Ekonomi dan Pembangunan

161 Unit Lampu Terangi Jalan-jalan di Distrik Kwamki Narama

Tampak tiang-tiang lampu di jalan poros utama Distrik Kwamki Narama.

MIMIKA, BM

Berkat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mimika, saat ini jalan-jalan di Distrik Kwamki Narama telah diterangi oleh 161 unit lampu panel surya.

Pantauan beritamimika.com di lapangan, tampak deretan tiang-tiang lampu panel surya berjejer di sepanjang jalan dari Kampung Landu Mekar ke Kampung Bintang Lima, kemudian juga di kampung Tunas Matoa.

Kepala Distrik Kwamki Narama, Edwin Hanuebi, mengatakan lampu-lampu tersebut merupakan bantuan dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan, serta Dinas Perhubungan.

"Dari Dinas Perumahan kami dapat bantuan 151 unit. Kalau Dinas Perhubungan, kami dapat 10 lampu," ujar Edwin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/5/2023).

Dikatakan bahwa operasional dari keseluruhan lampu telah diserahkan kepada pihak Distrik Kwamki Narama.

"Operasional sudah diserahkan, tapi kami belum anggarkan karena lampu ini kan dia masanya sampai sekitar 10 tahun. Jadi, kami palingan hanya lakukan perawatan," jelas dia.

Lanjut Edwin, dengan menggunakan sistem panel surya, maka untuk melakukan perawatan, pihaknya tinggal mengantisipasi penghalang masuknya cahaya matahari.

"Kami rencana juga mau perawatan dengan pemangkasan pohon. Kan sudah beberapa bulan kami kasih tinggal jadi sudah mulai rimbun," tutur Edwin.

"Dengan apa yang ada, kami coba kerja supaya jangan sampai lampu yang sudah dibantu ini rusak. Kalau tidak dijaga, tidak dirawat, ya minimal mungkin tiga tahun sudah rusak. Bukan 10 tahun lagi. Ini yang mahalnya itu baterainya. Jadi, kami upayakan until terus perawatan," imbuhnya.

Dengan adanya pemasangan lampu-lampu ini, jalan poros utama di Distrik Kwamki Narama yang dulunya gelap, kini telah menjadi terang.

"Masyarakat senang dengan adanya penerangan jalan ini. Kalau malam, mereka biasanya duduk-duduk di bawah cahaya lampu jalan itu," kata dia.

Untuk di tahun 2023 ini, ungkap Edwin, Distrik Kwamki Narama kembali mendapatkan bantuan lampu panel surya dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan.

"Tahun ini kami dapat sekitar 70 unit lampu. Rencananya kami mau pasang di jalan masuk menuju puskesmas baru. Karena ada dua jalur, kami pasang dari ujung lapangan, kemudian juga di jalur atas. Jadi nanti lampu dia terang sampai ke puskesmas," ungkapnya.

Edwin berharap, segala bantuan yang sudah diberikan oleh pemerintah ini dapat dijaga dan dirawat secara bersama-sama.

"Apa yang sudah dibangun pemerintah ini kita jaga bersama karena bantuan ini tidak datang dua kali. Terus nilai dari pada satuan ini kan juga cukup mahal. Kalau kita tidak jaga, dikasih rusak, kita sendiri yang rugi," pungkasnya. (Endy Langobelen) 

Uji Publik Arah Lalulintas Jalan Budi Utomo Segera Dievaluasi

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Nella Manggara

MIMIKA, BM

Pelaksanaan uji publik terkait penerapan arah lalulintas di Jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah, yang telah berjalan selama sebulan lebih bakal dievaluasi kembali.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Nella Manggara, saat ditemui wartawan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan, Jalan Poros SP3, Senin (8/5/2023).

"Uji publik yang di jalan Budi Utomo itu rencananya besok baru dievaluasi oleh tim Pemerintah Daerah, diantaranya ada Dinas Perhubungan, Satpol PP, Disperindag, dan juga pihak kepolisian," ungkap Nella.

Nantinya, lanjut Nella, hasil evaluasi tersebut akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah dan Plt Bupati untuk memberikan arahan selanjutnya.

"Jadi kita bahas dulu. Setelah bapak bupati kasih arahan baru kami lanjut ke legislatif. Kira-kira menurut pandangan mereka mengenai penerapan arah lalulintas Jalan Budi Utomo ini bagaimana. Apakah masih ada lagi yang perlu diperbaiki atau tidak," jelas dia.

Nella menegaskan, pada prinsipnya pihak pemerintah harus menegakkan aturan guna mencapai beberapa tujuan, diantaranya memperlancar arus ekonomi dan menjaga keselamatan pengendara.

"Yang paling utama adalah bagaimana semua nyawa itu harus selamat. Makanya saya selalu sampaikan untuk LLAJ itu setiap pagi itu harus selalu ada di jalan sampai dengan jam kantor selesai," tuturnya.

Saat ditanya perihal titik-titik yang kerap terjadi kemacetan, Nella mengakui bahwa ada beberapa titik yang seringkali menimbulkan kemacetan, seperti di depan SMP Negeri 2 dan di depan Diana Mall.

"Kalau di depan Diana itu macetnya karena semua mobil yang ke Diana itu kan harusnya dia tidak boleh parkir di depan Diana. Ini yang nanti besok lewat evaluasi baru kita pastikan apa yang pemerintah putuskan. Apakah yang denda kita kasih ke Diana atau yang parkir di situ. Tapi belum, nanti besok setelah evaluasi," terang dia.

"Kemudian yang kedua mungkin kita taruh pembatas jalan biar dia tidak seenaknya parkir di situ, dia mau mundur juga tidak bisa," imbuhnya.

Sementara untuk alternatif ketiga, lanjut Nella, pihaknya bakal melarang kendaraan roda empat untuk parkir di depan Diana Mall.

"Kan Diana sudah siapkan tempat parkir di dalam. Jadi, kendaraan roda empat semua harus parkir di dalam. Kita pemerintah mau untuk pelayanan ini baik kepada semua masyarakat," ujar Nella. (Endy Langobelen) 

Stok Langka, Harga Cabai di Pasar Sentral Naik Signifikan


 
Beberapa jenis cabai yang dijual di Pasar Sentral Timika

MIMIKA, BM

Harga berbagai jenis cabai di pusat perbelanjaan Pasar Sentral Timika, Papua Tengah, telah terjadi kenaikan yang signifikan.

Cabai merah besar yang sebelumnya seharga Rp65 ribu, kini naik hampir dua kali lipat menjadi Rp110 ribu per kg. Begitupun harga cabai keriting yang kini menyentuh harga Rp100 ribu per kg.

Hal itu diungkapkan Ice, salah satu pedagang Pasar Sentral, ketik ditemui di lapaknya, Kamis (18/5/2023).

"Cabe keriting sekarang saya jual Rp100 ribu karena saya beli Rp80 ribu. Kalau yang itu (cabe merah besar) kita jual Rp110 karena dibeli Rp90 ribu," tuturnya.

Ice menjelaskan, kenaikan harga ini disebabkan adanya kelangkaan pada stok cabai, khususnya cabai keriting dan cabai merah besar.

"Mulai mahal itu dari setelah lebaran ke sini. Pernah juga sempat kosong, dan kita jual Rp120 ribu waktu itu," ujar Ice.

Untuk harga cabe rawit, kata dia, sudah mulai turun sejak beberapa hari belakangan. "Sebelumnya kita beli kan Rp80 ribu, sekarang turun harga Rp65 ribu. Kita jual per kilonya kadang Rp80 ribu sampai Rp85 ribu. Cabai ijo juga masih normal, kita jual Rp45 ribu," jelas dia.

Adapun bumbu dapur lainnya yang mengalami kenaikan harga yakni bawang bombai, yang mana saat ini dijual dengan harga Rp55 ribu.

"Bombai juga lagi naik. Sekarang kita jual Rp55 ribu karena kita beli 50 ribu. Kalau sebelumnya paling kita kalau beli harganya sekitar Rp40 ribu,"

Senada dengan itu, seorang penampung atau pemasok cabai yang juga berjualan di Pasar Sentral pun membenarkan bahwa saat ini stok cabai keriting, cabai merah besar, dan bawang bombai sedang langka.

"Katanya sih sebentar sore (kamis) atau besok (hari ini-red) sudah masuk lagi. Yah, kita berharap secepatnya bisa masuk agar harga kembali normal. Memang tiga hari lalu ada masuk beberapa, tapi sudah kosong lagi sekarang," ungkap Ahmad Habibi. (Endy Langobelen)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top