Hukum & Kriminal

Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Seoran ASN Pemda Mimika Dipolisikan

Ilustrasi : Foto Google

MIMIKA, BM

Seorang oknum ASN dilingkup Pemerintahan Pemda Mimika yang diketahui berinisial JT dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan melakukan tindakan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Atas dugaan kasus ini pihak kepolisian Mimika dalam hal ini Satreskrim Polres Mimika masih melakukan penyelidikan. Hal ini dilakukan setelah korban melaporkan ke pihak berwajib.

"Laporannya sudah masuk dan untuk saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan,"kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Sugarda B. Ternggolo, Senin (28/11/2022).

Walaupun tidak disampaikan secara detail, kata Sugarda, korban sudah dilakukan pemeriksaan dan sambil menunggu hasil visum.

"Maaf saya belum bisa sampaikan secara detail karena masih didalami," ujarnya.

Untuk diketahui dugaan kasus ini terjadi sejak tahun 2019 dan baru dilaporkan oleh korban, karena sebelumnya korban tidak berani melapor karena mendapat ancaman dari oknum tersebut.(Ignasius Istanto)

Jelang 1 Desember Pihak Keamanan Tingkatkan Intensitas Keamanan

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra

MIMIKA, BM

Pihak keamanan baik TNI-Polri terus meningkatkan intensitas keamanan menjelang ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2022 mendatang.

Hal ini demi kenyaman situasi yang kondisif bagi masyarakat pada umumnya dan khususnya di Kabupaten Mimika.

"Kami dari Polres Mimika tetap melaksanakan kegiatan rutin yang sifatnya peningkatan baik intensitas maupun dari jumlah personilnya,"kata Kapolres Mimika,AKBP I Gede Putra,Senin (28/11/2022).

Menanggapi soal apakah akan ada pergerakan dari KKB, kata Putra bahwa pihak keamanan sudah menerima atau mendapati adanya informasi tersebut.

"Memang ada informasi yang sudah kita terima dari jajaran intel, dan dari informasi tersebut pihak keamanan terus melakukan antisipasi-antisipasi sehingga diharapkan situasi tetap terjaga dalam keadaan aman dan kondusif," ungkapnya. (Ignasius Istanto)

Freeport Kirimkan Tim Emergency Preparedness & Response, Bantu Evakuasi Korban Bencana Alam di Cianjur

Tim saat akan berangkat dari Bandara Moses Kilangin

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) mengirim Tim Tanggap Darurat atau Tim Emergency Preparedness and Response (EP&R) ke lokasi bencana di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Sebanyak 5 orang Tim tanggap darurat berangkat menuju Jakarta pada Rabu siang (23/2/2022) menggunakan penerbangan Airfast Indonesia dari Bandara Mozes Kilangin Timika, dipimpin oleh Frits Worabay.

Memenuhi permintaan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM kepada perusahaan pertambangan untuk membantu meringankan musibah bencana alam gempa bumi yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, Senin 21 November 2022 lalu.

“Manajemen PTFI melalui Kepala Teknik Tambang, telah menyetujui keberangkatan Tim tanggap darurat PTFI ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sebelum terjun ke lokasi bencana di Cianjur, tim akan bergabung dengan Tim dari SOS jakarta sebanyak 2 tenaga medis dan akan melanjutkan perjalanan ke Cianjur untuk melakukan koordinasi dgn tim lain dibawah komando Kementerian ESDM”, jelas Manager Occupational Health and Safety (OH&S) Lowland, Periyadi.

Dalam kesempatan kali ini 3 orang personil tim EP&R dan 2 orang personil UGMR atau Underground Mine Rescue utusan PTFI memiliki spesialisasi search & rescue. Serta tambahan 2 orang personil dari ISOS Jakarta dengan spesialisasi kemampuan Paramedic.

Tim Tanggap bencana PTFI yang berangkat memiliki pengalaman bergabung dengan tim penanggulangan bencana sebelumnya yang terjadi di Padang, Yogyakarta, Lombok, Palu, dan Sentani, serta pernah terlibat bersama Tim evakuasi bencana kecelakaan pesawat dan helicopter di Papua, beberapa waktu lalu.

Tim tanggap bencana PTFI berangkat membawa peralatan lengkap untuk penanganan bencana. Sesampai ditempat tujuan, tim akan melapor dan berkordinasi dengan pihak Kementerian ESDM untuk pembagian tugas dilapangan.

“Tim tanggap bencana PTFI membawa peralatan penyelamatan evakuasi serta beberapa peralatan penunjang lainnya, antara lain : Medical Bag Complete, Tenda, First Aid Kit, Thermal Imaging Camera, Gas Detector, Satelite GPS, Extrikasi Battery, dan Scope Stretcher . Seluruh peralatan ini akan mendukung tim tanggap bencana PTFI dalam melakukan evakuasi korban di lokasi kejadian bencana di Cianjur”, terang Superintendent EP&R Lowland, Eddy Lesnussa.

Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, PTFI secara berkelanjutan mendukung upaya penyelamatan dan proses evakuasi bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk dukungan proses evakuasi kecelakaan transportasi di beberapa wilayah Papua.

“Mewakili Manajemen dan seluruh karyawan PT Freeport Indonesia, kami menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamya kepada masyarakat Kabupaten Cianjur, yang tengah mengalami musibah,” tutup Periyadi. (Red)

Top