Kesehatan

Usai Jalani Persidangan, Plt Mimika John Rettob Kunjungi ODGJ Asal Mimika di RSJ Abepura


Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob saat melihat salah satu pasien ODGJ di RSJ Abepura didampingi Direktur Emma Come

MIMIKA, BM

Usai mengikuti persidangan Tipikor di PN Jayapura, Plt Bupati Mimika Johannes Rettob menyempatkan waktunya untuk mengunjungi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Mimika di Rumah Sakit Jiwa Abepura, Kamis (6/4/2022).

Kedatangan Plt John Rettob siang tadi didampingi Kasie Disabilitas Fisik dan Mental, Anna Lesomar, Kasie Tuna Sosial Merlin Temorubun dan sejumlah staf Dinas Sosial Mimika, disambut Direktur dan wakil direktur RSJ Abepura.

Di RSJ Abepura ini ada 4 ODGJ asal Mimika yang sedang menjalani perawatan. Mereka adalah 3 wanita dan 1 pria yakni F, MM, KW dan M. Keempatnya telah didatangkan oleh Dinas Sosial Mimika sejak sabtu pekan lalu.

Selama di RSJ Abepura, keempatnya akan mejalani perawatan berupa terapi sosial, terapi psikis dan pengobatan secara rutin.

Kepada media, Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan berdasarkan data dari Dinas Sosial ada 71 ODGJ sementara data Dinas Kesehatan ada sekitar 200-an ODGJ di Mimika.

"Di Timika sudah cukup banyak dan kita seperti sudah lampu kuning sehingga kita harus serius melihat persoalan ini. Saya berkunjung untuk melihat kondisi dan keadaan mereka sehingga ketika kita pulang, kita sudah tahu dan punya gambaran apa saja yang harus kita lakukan ke depan termasuk anggarannya," ungkap Plt Mimika, Johannes Rettob.

JR menjelaskan, keempat ODGJ bisa dirawat di RSJ Abepura karena adanya Perjanjian Kerjasama antara Pemda Mimika melalui Dinas Sosial bersama RSJ Abepura.

Sebelum keempatnya didatangkan, mereka terlebih dahulu ditempatkan di rumah singgah Dinas Sosial di kilometer 7.

"Saya beri apresiasi kepada Dinas Sosial dan juga pihak RSJ Abepura atas kerjasama ini. Kita berharap dengan perawatan dan pengobatan yang diberikan, mereka bisa sembuh dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga mereka di Timika," harapnya.

Mengingat banyaknya ODGJ di Mimika, kerjasama ini akan terus dilakukan Pemda Mimika bersama RSJ Abepura. Selain melalui Dinas Sosial, PKS juga akan dilakukan bersama Dinas Kesehatan.

"Terkait ODGJ ini, Mimika sudah termasuk rawan sehingga kita harus beri perhatian serius. Tahun ini cukup banyak biaya yang kita sudah siapkan baik melalui Dinsos maupun Dinkes. Target kita adalah mereka bisa sembuh," ungkapnya.

Direktur RSJ Abepura, Emma Come mengatakan Pemda Mimika merupakan salah satu kabupaten di Papua yang peduli dengan keberadaan ODGJ di wilayahnya.

"Mimika cukup care dengan persoalan ini dan kami sangat mengapresiasi kunjungan bapak Plt Bupati Mimika melihat warganya disini. Kepedulian seperti inilah yang harus kita tunjukan kepada mereka," ungkapnya.

Kepada Plt Bupati Mimika, Direktur RSJ Abepura berpesan bahwa selain pengurusan BPJS para pasien, Pemda Mimika juga diminta untuk menyiapkan biaya rujukan.

"Kita sudah lakukan penguatan disini yang didukung oleh perawat dan dokter. Sesuai SOP, disini mereka akan dirawat selama 30 hari. Setelah 30 hari, mereka akan dikembalikan namun tergantung rekomendasi dokter. Kalaupun belum sembuh total, mereka butuh dukungan dari kita semua, terutama keluarga dekat," ungkapnya.

Direktur RSJ Abepura mengatakan daya tampung RSJ adalah 80 orang namun yang ada saat ini berjumlah 35-40 ODGJ. Ia juga mengatakan, bukan hanya Mimika namun di Jayapura jumlah ODGJ juga termasuk tinggi.

"Saat ini sudah ada 15 kabupaten kota yang jalin kerjasama dengan kami termasuk dari Papua Barat. Kita berharap, ke depan di Papua ada balai sehingga ada pengobatan lanjutan dan mereka bisa ditampung selama 3 bulan," harapnya.

"Kalau Mimika siap, kita akan kirim tenaga (SDM) ke sana, karena disini terbentur masalah lahan. Apalagi saat ini banyak anak muda yang sudah terpapar miras dan ganja. Dengan adanya balai, mereka juga akan ditangani secara profesional," ungkapnya. (Red)

Kadinkes : Rumah Sakit Banti Ditargetkan Beroperasi Bulan Ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menargetkan Rumah Sakit Banti akan beroperasi pada Mei 2023 ini.

Oleh sebab itu, pihaknya bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dan juga kontraktor telah mendistribusikan alat-alat kesehatan ke Rumah Sakit Banti.

"Tenaganya sudah siap, target kami, dalam bulan Mei ini sudah dioperasikan. Intinya kan dia harus jalan pelan-pelan dulu, step by step," Kata Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold R Ubra saat ditemui, Kamis (11/5/2023).

Reynold mengatakan, kesediaa tenaga dan alat kesehatan juga harus disetting karena tenaga harus menyesuaikan dengan ruangan dan alat.

"Kemudian SOP juga. Kami didampingi oleh RSUD Mimika dan akan dibantu oleh Rumah Sakit Tembagapura, dan tim dari PTFI pun membantu kami," ungkapnya.

Ubra menjelaska, pihaknya akan mencoba untuk melakukan pelayanan secara step by step. Rumah sakit Banti merupakan milik Pemerintah Daerah Mimika, sehingga tenaga dan pelayanannya semua dari pemerintah.

Sementara untuk operasional, pihak PTFI dan YPMAK siap berkolaborasi dengan pemerintah.

"Kami sudah beberapa kali lakukan pertemuan menyusun program kerja untuk dilaporkan ke Bapak Plt Bupati, supaya nanti tertuang dalam MoU dan diturunkan dalam PKS," ungkapnya.

Adapun beberapa pelayanan yang ada di RS Banti meliputi, pelayanan rawat darurat, lima poli, layanan farmasi, laboratorium, ruangan operasi, rawat inap dan direktorat. (Shanty Sang)

PMI Berikan Program PCH Bagi Anak-anak Yayasan Gerbang Terang Timur TK Nangmora

Terlihat salah satu anak TK Nangmora menerima pelayanan kesehatan dari seorang tenaga kesehatan dari PMI.

MIMIKA, BM

Kesehatan menjadi hal yang penting dan perlu diperhatikan oleh masyarakat umum dalam kehidupan sehari-hari baik orang dewasa maupun anak-anak.

Oleh karena itu salah satu program pertama Papua Muda Inspiratif (PMI) yaitu Papua Care Health (Papua Peduli Kesehatan) adalah pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Kali ini program kesehatan ditujukan kepada anak-anak Yayasan Gerbang Terang Timur TK Nangmora, di jalan AgimugaMile 32, Lorong Nangmora, Distrik Kuala Kencana, Rabu (29/03/2023) kemarin.

"Ini merupakan program pertama dan kegiatan ini rutin akan kita lakukan," kata Ketua PMI Mimika, Firsa Lakobal.

Kata Firsa program ini jiga diperuntukan untuk umum, namun lebih cenderung diberikan ke sekolah-sekolah terpencil.

"Karena kita tahu bagaimana anak-anak lokal dari usia dini punya tingkat kesehatan dan tingkat gizi. Maka kita harapkan dengan kegiatan ini dapat mengingatkan orang tua akan pentingnya kesehatan bagi anak-anaknya," katanya.

Ditambahkan Sekertaris Bidang Pendidikan dan Kesehatan PMI, Dr. Obed N.Naa bahwa pelaksanaan kegiatan kesehatan ini terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan, sikat gigi dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan seperti gigi, mulut, telinga secara umum.

"Misalkan kita dapat anak-anak yang kakinya luka, telinga kena infeksi dan sebagian anak-anak disini mempunyai kesehatan yang kurang baik seperti batuk dan pilek kita kasih obat," ujarnya.

Ia berharap, kedepannya dapat berkoordinasi dengan layanan kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti puskesmas keliling.

"Supaya mereka datang kesini, karena daerahnya yang cukup jauh," harapnya.

Dengan program yang dilaksanakan oleh PMI kepada anak-anak didiknya, Ketua Yayasan TK Nangmora, Araminus Omaleng menyambut baik menyambut baik kegiatan tersebut.

"Memang kesehatan ini sesuatu kebutuhan yang paling dasar sekali yang sedang dibutuhkan oleh anak- anak disini," ungkapnya.

Ia berharap dengan hadirnya PMI dengan program pelayanan pendidikan dan kesehatan yang dibawakan, dapat melengkapi sisi kekurangan pengajar di sekolahnya.

"Kita mau itu PMI atau organisasi apapun yang ada di kabupaten Mimika saling bahu membahu memaksimalkan SDM bagi generasi Amungme di sini," ucapnya. (Ignasius Istanto)

Top