan harus jelas dan tidak bisa cash seperti itu, apalagi kondisi yang kita alami di sini disana juga sama,” ungkapnya.

Bupati mengatakan dalam waktu dekat ia akan melakukan pertemuan dengan bawahannya untuk mencari formulasi tepat tentang bagaimana menyalurkan bantuan buat mahasiswa.

“Kasitahu sama orangtua mereka bahwa kami ada. Pemerintah akan bantu mereka terutama mahasiswa. Mereka ini generasi kita jadi wajib kita lihat, jaga dan lindungi mereka dari keadaan ini. Semoga dalam waktu dekat kami bisa temukan solusi tepat membantu mereka,” ujarnya. (Ronald)

Top