Kesehatan

Loka POM Timika Cek Barang Kadaluarsa dan Ijin Edar Jelang Idul Fitri

Petugas saat sedang melakuan pengecekan

MIMIKA, BM

Loka POM Kabupaten Mimika melakukan pengecekan barang kadaluarsa dan Ijin Edar di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Pengecekan ini dinamakan kegiatan Intensifikasi pengawasan pangan yang juga menggandeng Dinas Kesehatan Mimika.

Kegiatan Intensifikasi atau pengawasan ini dilakukan dengan mengecek barang kadaluarsa, cacat, kadaluarsa dan barang tanpa ijin edar dari sebuah produk di berbagai distributor di Mimika.

"Kami laksankaan itu mulai 19 Maret 2024 sampai hari ini. Dalam kegiatan ini kami juga melibatkan teman-teman dari pemerintah daerah khususnya dari Dinas Kesehatan," kata Kepala Loka Pom Mimika, Marselino F. Paepadaseda usai melakukan pemeriksaan di salah satu distributor di Yos Sudarso, Rabu (20/3/2024).

Ia mengatakan semenjak dilakukan pemeriksaan hingga hari kemarin, patut disyukuri karena dari 9 lokasi belum ditemukan adanya pangan rusak, cacat, kadaluarsa maupun pangan tanpa izin edar.

"Kegiatan ini kami tetap akan laksanakan sampai dengan di pertengahan April di tahap terakhir pas sebelum hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah,"ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya memilih distributor karena asal muasal dari produk ini sebagian besar dari distributor.

Namun pada kenyataannya beberapa sarana retail pun akan dikunjungi seperti sarana toko, kios, atau swalayan sebagai wujud pengawasan yang menyeluruh.

Ia berpesan kepada para pelaku usaha kiranya dalam mendistribusikan produk, memperhatikan tata cara pendistribusian pangan yang baik sehingga mutu dari pangan yang distribusikan dapat dijaga serta layak untuk dikonsumsi.

"Kemudian bagi masyarakat juga kiranya menjadi konsumen yang cerdas selalu ingat prinsip dalam kegiatan jual beli itu prinsip semboyan kami itu adalah CEKLIK cek kemasan, cek label, cek ijin eder dan cek kadaluarsa,"pesannya.

Marselino juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas keterlibatannya dalam kegiatan ini.

Diharapkan, sampai dengan tahap terakhir tidak ada temuan-temuan yang sifatnya mengganggu sistem distribusi dan mudah-mudahan para pelaku usaha pun juga mampu menjaga mutu produk yang dibikin sampai dengan menjelang hari raya Idul Fitri.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Mimika, Marthen menjelaskan alasan keteribatan instansinya. 

"Kami Dinkes tidak fokus di bagian produknya tetapi kami fokus pada sarananya, mulai dari sanitasinya, melihat bangunannya sesuai dengan prosedurnya atau tidak,"tutur Marthen.

Dikatakan, pada saat pemeriksaan masih didapati distributor yang menggabungkan antara barang bangunan dan sembako.

"Jadi aturannya tidak boleh. Memang boleh tapi harus dipisahkan mana sembakonya, mana kosmetiknya, mana toko bangunannya. Itu harus di pisahkan tidak boleh dicampur. Boleh satu bangunan tapi harus di sekat,"ucapnya.

Marthen mengaku sudah mengambil langkah terhadap distributor tersebut yakni memberikan teguran untuk memperbaiki sarananya lebih baik.

"Kami sudah sampaikan ke pelaku usaha juga untuk diperhatikan,"ungkapnya. (Shanty Sang)

61 Ekor Babi Mati Kena Virus di Mimika, Ini Himbauan Dari Disnakeswan

Kondisi babi mati yang terpapar virus

MIMIKA, BM

Masyarakat Mimika harus waspada terutama para peternak hewan babi karena dalam tiga empat hari ini telah terjadi kematian babi sebanyak 61 ekor dikarenakan virus.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Mimika telah mengambil sampel dan tengah menunggu hasil laboratorium.

Kepada media ini melalui saluran telepon, Senin (22/1/2024), Kepala Disnakeswan Kabupaten Mimika drh. Sabelina Fitriani, M.Si. mengatakan gejala penyakit ini mirip dengan Streptokokus, Hokolera dan African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

“Kalau Streptokokus bisa dengan antibiotik disuntik sembuh, kemudian Hokolera itu kan sudah ada vaksin, kita sudah endemis untuk hokolera. Hanya yang baru itu ASF, itu penyakit baru dan yang kita khawatir itu masuk,” ucapnya.

Sambil menunggu hasil periksa laboratorium, Disnakeswan mengirim organ untuk diuji PCR- ELISA.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini, semoga Jumat sudah dapat hasilnya supaya kita bisa lakukan langkah yang lebih tepat. Sementara ini kita sudah distribusi disinfektan ke beberapa peternak. Belum menyeluruh karena persediaan terbatas. Kita harapkan masyarakat sudah bisa swadaya ataupun datang ke dinas,” terangnya.

Dalam kasus, ini drh. Sabelina menjelaskan bahwa manusia bisa menjadi perantara atau pembawa virus apabila sudah terpapar virus ini.

“Misalnya saya ke kandang kemudian saya ke kandang lain pasti menularkan. Jadi saya tidak boleh dari kandang ke kandang, saya harus ke rumah saja, satu tempat kemudian di semprot, ganti baju dan lainnya. Karena virus penularannya seperti covid-19 bisa terbawa melalui barang atau manusia,” imbuhnya.

Saat ini dikatakan hanya ASF yang tidak ada vaksin dan hanya bisa diberi vitamin atau antibiotik itupun tergantung daya tahan tubuh babi, jika kuat maka bisa bertahan.

“Hal-hal yang harus dilakukan agar masyarakat atau peternak babi tidak panik yakni pertama laporkan ke dinas kemudian jangan menjual babi yang sakit. Karena itu juga penularan,” ucapnya.

Kedua, jangan memindahkan dari satu kandang ke kandang lain. Itu juga akan menularkan. Kemudian, bersihkan kandang tapi jika babi sudah sakit jangan dimandikan terus karena akan drop. Yang terpenting kandang harus bersih.

“Makanan cukup kemudian semprot kandang dengan disinfektan sebaiknya setiap hari. Yang penting hati-hati minta petunjuk pengecerannya berapa, nanti minta di dinas saja. Di dinas kita stok masih ada tapi terbatas. Memang petugas sudah ada beri ke beberapa peternak tetapi petugas juga terbatas, dia hanya boleh ke tempat yang memang masih sehat,” paparnya.

Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan yakni terdapat bintik-bintik merah di telinga, muntah darah dan kematian pada babi yang usianya sudah dewasa serta diare.

“Ini tidak zoonosis, tidak menular ke manusia hanya manusia bisa menjadi perantara jika bersinggungan atau di kandang kemudian pergi ke tetangga,” tandasnya.

Sebagai antisipasi juga drh. Sabelina menyarankan untuk mengurangi atau membatasi orang yang masuk kandang jadi khusus pemilik kandang.

"Jika ada yang datang dihindari saja. Sampaikan ini dibatasi karena situasi sedang merebak. Masyarakat dalam situasi seperti ini lakukan disinfektan kandang, jangan memindahkan ternak yang sakit ke tempat lain kalau bisa dibatasi, kemudian menjaga kebersihan kandang dan memberi makan pada ternak,” pesannya. (Elfrida Sijabat)

Resmikan Rumah Sakit TK IV Timika, Prabowo Berikan Apresiasi Buat Masyarakat Kamoro

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada saat meresmikan Rumah Sakit TK IV Timika Kesdam XVII/Cenderawasih

MIMIKA, BM

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada masyarakat suku Kamoro pada saat meresmikan Rumah Sakit TK IV Timika Kesdam XVII/Cenderawasih yang berada di Jalan Agimuga Mile-32, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (10/11/2023).

Pasalnya Rumah Sakit ini dibangun diatas tanah masyarakat Kamoro yang sudah dihibahkan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk pelayanan kesehatan buat prajurit TNI, ASN dan masyarakat umum.

"Saya atas nama pemerintah Republik Indonesia mengucapkan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat atau masyarakat suku Kamoro. Saya juga ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang memungkinkan Rumah Sakit ini berdiri dalam waktu yang cukup singkat," ucapnya saat memberikan sambutan.

Menurut mantan Danjen Kopassus bahwa apa yang sudah diberikan oleh masyarakat dari suku Kamoro ini karena kesetian kepada merah putih.

"Dari sekian puluh tahun suku Kamoro sangat setia kepada merah putih. Mereka setianya itu tidak di mulut saja tapi di hati, dan setianya itu mereka buktikan menyumbang cukup besar ribuan hektar tanah. Salah satu buktinya berdirinya Rumah Sakit ini di tanahnya suku Kamoro,"ujar Prabowo.

Disampaikan Prabowo bahwa pembangunan Rumah Sakit terus menerus akan dilakukan, bahkan hingga diakhir tahun itu akan diresmikan 26 Rumah Sakit.

"Tahun depan kita akan teruskan, karena sudah ada rencana tambah lagi 20 Rumah Sakit. Ini jadi sasaran atau cita-cita kita, supaya disetiap Kabupaten itu harus ada Rumah Sakit seperti ini dan yang modern serta fasilitas yang cukup sehingga prajurit, ASN dan masyarakat tidak perlu jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,"ungkapnya.

Diketahui sebelum meresmikan Rumah Sakit TK IV Timika Kesdam XVII/Cenderawasih, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyerahkan 79 unit sepeda motor kepada prajurit TNI/Polri di Timika. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada prajurit TNI/Polri dalam menjalankan tugas mereka sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. (Ignasius Istanto)

Top