Hukum & Kriminal

Delapan Orang Meninggal Akibat Laka Lantas di Bulan Oktober

Seorang anggota Satlantas saat memeriksa kelengkapan pengguna kendaraan roda dua

MIMIKA, BM

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mimika mencatat jumlah korban jiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di bulan Oktober meningkat dibandingkan September 2020.

"Kita monitor bulan September yang meninggal dunia (md) 2 orang, tapi hingga ujung bulan Oktober ini tercatat 8 md," ungkap Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Devrizal kepada BM.

Kata Iptu Devrizal, terjadinya peningkatan laka lantas dikarenakan faktor human error yakni out of control.

"Karena pada saat mengendarai kendaraan dalam keadaan dipengaruhi alkohol sehingga tidak bisa mengontrol kendaraan sehingga terjadi laka tunggal yang mengakibatkan pengemudinya meninggal," katanya.

Ia menghimbau masyarakat Mimika untuk selalu berhati-hati saat menggunakan berkendaraan, termasuk memperhatikan kelengkapan kendaraan seperti lampu, kaca spion dan selalu gunakan helem.

"Kelengkapan kendaraan juga jadi faktor penentu saat berkendaraan. Misalnya kaca spion, kadang saat kita mau belok, kaca spion membantu kita sebagai pemberitahu keadaan di jalanan," ungkapnya. (Ignas)

Uang Hasil Jualan Senilai Rp100 Juta Dirampas Tukang Ojek

Tim Opsnal Polsek Mimika bersama korban saat mengggali informasi di Pasar Central

MIMIKA, BM

Kasihan nasib seorang ibu bernama Urin Tabuni warga kilo 11 yang kesehariannya menjual hasil kebun di Pasar Central.

Ibu ini menjadi korban perampasan uang senilai Rp100 juta dan sebuah HP dalam noken oleh seorang pelaku yang berprofesi sebagai tukang ojek saat mengantarnya pulang dari Pasar Sentral.

"Memang benar kejadian ini dialami seorang ibu. Sekarang kami lagi lakukan pengembangan kasus untuk mengetahui keberadaan pelaku," ungkap Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju melalui Kanit Reskrim, Ipda Yongki Rumte kepada BM, Senin (26/10).

Dari keterangan yang dijelaskan Kanit Rumte, korban tidak mengetahui dan mengenal secara pasti ciri dan identitas pelaku. Pasalnya pelaku mengenakan helm dan masker.

"Hari ini anggota kita sudah lakukan penyidikan dengan meminta keterangan masyarakat di Pasar Central untuk mengumpulkan data," katanya.

Kejadian pencurian yang dialami ibu Urin, terjadi pada Minggu (kemarin-red) sekitar pukul 12.00 Wit di Jalan Petrosea menuju Irigasi. Korban saat itu baru saja pulang seusai berjualan di Pasar Central dengan menumpangi ojek.

Sesampai di lokasi kejadian korban membuka tas noken untuk membayar, tapi tukang ojek tersebut merampas dan membawa kabur tas noken milik korban, yang didalamnya berisi uang senilai Rp100 juta dan sebuah HP. (Ignas)

Sering Dijadikan Tempat Miras, Kapospol Jamin Terminal Pasar Central Bebas Dari Pemabuk

Kapospol Pasar Sentral, Aiptu Ledrik Patikaihatu

MIMIKA, BM

Terminal umum di Pasar Sentral Mimika dulunya sering dijadikan sebagai tempat berkumpul untuk minum minuman beralkohol oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, namun kini hal tersebut tidak lagi terlihat.

Kapospol Pasar Central, Aiptu Ledrik Patikaihatu, menegaskan pihaknya tidak akan main-main jika hal ini masih ditemui kembali di Pasar Sentral.

"Memang sebelum saya bertugas, saya juga sering lihat orang mabuk kumpul di situ tapi sekarang setiap saat kami rutin pantau dan sudah tidak ada yang minum di terminal," ungkapnya kepada BM.

Situasi yang mulai nyaman tersebut kata Ledrik tidak terlepas dari peran serta anggota Pospol dan petugas security pasar yang mana secara rutin terus melakukan pengotrolan dengan melakukan patroli serta memberikan imbauan kepada warga.

"Saya sudah berikan imbauan agar di area pasar tidak boleh lagi dijadikan sebagai tempat minum. Ketika kami pakukan patroli dan melihat ada yang mabuk maka kita langsung amankan ke Polsek," tegasnya.

Selain fokus menjaga situasi kantibmas termasuk mengontrol orang mabuk, Ledrik menambahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan Disperindag Mimika dalam melakukan pengawasan protokol kesehatan yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

"Ini situasi pandemi jadi siapa saja yang masuk ke pasar wajib gunakan masker, jika tidak gunakan kami suruh putar. Sudah pakai masker baru bisa masuk lagi ke pasar untuk melakukan aktivitas," ujar Ledrik. (Ignas)

Top