Reynold Ubra : Tidak Benar Perawat Di Agimuga Meninggal Karena Covid-19
Jubir Pencegahan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra
MIMIKA, BM
Reynold Ubra, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika menegaskan bahwa petugas kesehatan yang meninggal pekan lalu di Agimuga bukan karena terjangkit Covid-19.
Hal ini ia sampaikan kepada BeritaMimika, Selasa (5/5) malam, guna menanggapi keresahan masyarakat Distrik Agimuga dan menjawab pertanyaan yang dipertanyakan oleh Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Kabupaten Mimika.
“Sebagaimana video mengenai petugas kami di Agimuga yang meninggal dunia di Kiliarma pada hari Senin kemarin, tidak benar almarhum meninggal karena Covid-19. Penanganan yang dilakukan kemarin mulai dari penjemputan jenazah hingga pemakaman mengikuti prosedur pemulasaraan dan pemakaman jenazah di masa Pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Reynold Ubra meminta warga Distrik Agimuga termasuk OKIA tidak perlu khawatir dengan kekuatiran sebelumnya karena secara medis, perawat tersebut tidak terkontaminasi virus corona.
Ia bahkan mengatakan Keluarga Besar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sangat kehilangan salah satu tenaga kesehatan terbaik yang rela bertugas di daerah terpencil dan berkorban untuk melayani masyarakat.
“Almarhum selama bekerja benar-benar mendedikasikan hidupnya dengan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki untuk melayani masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Agimuga. Catatan kinerja kami terhadap Almarhum adalah dia selalu setia di tempat tugas bahkan pada hari raya Natal pun diberikan kesempatan untuk cuti namun alamrhum tetap bertahan untuk memberikan pelayanan,” ungkapnya.
Almarhum sebelumnya memang sedang sakit. Dinas Kesehatan Mimika pada awal Februari memintanya ke Timika untuk berobat namun ia tidak ingin meninggalkan puskesmas karena memikirkan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya pikir pada saat ini kita sudah sangat jarang mendapatkan orang-orang muda yang mau mendedikasikan dirinya bahkan hingga meninggal di tempat tugas seperti almarhum. Beliau adalah panutan bagi kami,” ujarnya.
Kepada media ini, Reynold Ubra juga menyampaikan bahwa status Tanggap Darurat penanganan Covid-19 di Mimika ditambahkan 14 hari, terhitung Rabu (6/5) besok hingga 20 Mei.
Pengawasan selanjutnya akan diperketat oleh tim gabungan guna memutuskan mata rantai penularan secara transmisi lokal.
“Kami sangat berharap agar masyarakat tetap tinggal di rumah. Komitmen Pemda Mimika, TNI dan Polri untuk melaksanakan pengawasan ini sebagai bentuk menyelesaikan penyebab utama penularan Covid-19 di Mimika. Dengan berdiam diri di rumah, kita bukan hanya menyelamatkan hidup kita dan keluarga kita namun juga orang lain disekitar kita,” ungkapnya. (Ronald)



