Ratusan Pencaker Jadi Korban Penipuan
Para Pencaker saat melapor ke Polres Mimika
MIMIKA, BM
Ratusan pencari kerja (Pencaker) di Mimika mengalami hal sungguh tak mengenakkan. Mereka menjadi korban penipuan pembukaan lowongan kerja (Loker).
Berdasarkan informasi dari Pencaker, lowongan kerja ini dibuka untuk dipekerjakan di beberapa kontraktor PT Freeport Indonesia yang baru beroperasi.
Sudah gagal masuk kerja, mereka juga kehilangan uang yang digunakan untuk syarat masuk. Nilainya bervariasi. Mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp8 juta yang ditransfer ke rekening atas nama Mega Puji Rahayu.
Hal ini terkuak saat ratusan Pencaker ini datang ke Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanuddin untuk mengikuti kegiatan Family Gathering yang diadakan oleh perusahaan yang merekrut mereka.
Mereka (pencaker) datang ke hotel tersebut untuk mengikuti interview, pemeriksaan kesehatan, foto ID dan tanda tangan kontrak kerja.
Namun, hasil yang didapati nihil. Informasi yang diberikan tidak benar adanya.
Berdasarkan informasi dari Pencaker, lowongan kerja ini dibuka untuk dipekerjakan di beberapa kontraktor PT Freeport Indonesia yang baru beroperasi.
Yakobus Balubun, salah satu Pencaker mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp 5 juta secara bertahap sejak Februari 2026 setelah dijanjikan akan mulai bekerja pada Maret atau April 2026.
"Saya bayar secara cicil sampai Rp 5 juta. Waktu itu dijanjikan masuk kerja sekitar bulan Maret sampai April. Kami hanya diminta menunggu, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan pekerjaan yang dimaksud," kata Yakobus kepada wartawan, Jumat (19/6/2026) kemarin.
Katanya, peserta dibagi dalam beberapa gelombang. Ia pun terdaftar pada gelombang kelima dan sempat mempertanyakan bukti keberangkatan peserta pada gelombang sebelumnya.
"Saya pernah tanya apakah gelombang satu sampai empat sudah ada yang masuk kerja atau belum. Tapi tidak pernah diperlihatkan bukti yang jelas," ujarnya.
Ia juga mengaku tidak pernah mendapatkan informasi yang jelas mengenai perusahaan yang akan mempekerjakan para pencari kerja tersebut.
"Mereka hanya bilang bekerja sama dengan sembilan kontraktor, tetapi nama perusahaan tidak pernah disampaikan. Saat ditanya, mereka bilang itu dirahasiakan,"katanya.
Yakobus berharap pihak penyelenggara memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban kepada seluruh peserta yang telah menyetorkan uang.
"Saya kasihan dengan teman-teman lain. Kalau saya sebagian uang sudah dikembalikan, tetapi bagaimana dengan mereka yang uangnya belum kembali?" tuturnya.
Para pencaker kini berharap adanya kejelasan terkait janji pekerjaan yang pernah disampaikan kepada mereka. Mereka juga meminta pihak terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai status rekrutmen yang telah diikuti ratusan peserta tersebut.
Perlu diketahui persoalan ini membuat ratusan pencaker terpaksa membawa salah satu admin grup yang dinilai bertanggungjawab ke Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika.
Berdasarkan informasi dari admin, bos dari perusahaan yang membuat loker ini beralamat di area SP3 dan Kuala Kencana.
Para Pencaker juga tergabung dalam grup WhatsApp MARET APRIL JOB yang beranggotakan 170 orang.
Para pencaker ini tidak hanya dari Mimika, ada juga yang dari Jayapura, dan kota lain di Tanah Papua. (Shanty Sang)













