Kesehatan

Polres Mimika Gelar Donor Darah Sambut HUT Bhayangkara ke-77

Salah satu anggota Polres Mimika saat mendonorkan darahnya

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-77 tahun 2023, Polres Mimika menggelar giat bakti sosial berupa donor darah di Klinik Tribrata yang beralamat di Jalan WR Supratman, Selasa (13/06/2023).

Kegiatan bakti sosial yang mengusung tema "Polri Presisi Untuk Negeri Pemilu Damai Menuju Indonesia Emas" ini bekerjasama dengan RSUD Mimika dan Palang Merah Indonesia (PMI).

"Untuk kegiatan ini kita buka secara umum, bukan hanya untuk Polri maupun pihak TNI, tetapi dipersilahkan bagi masyarakat yang punya keinginan untuk melaksanakan kegiatan donor,"kata Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra.

Kata Kapolres Mimika, darah yang diperoleh dari pelaksaan donor darah ini akan distribusikan ke RSUD Mimika.

"Jadi dengan pelaksanaan donor darah ini, ketersediaan atau stok darah di Kabupaten Mimika bisa bertambah dari sisi kwantitasnya. Kita tidak targetkan berapa, yang jelas berapapun yang akan melaksanakan donor darah akan kita fasilitasi," kata Putra. (Ignasius Istanto)

Tinjau Langsung Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan, Wapres Berikan Apresiasi

W apres RI, KH Ma'ruf Amin saat menyapa beberapa masyarakat seusai menjalani operasi katarak di RSUD Mimika

MIMIKA, BM

Kegiatan bakti sosial berupa pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Mimika mendapat apresiasi dari Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin saat meninjau atau melihat secara langsung pelaksanaannya di RSUD Mimika, Rabu (7/12/2023).

Kegiatan bakti sosial yang dilakukan ini adalah kolaborasi dengan Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Mimika, PT. Freeport Indonesia (PTFI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Baksos yang mengambil tema “Kitorang Melihat Terang” ini, berfokus pada layanan operasi katarak dan bibir sumbing, pelayanan kesehatan umum, gigi dan pembagian vitamin serta sembako.

Adapun tindakan operasi katarak yang dilakukan oleh tim dokter dari Perdami dengan total 78 pasien katarak atau 105 biji mata dan operasi bibir sumbing oleh tim dokter RSPAD dengan total 12 pasien.

Wapres RI, KH Ma'ruf Amin di RSUD Mimika, mengatakan bahwa terkait baksos ini ada dua hal penting, diantaranya pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tapi perlu adanya pelatihan dan pelaksanaan baksos yang dilakukan oleh berbagai unsur termasuk pemerintah kepada saudara sebangsa dan setanah air tidak pernah meninggalkan Papua, tidak pernah memalingkan diri dari Papua namun justru sangat peduli pada kesejahteraan Papua.

“Baksos hari ini sudah memperlihatkan dalam mengedepankan  solidaritas dan persatuan untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai,” tulisnya.

Kata Wapres, Ma'ruf Amin bahwa bakso dengan tema "Kitorang Melihat Terang" Ini menjadi berkah dan suatu mujizat.

“Pelayanan kesehatan ini berkah, semoga kitorang melihat terang telah melihatnya secara nyata, tetapi juga terang akan papua yang maju wilayahnya, makmur ekonomi dan cerdas sumber daya manusianya,” kata Wapres.

Sementara itu Ketua Umum PPAD, Letjen TNI (Purn) Dr. (HC) Doni Monardo, menyampaikan bahwa bakti sosial ini berangkat dari melihat kondisi masyarakat Papua, di antaranya banyak masyarakat yang menderita katarak.

"Mereka yang menderita katarak ini diduga asap dapur, karena rumah masyarakat adat Papua (honai) itu tidak berjendela dan hanya memiliki satu pintu, sehingga mengakibatkan iritasi dan berujung katarak," ujarnya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, ada juga dukungan bantuan yang diberikan sebesar lima milyar rupiah dari PTFI dalam bentuk penyediaan 1.150 paket sembako, serta transportasi dan penginapan untuk para dokter dari RSPAD dan Perdami serta PPAD sebagai pelaksana baksos di Timika.

Penyelesaian sebelum meninjau pelayanan kesehatan di RSUD Mimika, Wapres beserta rombongannya terlebih dahulu mengunjungi dan menyapa para peserta didik Institut Pertambangan Nemangkawi milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kuala Kencana . (Ignasius Istanto)

Reynold: DBD Pada Anak, Jangan Sampai Tidak Sadarkan Diri

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengingatkan kepada masyarakat khususnya orang tua agar dapat memperhatikan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menjangkit anak-anak.

Pasalnya, kondisi cuaca saat ini dan Timika sebagai daerah endemis malaria, sangat tidak diharapkan anak-anak terkena DBD.

Reynold meminta orangtua, jika anak mereka mengalami demam dengan suhu badan tinggi maka segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Yang DBD kami jaga itu jangan sampai anak-anak shok kemudian tidak sadarkan diri, pelayanannya pasti di ICU,” kata Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra saat ditemui, Selasa (25/7/2023).

Reynold mengatakan, Kasus DBD di Mimika sejak bulan Januari sampai Juli 2023, telah menyerang 503 orang.

Lebih dari 100 kasus dialami anak-anak diantaranya, usia 6 sampai 11 tahun 109 kasus, usia 1 sampai 5 tahun 56 kasus dan usia di bawah satu tahun sebanyak 10 kasus.

Untuk itu, para warga terutama orang tua diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan. Brang-barang bekas berupa kaleng dan botol-botol plastik harus dimusnahkan dengan cara ditimbun, kemudian tempat penampungan air juga harus sering di kuras.

“Cara yang paling murah dan mudah bisa dilakukan menggunakan lengan panjang di waktu malam, hindari aktivitas di luar rumah, hindari gigitan nyamuk,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top