Ekonomi dan Pembangunan

Disperindag Temukan Ada Pedagang dan Pengusaha Mainkan Alat UTTP

Kadisperindag Mimika, Michael R Go Marani

MIMIKA, BM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Mimika menemukan adanya pedagang dan pengusaha yang memainkan alat ukur takar, timbangan dan perlengkapannya (UTTP).

Tim Disperindag menemukan permainan kotor ini setelah hampir 2 minggu rutin melakukan tera dan tera ulang. 

"Ada pedagang dan pengusaha ketahuan bermain peralatan UTTPnya sehingga tidak sesuai dengan nilai takar ukurnya maupun nilai timbangnya. Mereka buat begini untuk cari keuntungan,"tutur Kepala Disperindag Michael R Go Marani saat diwawancarai di Pasar Sentral.

Ketika ditemukan tim Disperindag terkait adanya kecurangan di lapangan, maka mereka langsung melakukan justifikasi dan perbaikan terhadap ukuran takar dan timbang.

"Untuk sanksi bagi pedagang atau pengusaha yang memainkan alat UTTP itu tidak ada tapi kami berikan peringatan supaya jangan di ulang lagi, ke depan kita akan berikan sanksi. Begitu juga dengan seluruh nosel-nosel yang ada di SPBU," ujarnya.

Marani menjelaskan dari kegiatan tera dan tera ulang yang sejauh ini sudah dilakukan,  Perindag telah mengantongi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp25 juta dari target tahun ini Rp29 juta.

Michael menjelaskan kegiatan tera dan tera ulang tujuanya untuk menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai arti pentingnya kejujuran dalam berniaga dan tanggung jawab dalam berusaha. Dengan demikian konsumen merasa terlindungi hak-haknya.

“Ini merupakan komitmen pemerintah melalui Disperindag untuk memberikan perlindungan konsumen, hak masyarakat dan mewujudkan Kabupaten Mimika sebagai daerah yang tertib ukur,” pungkasnya. (Shanty)

SK Mendagri dan Instuksi Bupati Sebabkan Wisata Kuliner di Pasar Sentral Diliburkan

Kadisperindag Mimika saat menyampaikan penutupan sementara tempat wisata kuliner kepada para pedagang

MIMIKA, BM

Demi kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19, wisata kuliner yang ada di kawasan Pasar Sentral terhitung mulai Jumat (20/11) diliburkan untuk sementara waktu.

Hal ini disampaikan Kepala Disperindag, Michael R. Go Marani pada saat bertatap muka dengan seluruh para pedagang wisata kuliner, di gedung Blok A2 Kamis (19/11) malam.

"Tentu hal ini menjadi kesedihan bagi bapak ibu para pedagang UKM yang sudah mulai berjualan dan mulai merasakan dampak serta manfaatnya namun keadaan pandemi saat ini tidak dapat dihindarkan dan ini merupakan kepatuhan bagi kita semua," ujarnya.

Dijelaskan, penutupan sementara tempat wisata kuliner ini sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 6 tahun 2020 tentang Menegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia.

"Ini juga berdasarkan perintah dan instruksi dari bupati, dan kita juga sudah lakukan pertemuan bersama pimpinan OPD dan bupati membahas hal ini," ungkapnya.

Instruksi SK Mendagri ini menegaskan bahwa seluruh masyarakat dilarang untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa.

"Kami sudah mencoba upayakan yang terbaik untuk wisata kuliner ini, kita sudah perketat penerapan protokol kesehatan termasuk dengan memasang baliho prokes namun kepadatan pengunjung terutama dalam menjaga jarak sangat sulit ditaati masyarakat. Ini juga merupakan regulasi yang harus dipatuhi untuk diterapkan," ungkapnya.

Michael mengakui bahwa keputusan penutupan sementara wisata kuliner ini merupakan sebuah putusan sulit terutama bagi pedagang namun demi kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah pandemi ini, pemerintah daerah harus menerapkannya.

"Selama hampir satu bulan dipindahkan ke sini, banyak pedagang sudah merasakan dampaknya karena ada peningkatan ekonomi namun semua ini harus dilakukan demi kebaikan bersama," ujarnya.

Dengan penutupan sementara hingga waktu yang belum pasti maka pedagang yang berjualan di areal wisata kuliner akan kembali berjualan di luar pasar atau ke tempat mereka sebelumnya.

"Bagi pedagang yang sudah punya gerobak atau tempat usahanya kami sarankan untuk bisa di bawah berjualan di luar Pasar Sentral, tapi kalau mau disimpan disini kami sampaikan kepada security untuk menjaganya sampai aktifitas wisata kuliner kembali dibuka," jelasnya.

Menanggapi hal ini, pedagang kuliner di Pasar Sentral menerima keputusan tersebut, namun demikian mereka berharap secepatnya wisata kuliner kembali dibuka.

"Kami terima keputusan ini demi kesehatan dan kebaikan kita bersama. Kita berharap pemerintah bisa mencari solusi supaya kami bisa kembali lagi  berjualan di sini," harap sejumlah pedagang yang dirangkum BM. (Ignas)

PTFI Bantu Pemda Mimika 150 Tempat Sampah Daur Ulang

Penyerahan bantuan tempat sampah oleh perwakilan PTFI kepada Disperindag

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia memberikan bantuan tempat sampah kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika.

Total tempat sampah yang akan diberikan sebanyak 150 unit namun bantuan ini akan diberikan secara bertahap.

Penyerahan bantuan 52 tempat sampah hari ini, Senin (15/11) merupakan tahap pertama yang diserahkan oleh Vice President Goverment Relation PT Freeport Indonesia, Jonny Lingga kepada Sekretaris Disperindag, Petrus Pali Lamba di Kantor Perindag, Senin (16/11).

"Hari ini kita beri 52 dari 150 yang akan kami serahkan secara bertahap. Kami berharap ini bisa membantu Diserindag untuk menkampanyekan kepada pengunjung pasar agar membuang sampah pada tempat yang disediakan," ujarnya.

Ia mengatakan bukan hanya di Mimika namun di daerah lainpun sampah menjadi persoalan karena menjaga kebersihan belum menjadi budaya masyarakat.

"Kadang di areal PTFI banyak juga sampah berserakan karena hal ini belum membudaya. Kami juga berharap Disperindag menambahkan dengan poster agar buang sampah pada tempatnya. Petugas juga merawat tempat sampah sehinga dapat dipakai dalam waktu yang lama," harapnya.

Jonny Lingga menambahkan, PTFI sejauh ini terus bekerjasama dengan Pemda Mimika dalam berbagai hal. Ia juga mengatakan PTFI sangat mendukung Mimika menjadi pusat niaga dan industri.

"Banyak hal akan jadi tanggungjawab Perindag karena Mimika ke depan akan banyak orang yang datang. Ini karena kegiatan ekonomi berkembang seiring dengan meningkatnya pendapatan daerah," ujarnya.

Diharapkan bantuan tempat sampah oleh PTFI yang merupakan hasil pengolahan daur ulang ini dimanfaatkan secara baik demi kebersihan dan kenyamanan Kota Timika, khususnya di pasar.

Jonny Lingga juga mengatakan sebanyak apapun tempat sampah namun jika sampah tidak dibuang pada tempatnya maka semuanya mubazir.

"Semoga bermanfaat tapi paling penting budaya membuang sampah pada tempatnya harus menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.Pasar bersih, banyak orang datang, pedagang mendapatkan keuntugan, retribusi lancar pendapatan daerah meningkat. Tingkatkan kenyamanan di pasar bukan hanya tugas Disperindag namun kita semua terutama masyarakat yang berkunjung," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Disperindag, Petrus Pali Lamba mengatakan bantuan yang diberikan PT Freeport ini selain ditempatkan di Pasar Sentral, juga akan ditempatkan di Pasar SP3, SP XIII dan SP 5.

"Kami bersyukur dan berterimakasih kepada PTFI karena telah membantu Pemda Mimika melalui bantuan tempat sampah. Ini akan bermanfaat dalam hal mengurangi kebiasan masyarakat kita dalam membuang sampah sembarangan. Harapan kami, dengan adanya tempat sampah ini masyarakat terutama pengunjung di Pasar Sentral dan lainnya semakin sadar dan peduli dalam menjaga kebersihan," ungkapnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top