Ekonomi dan Pembangunan

Kelompok Binaan Berharap Program Binmas Noken Terus Berlanjut


Binmas Noken menyerahkan 2 ekor babi kepada warga bianaan mereka 

MIMIKA, BM

Program Binmas Noken Polri yang sudah berjalan lama di Papua sudah memberikan hasil yang luar biasa. Sehingga kelompok binaaannya sangat berharap program Binmas Noken terus berlanjut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya, Kampung Kamoro Jaya, Distrik Wania ketika kembali menerima bantuan ternak berupa bibit babi sepasang dan sembako dari Binmas Noken, Kamis (26/11).

"Saya berharap program terus berjalan, karena kami merasa ada perubahan. Misalkan kelompok tani kami ini yang ada 5 kelompok itu semua sudah berhasil,"harap Juan Tabuni.

Ia juga menuturkan bahwa sejak mendapatkan bantuan berupa 200 ekor ayam dari tahun 2016 sudah membawa keuntungan.

"Itu yang kami rasakan karena ada perubahan. Selain ayam,kelompok tani kami ini juga lagi kembangkan pertanian seperti pinang, buah merah dan coklat,"tutur Juan.

Tak lupa dirinya juga menyampaikan terimakasih karena Binmas Noken yang kembali memberikan bantuan bibit babi.

Sementara ditempat yang berbeda di Kwamki Narama, mewakili kelompok tani, Pendeta Lukas Hagabal juga menyampaikan hal yang sama.

"Terimakasih banyak atas kerjasamanya selama ini. Dengan program binmas Noken ini kami sangat terbantu dalam pengembangan ekonomi," ucapnya.

Menanggapi pernyataan dari kedua tokoh masyarakat, Kasatgas Binmas Noken, AKBP Beny Arjanto kepada BM mengatakan bahwa dengan melaksanakan kegiatan tersebut Polri semakin mendekatkan diri dan membangun silaturhami dengan masyarakat.

"Saya juga berharap kelompok binaan terus mengembangkan bibit ternak yang telah kami berikan kemudian bisa di bagikan kepada masyarakat sekitar untuk dikembangkan lagi. Kami akan terus memantaunya," ungkapnya.(Ignas)

Sore Tadi PLN Buat Rekor Baru 'Lampu Mati Hidup' Terbanyak di Timika

Ilustrasi pemadaman listrik secara berulang-ulang (Foto Google)

MIMIKA, BM

Entah persoalan teknis apa lagi yang sedang dialami PLN UP3 Timika karena sore tadi sekitar 8-9 kali terjadi pemadaman listrik di Nawaripi, seputaran SMA Taruna Timika.

Warga sekitar merasa kesal karena menurut mereka kejadian ini baru pertamakali dan jika terus berulang maka berdampak pada kerusakan barang elektronik.

Roni, warga sekitar menyayangkan kejadian ini. Ia memohon agar keadaan ini tidak lagi terjadi dan meminta PLN agar melakukan pemeriksaan jika terjadi masalah teknis atau jarinan di seputaran tempat mereka.

"Mulai pulul 17.30 Wit hingga pukul 18.02 Wit di wilayah kita ini terjadi lampu mati hidup (padam dan nyala lagi-red) seperti diskotik sekitar 8-9 kali. Mati terus hidup, mati lagi terus hidup lagi. Kalau seperti ini terus maka tinggal tunggu waktu kapan kulkas, televisi, ricecooker dan lainnya rusak," ujarnya heran.

Ia juga mengakui bahwa lampu padam dan nyala lagi secara berulang kali merupakan hal tidak lazim dan jarang terjadi. Ia bahkan mengatakan ini seperti rekor baru yang dibuat PLN.

"Kami di jalur sini paling sering mati lampu. Padahal disebalah kami tidak. Dalam seminggu bisa tiga sampai empat kali lampu mati, bahkan bisa lebih. Kami tidak tahu apa masalahnya," ungkapnya.

Pada sore menjelang malam tadi, BeritaMimika mencoba menkonfirmasi Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi namun hingga berita ini diturunkan, ia tidak memberikan respon.

Padahal pesan whatssap yang dikirimkan sudah tertandai bahwa ia telah membacanya. Dua kali ditelpon, namun iapun tidak memberikan respon. (Ronald)

Ini Penyebab Mengapa Listrik se-Timika Padam Total

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi

MIMIKA, BM

Pada Selasa (24/11) pukul 00.09 Wit, selama satu setengah jam Kota Timika mengalami pemadaman listrik total dan baru menyala pada pukul 01.20 Wit secara bergilir.

Pemadaman disebabkan karena terjadinya peralihan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) berkapasitas 10 megawatt ke PLTD secara bersamaan sehingga mengakibatkan terjadi gangguan pada salah satu penyulang.

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi menyampaikan keadaan tersebut saat dihubungi BeritaMimika, Selasa (24/11) sore.

"PLTMG itu akan ada pemeliharaan karena sudah mencapai running hours atau jam operasi 3.000 jam maka secara manual harus dilakukan periodik maintanance atau pemeliharaan berkala. Jadi tadi malam itu sebenarnya kita ada schedule peralihan namun bersamaan dengan itu ada gangguan sehingga pemadaman listrik terjadi di seluruh Kota Timika," jelasnya.

Martinus mengatakan pemadaman total terjadi bukan karena adanya gangguan pada mesin pembangkit atau karena kehabisan bahan bakar namun murni karena gangguan teknis.

"Pada saat peralihan itu sepertinya ada kelelawat atau pohon yang terkena jaringan sehingga gangguan terjadi. Hanya saja kalau ada kejadian seperti itu, jika terjadi di salah satu jalur penyulang maka gangguan hanya di jalur itu," ungkapnya.

Saat peralihan aliran, menurut Martinus kedua mesin pembangkit sedang dalam kondisi tidak siap sehingga mengakibatkan kepincangan saat beban tersalurkan dan diwaktu bersamaan terjaninya gangguan teknis karena terjadinya lonjakan beban.

"Inilah yang disebut dengan over current atau beban (arus lebih). Kejadian seperti ini biasa disebut black out atau padam total. Jadi setelah recovery pukul 01.20 Wit semua kembali menyala normal," jelasnya.

Melalui BeritaMimika, pihak PLN menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena kejadian tersebut terjadi diluar prediksi.

"Kami salah karena tidak mengumumkan dulu ke masyarakat. Kenapa tidak umumkan karena kami tidak merencanakan pemadaman, tapi karena ada gangguan satu penyulang maka harus padam. Kepada masyarakat Timika, kami sampaikan permintaan maaf atas kejadian ini," ujar Martinus. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top