Olah Raga

Pendapat Para Pelatih Tarung Derajat Tentang PON XX Papua : Dua Jempol, Papua Hebat

Pelatih Sumatera Utara, Hizrah Saputra. Foto Humas PPM/ Kristin Rejang

MIMIKA, BM

Pertandingan Cabang Olahraga Tarung Derajat sudah dilaksanakan dari 8 Oktober 2021 hingga hari ini, Selasa (12/10/20) di Venue Eme Neme Yauware Timika.

Selama pertandingan, situasi keamanan di Gedung Eme Neme Yauware berlangsung sangat baik, dimana para penonton terlihat tertib dan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh panitia Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pelatih dari Papua, Manuel Maker mengatakan selama pelaksanaan pertandingan tarung derajat, semua berjalan baik.

"Saya lihat mulai dari persiapan untuk pelaksanaan ini, kami sangat berterimakasih karena semua berjalan dengan baik. Artinya meskipun ada kekurangan namun tidak ada yang mengurangi semangat atlet untuk bisa tampil disini," katanya.

Sementara itu pelatih dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Jago mengatakan pelayanan di Klaster Mimika mulai dari transportasi, makanan hingga konunikasi, semua telah disiapkan dengan sangat baik oleh panitia.

"Luar biasa kepada panitia, provisiat kepada panitia yang sudah temani kami sejak awal sampai hari ini final. Kami sangat bersyukur masyarakat Papua juga sangat baik dengan kami," ujarnya.

Zaki MB yang merupakan pelatih dari Kepulauan Riau menghaturkan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak, panitia juga kepada masyarakat Papua.

"Saya ucapkan terimakasih kepada saudara saudari saya di Papua. Pagelaran PON ini sangat bagus sekali dan kami bangga kepada Papua," ungkapnya.

Pelatih kepala dari Kalimantan Barat, Dedi Indarto mengatakan selama pertandingan tarung derajat di Mimika, semua berjalan sangat luat biasa.

"Penginapannya bagus, makannya tidak pernah terlambat, transportasinya bagus dan saya harus ancungi dua jempol untuk Mimika, Papua hebat," ungkapnya.

I Nyoman Dana, Pelatih Bali mengungkapkan situasional di Mimika. Ia mengatakan selama pertandingan berjalan, semua terselenggara dengan baik, kondusif dan aman.

Menurutnya, panitia termasuk warga pun ramah terutama dalam menyambut dan memperhatikan kontingen Bali.

"Pertandingan semua sudah berjalan lancar, dengan hasil yang mengejutkan. Tuan rumah Papua ternyata memberikan kejutan kepada daerah daerah lain. Yang notabene Papua itu masih belum dianggap maju tarung derajatnya tapi ternyata di PON kali ini luar biasa," ungkapnya.

Hizrah Saputra Harahap pelatih dari Sumatera Utara mengucapkan syukur karena bisa menginjakan kakinya di Papua.

"Alhamdulillah di timika luar biasa sambutannya, tidak ada kendala sedikitpun baik dari segi makanan semua bagus. Di kamar hotel itu banyak kotak makanan karena terlalu banyak makanan, dan tepat waktu datangnya kalau terlambat sedikit kita di telpon. Semoga Sumatera nanti sebagai tuan rumah bisa seperti ini," ungkapnya ramah. (Humas PPM/ Kristin Rejang, Aprina Lestari, Rahmat Julaini, Elfrida Sijabat dan Ronald Renwarin)

PON XX Papua, Bupati Mimika: Terima Kasih Wartawan

Bupati Mimika Eltinus Omaleng menutup pertandingan Cabor Aeromodeling di venue aeromodelling SP-5 Timika, Senin (11/10/20) Foto : Humas PPM/Lukas Tandilimbong

MIMIKA, BM 

Bupati Mimika Eltinus Omaleng memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat menyukseskan PON XX Papua khususnya di Klaster Mimika, salah satunya wartawan.

Dalam sambutannya Bupati mengucapkan terima kasih kepada para wartawan yang sudah meliput pelaksanaan PON untuk diinformasikan kepada khalayak umum.

"Terimakasih juga saya sampaikan kepada para wartawan yang sudah meliput kegiatan PON XX 2021," ucap Bupati saat menutup perlombaan Cabor Aeromodelling di Venue SP 5, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Senin (11/10/2021).

Khusus pelaksanaan PON di Klaster Mimika, peliputan pertandingan tidak hanya dilakukan oleh wartawan/jurnalis di Timika, tapi juga dari daerah lain.

Khusus untuk di Timika, Panitia Sub PB PON XX Papua Klaster Mimika melalui Humas bahkan melakukan Bimtek Jurnalistik Sport kepada sekitar 80 wartawan, agar peliputan lebih maksimal, khususnya teknis penulisan olahraga.

Tidak hanya itu, Humas juga menggelar Bimtek media center yang disiapkan untuk pekerjaan jurnalis.

Peliputan PON yang berlangsung semalam dua pekan sejak resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo 2 Oktober di Stadion Lukas Enembe, peliputan jurnalis tidak hanya berfokus pada pertandingan, tapi juga mengangkat sisi lain, salah satunya budaya, ekonomi serta infrastruktur di Kabupaten Mimika. (Humas PPM/ Marcel/Misba).

Hasil Sementara Final Pagi Tarung Derajat: Bali Tiga Emas Papua Dapat Dua



Seorang atlet puteri menutup wajah menahan air matanya usai diumumkan keluar sebagai pemenang pada Final Cabor Tarung Derajat di Eme Neme Yauware, Timika, Selasa (12/10). Foto Humas PPM/Hasan Sainus


MIMIKA, BM 

Pertandingan Final Cabang Olahraga Tarung Derajat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Klaster Mimika resmi digelar Selasa (12/10) mulai jam 09.00 Wit pagi.

Papua membuka kemenangan di partai pertama setelah unggul atas Kalimantan Timur.

Laga pertama dibuka dengan pertemuan Imanuel B Fakdawer dari Papua yang berhadapan dengan M Marcel Ferdinoor dari Kalimantan Timur.

Imanuel unggul 2-1 dan berhak atas medali emas di kelas 49,1-52 Kg. Sedangkan Marcel Ferdinoor harus puas mendapatkan medali perak.

Pertandingan kedua mempertemukan Yoseph Amoreus dari Nusa Tenggara Timur melawan Chairul Nam dari Lampung.

Di kelas 52,1-55 Kg ini, satu-satunya perwakilan NTT, Yoseph Amoreus dipastikan mendapatkan medali emas setelah unggul 2-1. Hasil ini membuat Chairul pulang dengan medali perak.

Pertarungan ketiga, Rudi Nurudin dari Bali bertemu lawan Lukman Hakim dari Kepulauan Riau. Di kelas 55,1-58 Kg ini, Bali memastikan peroleh medali emas pertamanya dengan keunggulan telak 3-0. Riau harus puas di posisi dua dan mendapatkan medali perak.

Pertandingan keempat merupakan pertarungan putri di kelas 45,1-50 Kg antara Vinka Widyaningrum dari Jawa Tengah melawan Beatriks Arwam dari Papua.

Laga ini berakhir untuk kemenangan Papua dan memastikan medali emas kedua. Vinka memastikan medali perak setelah kalah 1-2 dari Beatriks.

Laga kelima masih untuk kategori putri. Di kelas 50,1-54 Kg ini, petarung Kalimantan Barat, Novianyanti bertemu dengan atlet Jawa Barat, Sri Nurhayati SPd.

Di partai ini, "ibu guru" Sri hanya mendapatkan medali perak setelah kalah dari lawannya dengan skor 1-2.

Pertandingan keenam mempertemukan putra masing-masing dari Jawa Barat dengan atlet Andika Dwiki Arislan dan Gede Dicky Handika Putra dari Bali. Di kelas 58,1-61 Kg ini, Bali meraih medali emas keduanya dengan kemenangan 2-1.

Pertandingan ketujuh di kelas 61,1-64 Kg, Farhan Attamamil Arda dari Sumatera Utara melawan Elim Tabuni, atlet Papua.

Farhan menang telak 3-0 atas Elim di partai ini dan memenangkan medali emas serta membuat Papua mendapatkan medali perak pertama.

Partai kedelapan mempertemukan Muhammad Rizki Firdaus dari Sumatera Utara yang bertemu I Made Ardi Arimbawa dari Bali.

Kemenangan di kelas 64,1-67 Kg ini dipastikan menjadi milik Made Ardi di ronde kedua lantaran Muhammad Rizki tak dapat melanjutkan pertandingan.

Selain Seni Tarung, partai final pagi tadi juga menampilkan pertandingan Seni Gerak puetera yang melibatkan tiga kontingen yakni dari Sulawesi Selatan, Daerah Istimewa Aceh dan Jawa Tengah.

Selain itu, untuk Seni Gerak Putri diikuti oleh peserta dari kontingen Daerah Istimewa Aceh, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Baik seni gerak putra maupun putri hingga kini belum diumumkan kemenangannya.

Pertandingan final ini akan dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIt setelah sebelumnya dihentikan untuk jeda istirahat pada pukul 12.00 Wit. (Humas PPM/ Rachmat Julaini, Kristina Rejang, Aprina Lestari, Elfrida Sijabat dan Ronald Renwarin)



Top