Kesehatan

Provinsi Laporkan 112, Mimika Laporkan 110, Kenapa Datanya Berbeda

Update jumlah kasus Covid-19 pers distrik di Mimika, Minggu (11/5)

MIMIKA, BM

Untuk ketiga kalinya, Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Provinsi Papua melaporkan update kasus Covid-19, berbeda dengan yang dilaporkan Tim Gugus Tugas Kabupaten Mimika.

Malam ini, Minggu (10/5), Tim Gugus Provinsi melaporkan bahwa ada penambahan 15 kasus baru pasien Covid-19 di Mimika. Jumlah ini membuat kumulatif pasien Covid-19 di Mimika menjadi 112 orang.

Namun melalui pernyataan pers Minggu malam, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika melaporkan hanya 13 orang. Total pasien Covid-19 Mimika 110 dan bukan 112.

Jubir Reynold Ubra menegaskan, Tim Gugus Tugas hanya melaporkan namun yang melakukan verifikasi dan memiliki data adalah Mimika.

Ia mengatakan Informasi yang sudah dipublikasi Tim Gugus Provinsi ada selisih 2 angka. 2 kasus tersebut merupakan pasien lama yang dilakukan tes PCR kembali namun mereka masih dinyatakan positif.

“Selisih angka itu biasa dan tingkat kesalahan ini masih bisa diklarifikasi, hanya saja entry data individual yang punya adalah kabupaten. Setelah kami verifikasi, memang benar 15 kasus tapi 2 kasus yang dilaporkan di dalamnya merupakan kasus lama yang sudah dilaporkan pada April kemarin,” ungkapnya kepada BeritaMimika.

Dua kasus lama yang disertakan dalam laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua hari ini adalah data positif Covid-19 pasien nomor 061 dan 084.

“Makanya kami cek lagi pasien 061 dan 084 double. Tidak mungkin kami harus mencatat mereka dua kali. Inilah alasan sebelum rilis data kami perlu teliti dan harus hati-hati, apakah nama-nama yang dilaporkan ini sudah keluar atau belum. Untuk apa kita buru-buru tapi salah dalam melaporkan atau memberitakan,” ungkapnya.

Reynold mencontohkan laporan pasien sembuh beberapa waktu lalu seharusnya sudah mencapai 17 orang namun Tim Gugus Tugas Provinsi belum melaporkan. Mereka masih menyatakan 13 di Mimika yang sembuh.

“Akhirnya pasien sembuh datanya kami kirim kembali dengan menghubungi tim (dinkes provinsi) baru diperbaiki. Terkait jumlah malam ini juga, besok kami kirim kembali datanya untuk klarifikasi bahwa 2 pasien lama ada dalam laporan mereka malam ini,” ujarnya.

Dengan demikian, kumulatif pasien Covid-19 di Mimika hingga Minggu (10/5) malam jumlahnya 110, bukan 112 seperti yang sudah dirilis beberapa media.

13 pasien baru positif Covid-19 malam ini yang dilaporkan semuanya berasal dari Rumah Sakit Tembagapura. Mereka adalah pasien 098 inisial HRS (L, 49), 099 MST (P, 56), 100 DDT (L, 46), 101 TRY (L, 46), 102 BSH (L, 47) dan pasien 103 inisial YCL (L, 45).

Selain itu pasien 104 berinisial RZS (L, 32), 105 MCS (L, 24), 106 WLS (L, 28), 107 SMS (L, 49), 108 WGK (L, 41), 109 SDT (L, 42) dan 110 ALF (L, 53).

“Setelah validasi data, jumlah kumulatif untuk Mimika 110 dan kasus aktif berjumlah 90 pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Mereka dirawat di RSUD, RSMM dan RS Tembagapura,” ujarnya.

Reynold menjelaskan pasien Covid-19 di RSUD yang diisolasi berjumlah 16 orang, Shelter 7 dan 1 pasien dalam pengawasan RSUD. Sedangkan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) merawat 3 pasien dan Rumah Sakit Tembagapura 63.

“Berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Tembagapura, 63 orang ini sedang diisolasi dalam pemantauan tim medis dan semuanya positif dengan gejala ringan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan juga, hari ini sebanyak 8 orang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru. 4 dilaporkan oleh RS Tembagapura, 1 RSUD Mimika dan 3 dari RSMM.

“Jumlah PDP yang dipantau sampai malam ini 117 orang. Dari jumlah ini 36 orang isolasi mandiri sedangkan 81 orang di rawat di RSUD (9), Shelter (3), RSMM (17) dan RS Tembagapura merawat 52 orang” ujarnya.

Sementara itu, Reynod Ubra mengatakan hari ini tidak ada pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, demikian pula PDP yang dinyatakan sehat.

Hari ini, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dilaporkan ada 21 kasus baru yang ditemukan RSUD (1), PSC 119 (1) dan Klinik Polres Mimika (19). Dengan demikian jumlah ODP di Mimika totalnya 508 orang.

“Secara kumulatif seharusnya 510 orang namun ada 2 ODP, 1 terkonfirmasi positif dari RS Tembagapura dan 1 sudah dinyatakan sembuh. Dari 508 ini, 494 lakukan isolasi mandiri sedangkan yang masih diisolasi oleh RSUD berjumlah 14 orang. 1 di RSMM dan 13 di Wisma Atlet (Shelter-red),” jelasnya.

Kemudian untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) hari ini ada 3 laporan baru yakni berasal dari PSC 119. Sehingga secara kumulatif Total OTG berjumlah 933.

“Tapi hari ini ada 6 orang OTG terkonfirmasi positif Covid-19, satu orang dinyatakan sehat. Sehingga total 7 orang dikeluarkan dari status OTG,” terangnya. (Ronald)

Freeport Datangkan PCR, Pekan Depan Rencananya Sudah Digunakan

Ilustrasi PCR (Foto Google)

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia terus berupaya melakukan penitrasi dan pengendalian penularan virus corona di lingkungan kerjanya, terutama di Tembagapura termasuk Kuala Kencana.

Upaya strategis PTFI salah satunya dengan pengadaan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang akan digunakan di Rumah Sakit Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Mimika Reynold Ubra mengemukakan bahwa rencananya pekan depan klinik Kuala Kencana akan menguji coba alat PCR.

"Informasi yang kami terima untuk sekali pemeriksaan bisa 200 tapi akan disesuaikan dengan jumlah tenaga medis yang tersedia untuk mengoperasikan PCR agar hasilnya maksimal," ujarnya.

Menurutnya, PCR dinilai lebih akurat apabila dibandingkan dengan Rapid Tes untuk mendeteksi kasus Covid-19.

"Rapid tes sampai kini memang tidak direkomendasikan oleh WHO tetapi menurut portokol kesehatan ditujukan untuk mendeteksi dini penjaringan kasus dan isolasi serta kepastian hasil setelah dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR. Rapid tes ditujukan kepada masyarakat yang memiliki kontak erat positif Covid-19, tenaga kesehatan dan tes massal. Mimika fokus pada ODP, PDP, OTG dan tenaga kesehatan. Yang positif selanjutnya dirujuk ke RSUD," katanya.

Ia mengatakan jika PCR nanti difungsikan maka akan sangat membantu upaya pengendalian Covid-19 di Kabupaten Mimika.(Elfrida

Meningkatnya Kasus Covid-19 Di Mimika Karena Tingginya Pergerakan Manusia

Hingga Jumat (8/5), jumlah kasus positif di Mimika 97 kasus

MIMIKA, BM

Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 diperpanjang di Kabupaten Mimika karena tren kasus wabah kian hari mengalami peningkatan sejak pertama kali diumumkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian (TGTPP) Covid-19 Mimika pada 29 Maret 2020 lalu.

Dalam sebulan dari awalnya hanya 2 kasus positif Covid-19, kini meningkat drastis menjadi 97 kasus.

Jumat (8/2), juru bicara Tim Gugus Tugas Mimika Reynold Ubra kepada awak media melalui video conference yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Mimika mengumumkan penambahan dua kasus postif Covid-19.

"Dengan dua penambahan kasus positif Covid-19 maka kumulatif saat ini 97 kasus. Sementara, kasus aktif sedang dipantau 77 kasus. Dari 77 tersebut yang ditangani oleh RSUD ada 24, RSMM 3 dan RS Tembagapura 50 kasus," ujarnya

Inisial dari kasus positif Covid-19 dilaporkan oleh RSMM yakni kasus 096 dengan inisial MLP, perempuan umur 33 beralamat di Kelurahan Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana.

Kedua, pasien 097 inisial ELW, laki-laki umur 50 tahun di Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru. Sample kedua kasus ini dikirimkan oleh RSMM.

Ia menuturkan bahwa kasus 096 dan 097 belum dapat dipastikan apakah memiliki hubungan dengan kasus sebelumnya karena laporan baru saja diterima pihaknya sehingga sepanjutnya akan dilakukan penyelidikan epidemilogi untuk menggali riwayat kontak.

Sambung dia, update data hingga hari ini (Jumat-red) untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 107, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 464 dan Orang Tanpa Gejala (OTG) tembus 926 orang.

"Dari jumlah PDP 107, 31 orang melakukan isolasi mandiri dan 76 ditangani oleh rumah sakit yakni RSUD 10, RSMM 17 dan RS Tembagapura 49 orang,” ungkapnya.

Penambahan ODP hari ini berjumlah 61 yang dilaporkan oleh RSUD (4), RSMM (2), RS Tembagapura (1) puskesmas Wania (1) dan hasil tracing kontak 13. Sementara status OTG berubah menjadi ODP sebanyak 40 orang.

Sementara untuk OTG tercatat 5 dari RSMM (1) dan hasil tracing kontak (4). Sementara perubahan status dari OTG ke PDP 1 orang, namun OTG ke ODP berjumlah 40 orang. 1 orang juga dinyatakan selesai masa pemantauan sehingga dengan demikian jumlah OTG yang dipantau total keseluruhan sebanyak 926 orang.

"Meningkatnya penemuan kasus Covid-19 dan bertambahnya PDP, ODP dan OTG ini adalah salah satu keberhasilan pelacakan kasus Covid-19. Hal ini akan meningkat terutama diwilayah yang ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal karena masyarakat yang datang pasien dengan gejala batuk pilek di era Covid-19 bisa ditetapkan oleh tim medis sebagai PDP atau ODP maupun OTG," imbuhnya.

Reynold menegaskan bahwa peningkatan kasus secara teori menggambarkan bahwa pergerakan penduduk di Mimika sangat tinggi karena penyebab melonjaknya kasus Covid-19 dipengaruhi oleh pergerakan manusia.

Menurutnya, saat ini masyarakat Mimika di wilayah terjangkit menunjukkan aktivitas dan mobilisasi yang tinggi dan merekapun kurang meningahkan social serta physical distancing.

Padahal cara ampuh untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan tinggal di rumah, melakukan social dan physical distancing (jaga jarak), menggunakan masker, pola hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan dengan sabun serta menjaga kekebalan tubuh.

"Orang yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 maupun hasil penjaringan positif (rapid tes-red) karena penularannya dari manusia ke manusia dengan droplet atau percikan baik dari hidung maupun air liur dari mulut, atau bisa juga tekontaminasi di benda yang kita pegang," jelasnya.

Menurutnya masyarakat tidak perlu takut akan Covid-19 selama mentaati imbauan dari pemerintah. Peristiwa ini tidak hanya terjadi di Mimika tetapi meluas ke seluruh dunia. Di era Covid-19 ini rasa solidaritas dan kekeluargaan justru harus ditingkatkan dengan tetap mematuhi imbauan pemerintah. (Elfrida)

Top