Ekonomi dan Pembangunan

Telkomsel Dan Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Berdayakan UMKM OAP Dengan Cara Ini

Salah satu UMKM yang mendapatkan perhatian dari Telokmsel dan OPD Koperasi Mimika 

MIMIKA, BM

Telkomsel berkomitmen memberdayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Orang Asi Papua (OAP) dengan memberikan pulsa Rp200 ribu untuk dijual.

Program yang baru digalakkan kepada 15 pelaku usaha ini melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM Mimika.

Manager Telkomsel Branch Timika, Ondo Harinduan Putra mengatakan jika bantuan ini memang terbilang tidak seberapa, namun jika ini dijalankan dengan serius maka lambat laun akan berkembang.

“Inikan semacam sampingan sambil jualan pinang misalnya kita juga bisa jual pulsa, jadi disinikan penjual juga dapat untung dari seribu dua ribu bisa berkembang jadi banyak,” kata Manager Telkomsel Branch Timika, Ondo Harinduan Putra di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Jumat (29/7/2022).

Ondo mengatakan program ini merupakan komitmen Telkomsel untuk terus memberdayakan pelaku usaha UMKM OAP yang juga merupakan komitmen dari pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM.

Katanya, para pelaku usaha ini nanti akan terus didampingi. Dan apabila ingin melakukan pengisian pulsa ulang, tim Telkomsel siap membantu dengan jemput bola.

“Untuk reseler baru kita punya tim khusus untuk membantu. Kami nanti akan buatkan spanduk juga supaya orang tahu jika di kios atau lapak ini juga jual pulsa,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Petrus Yumte mengatakan, jika bantuan ini memang terbilang kecil, namun hal itu tidak masalah karena yang terpenting adalah komitmen dan keseriusan dalam menjalankannya.

"Tidak ada usaha besar jika tak dimulai dari hal kecil. Jangan melihat nilainya kecil karena untuk jadi besar ada karena dari kecil. Uang seratus ada karena ada seribu dua ribu. Semua berawal dari kecil kemudian membukit,” tutur Yumte.

Yumte berharap kedepan semua pelaku usaha di Kabupaten Mimika bisa dirangkul. Karena berdasarkan data nasional 60 persen perputaran ekonomi di Indonesia berasal dari UMKM.

“Kami akan merangkul semua UMKM. Kami akan memfasilitasi sebaik mungkin bersama Telkomsel. Selama ini UKM kendala di modal sama pasaran,” tuturnya.

Ia berharap bantuan yang sama juga bisa dilakukan BUMN yang ada di Mimika khususnya perbankan agar perputaran ekonomi Mimika terus berjalan baik.

“Terima kasih buat Telkomsel semoga kedepan kerjasama kita bisa terus meningkat. Ini untuk masyarakat kita,” tutupnya. (Shanty)

Pemda Mimika Bantu Pelaksanaan TMMD 114 Sebesar Rp2,5 Miliar

Kepala Kesbangpol, Yan Purba Slamet secara simbolis memberikan alat kerja seperti cangkul dan skop kepada personil yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD

MIMIKA, BM

Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114 tahun anggaran 2022 di Kampung Atapo, Kokonao, Distrik Mimika Barat secara resmi telah dibuka pada Selasa (26/7).

Pembukaan ditandai dengan upacara yang dipimpin oleh Bupati Mimika yang diwakili Kepala Kesbangpol, Yan Purba Slamet di halaman Makodim 1710/Mimika yang dihadiri sejumlah tamu undangan.

Pelaksanaan TMMD ke-114 telah mendapatkan alokasi dana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sebesar Rp2,5 miliar.

Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi memberikan apresiasi atas kerjasama pemerintah daerah sebagai bentuk sinergisitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Terimakasih atas peran pemerintah daerah yang sudah banyak sekali dalam mendukung pelaksanaan TMMD," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya selain 150 personil yang diterjunkan, kata Dandim, pihaknya juga akan melibatkan masyarakat.

"Targetnya itu selama satu bulan. Saya rasa tidak ada kendala,hanya air naik saja dan itupun sudah kita antisipasi,"ujarnya.

Disampaikan Dandim, sebelumnya pelaksanaan TMMD, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan.

"Untuk persiapannya itu sudah satu minggu yang lalu, seperti droping pasukan maupun droping barang barang. Kegiatan itu berupa fisik dan non fisik, dimana fisiknya itu bangun 6 unit rumah dan 3 unit MCK sementara non fisiknya itu berupa penyuluhan kesehatan, penyuluham wawasan kebangsaan dan penyuluhan pertanian," terang Dandim.

Sementara itu, mewakili pemerintah Kabupaten Mimika, Yan Purba Slamet menyampaikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan guna mendukun program yang telah dibuat oleh TNI dalam hal ini Kodim 1710/Mimika sangat membantu pemerintah.

"Kita berharap program ini meningkatkan kesejahteraan, dimana kita lihat dalam hal TMMD ini kita berkolaborasi dengan TNI supaya TNI punya bagian dalam kiprah membangun masyarakat indonesia,"ujarnya.

Selain itu ia juga berharap agar ke depan program yang sudah ada dapat bertambah agar kerja nyata TNI dan pemerintah daerah nyata dirasakan oleh masyarakat. (Ignas

LPK YETC Hadir Di Mimika Guna Berikan Peluang Emas Bagi Masa Depan Anak-Anak Papua



Pengguntingan pita secara bersama sebagai tanda secara resmi beroperasinya LPK YETC di Mimika

MIMIKA, BM

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yaumapare Exellent Training Center (YETC) secara resmi hadir di Kabupaten Mimika dan beralamat di Jalan Hasanudin.

Keberadaan LPK YETC ini ditandai dengan peremian oleh Pemerintah Kabupaten Mimika Rabu (27/7) yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Septinus Timang.

Peresmian ini disaksikan juga oleh Kepala Bidang Tenaga Provinsi Papua, Hamsi Hamber, Ketua Komite Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Papua, Jumi Wiyono serta sejumlah tamu undangan dan para peserta.

Keberadaan LPK YETC di Timika sangat berdampak besar karena memberikan peluang bagi masa depan anak-anak Papua untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja sesuai dengan bidangnya agar lebih ahli dan menguasai bidang pekerjaannya secara maksimal ketika terjun di dunia kerja.

Mewakili Pemda Mimika, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Septinus Timang memberikan apresiasi, sebab keberadaan LPK Yaumapare Excellent Training Center akan sangat membantu setiap individu dalam mengembangkan ketrampilan yang dimiliki saat ini.

"Ini akan sangat penting perannya dalam menciptakan SDM yang handal sehingga dapat terjun dalam dunia kerja, mengingat Papua memiliki sumber daya alam yang amat melimpah," ungkapnya.

Lanjutnya, Mimika menyimpan sumber daya alam yang melimpah sehingga saat ini memerlukan ketrampilan dan keahlian untuk dapat mengolah sumber daya alam tersebut.

"Kami pemerintah daerah akan terus bekerja sama dengan semua yang terkait dalam hal ini lembaga-lembaga dan juga Disnaker untuk yang berkontribusi memberikan pelatihan kerja khususnya bagi orang asli Papua untuk bersaing dan mendapat tempat di tanah sendiri,"kata Septinus.

Harapan pemerintah, keberadaan Yaumapare Excellent Training Center dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang handal dan berkualitas serta siap dalam dunia kerja di era modern.

Sedangkan Kepala Bidang Tenaga Provinsi Papua, Hamsi Hamber, mengakui dari sisi infrastruktur dan peralatan untuk dua program yakni alat berat dan lasa sudah sangat memadai.

"Kami harus lakukan akreditasi dua program ini, karena kami akan lihat berkas-berkas yang mana ada persyaratan yang harus dilengkapi," ungkapnya.

Ia berharap peserta didik apabila sudah menyelesaikan pelatihan langsung diserap dunia usaha dan industri, yang mana telah dibangun juta beberapa kerjasama dengan perusahan-perusahaan yang ada di Mimika.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komite Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Papua, Jumi Wiyono. Ia menyebutkan bahwa dari sisi infrastruktur yang dimiliki LPK Yaumapare Excellent Training Center sudah sesuai dengan standar industri.

"Jadi semua lembaga pelatihan kerja baik itu milik pemerintah, swasta maupun lembaga pelatihan industri seperti PT Freeport, semua harus terakreditasi sesuai dengan Permenaker Nomor 34 tahun 2016 bahwa semua lembaga pelatihan kerja itu harus memenuhi standar mutu pelatihan,"katanya.

Sebagai ketua komite akreditasi lembaga pelatihan kerja Provinsi Papua, ia mengungkapkan bahwa selain memberikan pembinaan, kehadiran mereka juga hadir untuk melakukan proses akreditasi.

"Kehadiran kami disini ini dalam rangka pembinaan, belum akreditasi dan belum digitasi karena akreditasi itu harus memenuhi standar mutu mulai dari mulai program pelatihan serta unit-unit kompetensi apa saja yang mereka laksanakan dalam pelatihannya," kata Jumi.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya juga akan meninjau seperti apa struktur competentnya karena itu harus sesuai dengan kompetensi, baik terhadap peserta didik maupun instrukturnya.

"Kami sudah lihat semua sarana prasarana di lembaga ini sangat mendukung dengan pelatihan dan tahun depan bisa akreditasi, karena di Timika kebanyakan perusahaan industri membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,"sambungnya.

Sementara itu, Ginanjar selaku penanggungjawab lembaga Yaumapare Excellent Training Center mengungkapkan bahwa lembaga pelatihan di bawah PT Amung Negelem Sejahtera (ANS) ini adalah perusahaan lokal Papua yang mana salah satu bidang bisnis atau usahanya adalah untuk melakukan training.

"Pelatihan ini berbeda dengan pelatihan yang ada di Papua. Kami bisa bilang ini adalah yang pertama karena lembaga ini bisa memberikan sertifikat tingkat internasional dari BNSP yang dikeluarkan dari Kementerian ESDM dan juga Sertifikat Ijin Operasi (SIO)," terangnya.

Menurutnya, dalam pelatihan itu ada dua program yakni program sponsorship dan komersial.

"Ke depan kami akan bekerjasama bukan hanya dengan pemerintah di Timika tapi juga dengan pemerintah di Nabire , Intan Jaya, Merauke dan lain-lain. Sehingga kalau mereka membutuhkan pelatihan industri maka mereka bisa datang ke tempat ini dan kami akan memberikan asrama dan lain-lain,"ungkapnya.

Kata Ginanjar, tidak hanya pelatihan namun selama proses ini berlangsung akan juga dilaukan pembinaan. Pasalnya setelah bekerjasama dengan Disnaker dan perusahaan-perusahaan lain, maka database siswa training bisa diikutkan untuk magang.

"Nanti setelah mereka magang dan sudah punya keahlian barulah kita distribusi ke perusahaan yang membutuhkan tenaga anak-anak Papua. Sampai saat ini sudah ada enam angkatan sebanyak 130 siswa,"katanya.

Untuk waktu pelatihan ini menurutnya akan berlangsung selama 18 hari ditambah 1 hari untuk pembekalan.

"Mereka yang ikut pelatihan ini bukan langsung diterima tetapi dites terlebih dahulu, seperti interview dan seleksi berkas kemudian diberikan pembekalan. Pembekalan itu ada kesepakatan dimana kami akan test prosedur training, jika setuju baru mereka masuk kelas,"ujarnya.

Lanjutnya," Nanti mereka punya sertifikat itu ada dua, yakni sertifikat K3 umum yang dipakai sebagai persyaratan sekarang dan sertifikat keahlian yang di belakangnya ada kompetensi apa yang mereka sudah capai. Dan dalam training center ini mereka dilatih 4 materi, yakni K3 umum, K3 untuk dasar umum dan K3 keahlian serta leadership," tutupnya. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top