Ekonomi dan Pembangunan

Hasil Uji Kepatuhan, Masih Ada Pengusaha di Mimika Tidak Jujur Lapor Pajak

Kabid Pajak Bapenda Mimika, Joel Daniel Luhukay

MIMIKA, BM

Tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika telah selesai menjalankan uji kepatuhan atau uji petik di sejumlah tempat usaha seperti restoran, rumah makan maupun hotel yang dibuka di seputaran Kota Timika.

Kepala Bidang Pajak pada Bapenda Mimika, Joel Daniel Luhukay mengatakan, kegiatan uji petik pada dasarnya bertujuan untuk mengkonfirmasi kebenaran data yang disampaikan oleh wajib pajak atau menguji kewajaran nilai omzet yang dilaporkan wajib pajak ke Bapenda.

Kegiatan uji petik atau uji kepatuhan ini setiap tahun selalu diadakan untuk melihat kepatuhan dari wajib pajak.

"Uji kepatuhan dilakukan di objek pajak seperti restoran, hotel dan tempat hiburan. Ada sekitar 30 petugas yang ditempatkan di masing-masing objek pajak yang berbeda selama hampir 15 hari,"kata Kepala Bidang Pajak pada Bapenda Mimika, Joel Daniel Luhukay saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/7/2023).

Joel mengatakan, bahwa dengan dilakukan uji petik ini ada hasil yang cukup memuaskan karena ada peningkatan pendapatan pajak dari sebelum dilakukan uji petik.

“Misalnya sebelum uji petik itu wajib pajak lapor per bulan Rp3 juta, dan ternyata setelah uji petik itu jumlahnya lebih dari yang mereka laporkan sebelumnya,”ujarnya.

Katanya, uji petik ini dilakukan setiap tahun dengan tujuan untuk memperbaiki dan mengajak wajib pajak untuk terbuka dan jujur saat melakukan pelaporan pajak.

Selain melakukan uji petik, Bapenda juga memasang alat Mpos di masing-masing objek pajak untuk membantu pengawasan.

“Sering saya minta petugas ke lapangan untuk kontrol alat yang sudah dipasang, karena ketika alat sudah dipasang ternyata itu ada wajib pajak yang tidak pakai,” tutur Joel.

Misalnya, ketika ada konsumen yang makan di restoran wajib pajak tidak menginput pembayaran ke alat yang sudah disediakan oleh Bapenda.

“Ada konsumen makan, mereka (wajib pajak) tidak input di alat itu, jelas tidak masuk ke perhitungan pajak,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menggunakan sistem yang bisa langsung mengontrol pengunjung di objek-objek pajak, sehingga jika tidak diinput ke alat dan terlihat banyak pengunjung, maka akan langsung ditegur.

“Jadi sekarang kita lebih ketat ke pengawasan agar wajib pajak tidak ada lagi yang tidak jujur,”ungkapnya. (Shanty Sang)

YESL : Kampung Pigapu Miliki Potensi Yang Menjajikan

Foto bersama kegiatan workshop dan sosialisasi oleh Yayasan Ekologi Sahul Lestari di Balai Kampung Pigapu, Selasa (27/6/2023)

MIMIKA, BM

Yayasan Ekologi Sahul Lestari (YESL) memberikan dua kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (27/6/2023).

Kegiatan berlangsung di Balai Kampung dan dihadiri Manager YESL, Rinto Maturbongs; Kabid PPM Bappeda Kabupaten Mimika, Regina Wenda; Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Mimika, Ujang; Kabid Pemberdayaan Kampung, DPMK Kabupaten Mimika, A. Frits Werimon, dan Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Mimika, Stefanus Subay.

Pada kegiatan yang pertama, sosialisasi yang diberikan berupa Workshop Kedudukan dan Peran Lembaga Pengembangan Hutan Desa (LPHD) dalam pengelolaan perhutanan sosial skema hutan desa dengan menyatukan rencana kerja perhutanan sosial LPHD Pigapu ke dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Kampung Pigapu.

Sementara kegiatan yang kedua adalah sosialisasi penyusunan rencana pembangunan jangka menengah Kampung Pigapu dan pembentukan tim integrasi rencana kerja perhutanan sosial dalam rencana pembangunan jangka panjang Kampung Pigapu.

Rinto Maturbongs selaku Manager YESL menjelaskan bahwa dua kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman masyarakat dan pihak-pihak instansi terkait guna mendukung proses pengintegrasian rencana kerja perhutanan sosial LPHD Pigapu ke dalam RPJM Kampung Pigapu.

Dengan begitu, lanjut Rinto, berbagai program pengembangan kampung di LPHD bisa turut ditunjang dengan anggaran kampung sehingga kelompok-kelompok usaha yang sudah ada dapat menjalankan perannya.

"Sekarang tercatat ada 7 kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) yang sudah dibentuk yaitu kelompok usaha minuman seduhan ndoa aimaporamo, kelompok anyaman etahe atikamo, kelompok tanaman hias titimi, kelompok usaha keripik pisang Kahu, kelompok usaha minyak kelapa uturu, kelompok olahan sagu awame, dan kelompok usaha ekowisata apiriyu," ungkap Rinto.

"Dengan komitmen inilah kita akan menghasilkan rencana kerja tindak lanjut. Di situ nanti kemudian akan dijelaskan terkait komitmen bersama dalam mendukung integrasi RKPS ini kedalam rencana pembangunan kampung," imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga, masing-masing ketua kelompok usaha telah menerima SK yang diterbitkan Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah dan diserahkan secara langsung oleh Ujang selaku perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Mimika.

Di samping itu, Kabid PPM pada Bappeda Mimika, Regina Wenda, mengapresiasi kemajuan Kampung Pigapu melalui produk-produk yang sudah dihasilkan selama ini.

Dia juga berkomitmen akan senantiasa menjalin kerja sama yang baik serta terus berdiskusi dan meneruskan apa yang menjadi kekurangan untuk dibahas bersama pimpinannnya.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Mimika, Stefanus Subay menyebut bahwa proses yang sedang dilakukan oleh YESL adalah sesuatu yang akan sangat berguna nantinya mengingat Kampung Pigapu memiliki potensi yang menjanjikan.

"Berangkat dari proses ini nantinya akan didorong agar kampung Pigapu dapat mengalokasikan sedikit anggaran untuk menunjang aktivitas kelompok usaha yang sudah berjalan. Saya pikir ini adalah potensi yang menjanjikan. Jadi, jangan kita sia-siakan," tutupnya. (Endi Langobelen)

Soft Opening Rafael Inn Hotel Tawarkan Harga Rp390 Net Permalam

Peresmian Rafael Inn Hotel ditandai dengan pemotonga pita

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika terus berkembang sehingga membuat investor melirik kota ini dengan menjadikan peluang bisnis di dunia perhotelan.

Saat ini telah hadir lagi satu hotel baru di Kota Timika dengan konsep hotel budget atau harga terjangkau yang ramah di kantong.

Namanya Rafael Inn Hotel. Hotel ini telah resmi beroperasi dan letaknya sangat strategis ditengah-tengah kota dan dekat dengan bandara yakni di Jalan Kelimutu.

Meski ini adalah hotel dengan harga terjangkau atau hotel bintang 2, Rafael Inn dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mumpuni layaknya hotel berbintang 5.

Manajer Rafael Inn Hotel, Kezia Pricilia mengatakan, Rafael Inn Hotel memiliki 17 kamar tipe standar dan 1 kamar tipe family. Fasilitas yang disediakan adalah kolam renang, resto hingga tempat fitnes.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati fasilitas wifi gratis, air panas dan dingin, mini bar, televisi dan lainnya.

“Yang spesial adalah kamar tipe family kita. Karena fasilitas yang kita sediakan di tipe family cukup mewah. Kita sediakan kitchen set (dapur), ruang tamu, tempat makan, dan dua ruang tidur yang masing-masing memiliki kamar mandi dalam serta ada Bathtub. Kamar tipe family ini bisa untuk menginap 4 orang,” jemas Kezia.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk promo di soft opening ini Rafael Inn mematok harga sangat terjangkau dan ramah di kantong yakni untuk tipe kamar standar di bandrol dengan harga Rp390 permalam dan tipe kamar family hanya seharga Rp900 permalam

Dengan harga ini pengunjung bisa mendapat sarapan 2 orang untuk kamar standar dan 4 orang untuk kamar family.

Konsep yang ditawarkan Rafael Inn sangatlah cocok bagi para backpacker yang sedang transit untuk jalan-jalan maupun melakukan perjalanan bisnis singkat.

"Dan bagi masyarakat Mimika yang ingin mendapatkan pengalaman menginap layaknya hotel berbintang, Rafael Inn tempatnya," ujarnya.

Sementara itu pemilik Rafael Inn Hotel, Suwendo mengaku, bahwa peluang bisnis perhotelan masih menjanjikan di Mimika, karena usaha perhotelan atau penginapan masih ramai yang berarti banyak peluang karena banyak peminatnya.

“Kosep yang ditawarkan Rafael Inn Hotel adalah hotel budget tapi memiliki fasilitas dan pelayanan hotel besar. Kita ingin memanjakan pengunjung agar bisa bersantai di hotel kami,” katanya.

Suwendo mengatakan, kenapa memilih lokasi di Jalan Kelimutu karena sangat dekat dengan bandara yang menjadi keunggulan tersendiri.

“Lokasi hotel kita juga tidak terlalu jauh dari pusat kota, akses berbelanja juga masih sangat mudah. Kita hadir ingin memberi suasana baru, peluang bisni hotel dengan konsep seperti ini masih jarang. Hotel memiliki kolam renang dan fasilitas berkelas, tapi harga terjangkau," ungkapnya.

Kehadiran Rafael Inn diharapkan owner Suwendo bisa melonggarkan biaya bagi backpacker maupun anak muda yang menginginkan tempat tinggal praktis untuk beristirahat sejenak. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top