Olah Raga

Ternyata Pekerjaan Lahan Parkir Wisma Atlit SP5 Belum Tuntas, Kontraktor Diminta Segera Rampungkan


Lahan parkir wisma atlit

MIMIKA, BM

Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau mendesak kontraktor PT. Enrekang Kabere yang menangani pekerjaan area lahan parkiran wisma atlit agar secepat mungkin merampungkan pekerjaan tersebut. 

Menurutnya, pengerjaan tempat parkir wisma atlit sudah rampung karena dananya sudah dialokasikan sejak tahun 2018.

Namun saat ditinjau langsung pengerjaannya, anggota DPRP tersebut kaget karena mendapati pekerjaannya ternyata belum selesai.

Menurutnya, pekerjaan ini harus sudah rampung mengingat wisma tersebut direncanakan sebagai tempat tinggal para atlet pada pelaksanaan PON XX di Timika.

"Anggaran pembangunan wisma atlit itu telah dialokasikan kurang lebih tiga tahun lalu. Wisma atlit merupakan salah satu fasilitas persiapan PON yang paling pertama dibangun, sehingga sangat disayangkan jika sampai saat ini belum diselesaikan," tutur Thomas Sondegau usai meninjau infrastruktur penunjang PON, Senin (30/8) kemarin.

Thomas mengatakan, seharusnya lahan parkir ini lebih cepat selesai dari pekerjaan bagian lainnya untuk kepentingan PON. Ini termasuk fasilitas pertama yang dibangun untuk kebutuha PON.

"Kenapa sampai sekarang belum selesai? Kita berharap agar Pemda Mimika wajib tinjau lapangan guna mengecek tiap pembangunan yang belum tuntas," harapnya

Sebab menurutnya, Mimika merupakan tuan rumah pelaksanaan PON sehingga ia berharap segala persiapan harus dipastikan kesiapannya sedetail mungkin.

"Jika ada kendala bisa dilaporkan supaya kita dorong di APBD Perubahan Provinsi Papua. Kita mau ada kesuksean dalam PON 2021, dimana tinggal menghitung hari supaya saat pertandingan tidak ada beban lagi. Kami DPRP tetap mendukung dan bukan mencari kesalahan, namun kita semua mau PON ini sukses," tutur Thomas.

Sementara itu, Rudy selaku pengawas pekerjaan lahan parkir rusun mengatakan, hingga saat ini mereka hanya menyelesaikan pagar bagian belakang dan ditargetkan tuntas sebelum 15 September nanti.

Selain itu masih tersisa pengerjaan lainnya seperti pengecoran tiang, pemasangan lampu taman serta penyelesaian gapura bagian depan.

"Untuk target penyelesaian sampai tanggal 15 September nanti. Sekarang tinggal penyelesaian pagar bagian belakang dan pengecoran untuk tiang lampu,” kata Rudy.

Tambahnya, untuk lahan parkir ini panjangnya 188 meter dan lebar 84 meter. Kapasitas parkiran kurang lebih sebanyak 240 kendaraan roda dua dan roda empat. (Shanty)

Bram Raweyai : Kami PHRI Mimika Siap Untuk PON di Timika

Ketua PHRI Mimika, Bram Raweyai

MIMIKA, BM

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Mimika menyatakan siap mendukung program pemerintah daerah khususnya bagian akomodasi guna menyukseskan perhelatan PON XX Papua di Mimika.

Pemilik Hotel dan Restoran 66, Bram Raweyai yang adalah ketua PHRI Mimika mengatakan guna mematangkan apa saja yang menjadi tanggungjawab pihak hotel, sejauh ini telah dibicarakan dalam pertemuan PHRI dengan Sub PB PON Cluster Mimika.

"Jadi kemarin kita sudah rapat. Hasilnya dalam waktu tiga hari ini kita sudah masukan harga penawaran kamar," ujarnya.

Dikatakan Bram, Mimika memiliki 46 hotel dengan jumlah kamar yang tersedia sebanyak 1400 kamar. Ia mengatakan PHRI berkomitmen mensukseskan Mimika sebagai tuan rumah.

"Untuk kesiapan kita siap! Dari PHRI sudah siap, tinggal waktu 3 hari kita masukan penawaran harga kamar dan Senin pekan depan kita akan rapat lagi untuk menentukan," ungkapnya.

Ia mengatakan dari 46 hotel ini telah diklasifikasikan yang terbagi dalam hotel bintang 4, bintang 3, bintang 2 dan melati.

"Kalau di Mimika ini masuk kategori bintang 4 adalah Horison Hasanuddin, Horison Budi Utomo, Rimba Papua Hotel dan Mozza. Kalau kami 66 dan Grand Tembaga kategori hotel bintang 3," ujarnya.

Ia menjelaskan sesuai ketentuan sementara, pihak hotel hanya menangani penginapan dan laundry. Sementara konsumsi belum diputuskan, rencananya akan diputuskan pada rapat selanjutnya.

"Untuk konsumsi belum ada rapat itu. Kontingen yang datang tidak bawah koki sendiri karena semua diatur langsung oleh panitia. Ini yang akan kami fixkan nanti di rapat berikutnya," ungkap Bram. (Ronald)

Hari Ini Pendaftaran Relawan PON Kembal Dibuka! Pendaftar Diingatkan Jangan Abaikan Ini


Warga Timika saat mengantri pendaftaran sebagai relawan PON XX Papua, Senin (22/8)

MIMIKA, BM

Bidang SDM Sub PB PON XX Cluster Mimika, hari ini Sabtu (28/8) kembali membuka pendataran relawan PON yang sempat ditunda tiga hari.

Ketua Bidang SDM, Sub PB PON Mimika, Agus Hugo Kreey kepada BeritaMimika, Jumat (27/8) malam mengatakan pendaftaran di Tongkonan dimulai pukul 09.00 Wit hingga 16.00 Wit.

"Kita akan rekrut sebanyak 4.100 relawan PON. Walau nantinya jumlah pelamar melebihi jumlah ini, kami tetap akan menerimanya karena akan dilakukan seleksi," ujarnya.

Seleksi yang nantinya dilakukan panitia adalah seleksi kelengkapan berkas administrasi sesuai permintaan panitia.

Krey mengingatkan agar warga Mimika yang telah melakukan pendaftaran sebelumnya namun dokumennya tidak lengkap agar hari ini segera melengkapinya.

"Masih banyak yang kekurangan dokumen dan kami sudah hubungi yang sudah daftar sebelumnya agar besok (hari ini) datang lengkapi. Yang mendaftar baru dokumennya juga harus lengkap supaya tidak ada lagi kendala," ujarnya mengingatkan.

Dokumen yang harus disiapkan meliputi KTP, pas foto dan ijazah (harus di scan sesuai dokumen asli) serta sertifikat vaksin.

"Terkait NPWP, kami sudah lakukan koordinasi dengan bagian akreditasi provinsi dan mereka sudah nyatakan NPWP tidak lagi wajib," katanya.

Dikatakan proses seleksi kelengkapan dokumen akan dilakukan oleh panitia yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bidang.

"Kita juga sedang menunggu kebutuhan bidang yang masuk ke kita. Akan kita sesuaikan dengan rekrutan," ungkapnya.

Ditegaskan bahwa bidang yang tidak melakukan perekrutan adalah kesehatan, keamanan dan bidang lingkungan atau kebersihan kota.

"Kesehatan ini profesi jadi kita berikan peluang kepada kadis kesehatan untuk merekrut sesuai kebutuhannya. Untuk keamanan menjadi tanggungjawab TNI-Polri. Kalau kebersihan yang diberdayakan adalah petugas kebersihan di DLH," ungkapnya.

Krey juga mengatakan bahwa penerimaan ini memprioritaskan anak Amunge Kamoro namun hal utama yang harus diperhatikan adalah kelengkapan dokumen.

"Antusias yang tinggi harus didukung dengan dokumen yang lengkap. Kelengkapan dokumen jangan bermasalah karena pengimputan ini menggunakan aplikasi. Bukan kami panitia yang seenaknya menentukan. Kalau dokumen tidak lengkap maka tidak bisa diimput dalam aplikasi. Kami berharap ini jadi perhatian untuk semua," ujarnya mengingatkan. (Ronald)

Top