Atlet Pelatnas Turun Gunung, Epen Ka? Katong Bisa

Salah satu atlet Panjat Tebing Papua sedang melakukan latihan penguasaan papan panjat

MIMIKA, BM

13 Atlet panjat tebing dari Papua siap bertanding dalam ajang pagelaran even Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan di Kabupaten Mimika.

Sejak 21 Agustus 2021 yang lalu mereka telah tiba di kota Timika beserta dengan 10 orang yang terdiri dari pelatih beserta official untuk melakukan uji coba venue panjat tebing.

Para atlet akan mengikuti 16 nomor pertandingan baik lead, border dan speed masing-masing untuk kelas classic dan mix.

Dari 13 atlet tersebut 8 adalah putra dan 5 putri dimana salah satunya adalah berasal dari Mimika bernama Maria. Sementara atlet yang menjadi unggulan adalah Nesti yang berasal dari Serui.

Nesti menjadi unggulan karena selain sudah dua tahun berpengalaman dalam pertandingan panjat tebing, ia juga memiliki catatan waktu terbaik yakni 8 detik.

Pada Maret-April 2021 lalu ia berhasil masuk final di Bali, tiga bulan kemudian pada Juli 2021 ia berhasil meraih medali emas di Bogor untuk kelas speed.

Pelatih panjat tebing Pelatda Papua Judistro yang ditemui BeritaMimika Sabtu (11/9) disela-sela latihan ujicoba mengatakan potensi yang dimiliki para atlet Papua adalah mereka telah berlatih cukup lama.

Ia berharap pada pertandingan nanti mereka dapat mengeluarkan keahlian dan kemampuan terbaik mereka untuk harumkan Papua.

“Potensi atlet Papua ada di Abbas, Nesti dan Ladis. Mereka semua asli dari Papua. Tim kuat yang jadi pesaing adalah Jawa Timur, Jawa Barat dan Bali. Kita harus optimis meraih terget dua emas dengan andalan di kelas Lead Mix dan Speed Classic. Nesti yang akan turun di dua kelas ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengkab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Mimika Muhammad Basar mengatakan pada cabang olahraga ini akan ikut bertanding para atlet Pelatnas yang telah berhasil memecahkan rekor dunia.

“Mohon doanya untuk PON ini, atlet pemecah rekor dunia akan turun mewakili daerahnya masing-masing tetapi berdasarkan catatan dari pelatih kita patut menaruh harapan. Sebenarnya rekor yang dipecahkan juara dunia kemarin dengan anak-anak sebenarnya tidak beda jauh sehingga anak-anak bisa bersaing,” tuturnya.

Basar juga menyampaikan bahwa kesiapan venue panjat tebing sudah rampung 100 persen dan menjadi satu-satunya di Indonesia yang memiliki tirbun permanen dan terbaik.

“Ini satu-satunya venue panjat tebing di Indonesia yang punya tribun permanen dengan kapasitas dapat menampung minimal 300 orang. Kemarin dari Technical Deligate mengatakan ini venue terbaik se-Indonesia,” ungkapnya.

Ia mengatakan peralatan kompetisi yang terpasang saat ini masih menggunakan peralatan dari Pelatda Papua, sementara peralatan yang diadakan dari Kemenpora masih tersimpan dalam gudang.

”Masih kurang perlengkapan pendukung saja seperti kursi VIP. Lapangan sudah 100 persen posisi wall climbing sudah selesai. Setiap pertandingan poinnya akan berubah. Atlet tidak ada kesempatan untuk melihat dua kali tetapi satu kali saja untuk pemanjatan dan kalau lolos ke tahapan selanjutnya jalur akan berubah jadi poin dipasang setiap hari berubah,” tandasnya. (Elfrida)

Top