Hukum & Kriminal

Ngantar Burung Teman, Pengendara Roda Dua Disenggol Mobil

Pengendara yang melintas turut memberikan bantuan kepada korban 

MIMIKA, BM

Seorang pengendara roda dua bernama Bengky Slamet warga Jalan Ki Hadjar Dewantara, harus menjalani perawatan medis di RSUD Mimika setelah disenggol mobil pick up pengangkut tabung elpiji di Kilo 11,Sabtu (14/11) siang.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan BM, kejadian bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor matic Yamaha dengan nomor polisi PA 2400 HJ dari arah Timika menuju Poumako untuk mengantarkan pesanan burung temannya.

Sesampainya di TKP tepatnya di tikungan dekat Mako Brigif, datang dari dari arah berlawanan mobil pengangkut tabung gas elpiji yang berusaha melambung mobil di depannya.

Akibatnya mobil tersebut menyenggol korban yang kemudian jatuh dan mengalami lecet dibagian tangan kanan dan kaki.

Korban akhirnya diantar ke RSUD Mimika oleh anggota Polsek Mimika Baru yang saat itu sedang dalam perjalanan hendak kembali ke Timika dari Mapurujaya.

Seusai mengantarkan korban di RSUD Mimika, sepeda motor korban juga diserahkan di Kantor Lantas. Pengemudi mobil tersebut sudah berada di Kantor Lantas untuk bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

"Saya lihat mobil itu larinya ugal-ugalan, mobil itu senggol motor saya setelah berusaha nyalib dan masuk jalurnya saya. Saya langsung terpental," kata Bengky kepada BM sambil meringis kesakitan. (Ignas)

Diperkosa Ayah Kandung, Anak Pertama Kini Hamil Tujuh Bulan

Ilustrasi pemerkosaan (Foto Google)

MIMIKA, BM

Pada awal November 2020, masyarakat Mimika dikagetkan dengan terkuaknya perilaku bejat seorang ayah yang tegah mencabuli kedua anak kandungnya.

Pelaku yang berisial SM ini diketahui kedoknya setelah ia berulang kali mencabuli anak keduanya yang masih berusia 11 tahun.

Korban yang masih dibawah umur ini tidak kuat menahan penderitaan yang dilakukan ayahnya, Ia akhirnya menceritakan kejadian ini kepada ibunya.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto, pada Selasa (3/11) membenarkan hal tersebut. Kasus ini dilaporkan oleh sang istri ke Polres setelah mendapat laporan dari korban sendiri.

"Karena korban merasa sudah tidak kuat dan tersiksa, sehingga lapor ibunya," kata Hermanto.

Alasan pelaku melampiaskan nafsu bejadnya ini dikarenakan sudah lama kebutuhan biologisnya tidak dipenuhi isterinya yang sibuk dengan pekerjaanya.

"Dia selalu melakukan hal itu saat isterinya tidak di rumah. Berdasarkan informasi, kakaknya juga menjadi korban perilaku menyimpang ayahnya. Kita sedang dalami dan periksa secara intensif oleh penyidik," ungkap Hermanto kala itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Maria Rettob mengatakan akibat perilaku ayah kandungnya, sang kakak (anak pertama-red) kini tengah hamil tujuh bulan.

Hal ini ia sampaikan kepada BeritaMimika saat diwawancarai di Hotel Grand Tembaga, Senin (9/11).

Sang kakak kini sedang menempuh pendidikan lanjutan (kuliah-red) di Jayapura namun karena hamil ia kembali ke Timika.

"Kami terus melakukan pendampingan terhadap kedua ade kaka ini mulai dari pendampingan visum ke RSUD hingga nantinya yang kaka akan melahirkan,"tutur Maria.

Maria mengatakan, kedua ade kaka ini mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandungnya karena sering ditinggal ibunya untuk urusan pekerjaan ke luar kota.

"Seperti kemarin ibunya pergi ke Jayapura hingga 2 bulan. Walau sudah kembali ke Timika namun ibunya kerap tidur bersama anaknya yang lain, sedangkan anak pertamanya itu tidur bersama sang ayah. Ini yang kita sesalkan," tutur Maria.

Meskipun saat ini sang kakak telah kembali dan tinggal bersama ibunya, namun DP3AP2KB akan terus melakukan pndampingan guna memberikan dukungan demi mengembalikan kepercayaan diri anak tersebut dan membantu keduanya melewat badai ini. (Shanty)

Seorang Pemuda Ditemukan Tenggelam di Bendungan

Korban saat akan dibawah ke rumah sakit oleh anggota polisi

MIMIKA, BM

Seorang pemuda bernama Josua Joani yang berdomisili di SP2 ditemukan meninggal dalam air, tepatnya di bendungan, Jalan Sosial pada Senin (9/11) sekitar pukul 14.30 wit.

Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban berangkat dari SP2 bersama saudaranya ke bendungan untuk bermain air (mandi-red). Namun ia tenggelam dan ketika ditemukan sudah tidak bernyawa.

"Kami semua kaget dapat informasi ini sehingga langsung ke RSUD. Setelah dimandikan di kamar jenazah dan dimasukan dalam peti, jenazah akan dibawah ke rumah duka di tempat tinggal kakak perempuannya di SP2," terang Lena, keluarga korban.

Menurut Lena, korban sebenarnya sedang dalam pemulihan usai dioperasi dikampung halamannya akibat sakit yang dialaminya.

"Dia baru saja di Timika dan tinggal dengan kakak perempuannya. Kedua orangtua mereka juga sudah meninggal, jadi tinggal dia sama kakaknya saja," ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto mengatakan, dari hasil olah TKP tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

"Keluarga korban menerima musibah ini dan rencananya akan disemayamkan di rumah duka di SP2," katanya.

Berdasarkan keterangan lain di lapangan, korban sebelum ditemukan meninggal, terlihat sempat duduk bersantai di tangga dekat air sambil mengoyangkan kaki.

"Setelah itu ada yang melihat dia buang binen (ban dalam mobil-red) ke air, kemudian loncat dan tidak muncul-muncul. Bahkan ada yang mengira korban ini menyelam. Dia juga diketahui memiliki riwayat penyakit lain," ungkap Hermanto. (Ignas)

Top