Kalau Cenderawasih Bisa Kenapa Harus Pakai Merpati?

Elisabeth Mandosir

MIMIKA, BM

Kesiapan di lapangan Futsal yang juga menjadi venue pertandingan Bola Tangan pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Cluster Mimika telah rampung.

Pemasangan karpet lapangan dan tiang gawang yang menjadi ukuran kesiapan sesungguhnya bahkan sudah selesai dilakuan sejak Jumat (10/9) kemarin.

Kesigapan vendor, kontraktor hingga panitia SUB PB PON Mimika untuk penggunaan lapangan ini sejalan dengan batas waktu yang ditentukan.

Pasalnya sesuai jadwal bidang pertandingan, lapangan ini sudah harus digunakan pada tanggal 13 dan 14 September untuk tes event futsal dan tes event bola tangan.

Namun dibalik kesiapan lapangan ini untuk digunakan, ada satu kisah menarik yang mungkin saja tidak diketahui banyak orang yakni tentang peran sesorang perempuan Papua.

Kontraktor sarana dan prasarana yang menyediakan karpet futsal dan tiang gawang untuk lapangan ini merupakan kontraktor lokal Timika. Namanya CV Adonai Jaya yang dimiliki oleh seorang perempuan Papua, namanya Elisabeth Mandosir.

Di lapangan futsal, Sabtu (11/9), Elisabet mengungkapkan ia bangga sebagai seorang perempuan Papua yang ditunjuk mengambil peran dalam tanggungjawab ini.

Pasalnya, kepercayaan menangani venue sebenarnya sangat sulit diberikan kepada kontraktor asal Papua, apalagi kepada perempuan.

"Saya ditunjuk untuk mengerjakan pekerjaan ini karena memiliki administrasi yang lengkap di perusahan sebagai kontraktor lokal konveksi dan operation lokal atas nama CV Adonai Jaya," ujarnya.

"Saya kira ini satu prestasi yang kami buat untuk Mimika yang tadinya orang lain menganggap kami kontraktor Papua idak bisa, namun ternyata apa yang kami buat dan kerjakan lebih dari apa yang mereka pikirkan," ungkapnya dengan bangga.

Sejak mengambil bagian dalam peran ini, ia kemudian berkomitmen terhadap prosesnya terutama menyangkut batas waktu penyedia karena harus sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

"Kami komitmen dengan batas waktu yang ada. Saat diberikan tanggung jawab, saya tidak menunggu uang muka dari pekerjaan ini, tetapi saya langsung mengerjakan karena waktu yang begitu mendesak. Biasanya ada yang menunggu uang muka tapi saya tidak. Saya mau menunjukan kwalitas saya sebagai Perempuan Papua bahwa 'TORANG BISA," ungkapnya.

"Karena untuk penyelesaian, target pencapaian yang harus kita lakukan adalah enam hari, namun hanya dalam tiga jam kami bisa selesaikan kesiapan lapangan futsal," lanjutnya.

Dikatakan, pemasangan karpet lapangan futsal, tiang gawang hingga pembuatan garis lapangan dilakukan oleh vendor spectrum dari Jakarta yang berlisensi sertifikat FIFA.

"Apa yang jadi tanggungjawab kami, sudah kami lakukan. Ini menunjukan bahwa kami Papua bisa kalau diberikan peran dan tanggungjawab. Papua bisa kenapa harus cari yang lain? Kalau Cenderawasih bisa kenapa harus Merpati," ujarnya dengan bangga.

Secara khusus, Elisabeth yang adalah pemilik sekaligus direktris perusahaan CV Adonai Jaya menyampaikan terimakasih kepada semua yang telah bekerjasama dan mendukungnya, terutama PT Freeport Indonesia yang selama ini memberikan suport dalam bentuk pengiriman barang.

"Saya ucapkan terimakasih kepada pimpinan PTFI, Claus Wamafma, dan seluruh staf atas koordinasi yang luar biasa dan sangat memprioritaskan kami dalam hal pengiriman peralatan karpet futsal ini sehingga dalam lima hari barang sudah sampai dan semuanya bisa dilakukan dengan baik," ungkapnya.

"Saya juga sampaikan terimakasih kepada PB PON Papua dan Sub Cluster Mimika serta Pansel Futsal Timika Panpel Futsal Timika atas dukungan dan kepercayaan ini," ujarnya. (Ronald)

Top