Ekonomi dan Pembangunan

Lakukan Intensifikasi, Loka POM Temukan Ratusan Pelanggaran

Anggota LOKA POM Mimika saat mendatangi sebuah swalayan di Timika

MIMIKA, BM

Dalam rangka melakukan pengawalan keamanan pangan bagi masyarakat dari peredaran pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khususnya menjelang Idul Fitri tahun 2023 1444 H, BPOM melakukan pengawasan khusus untuk memastikan produk pangan yang beredar terjamin aman.

Kegiatan yang dilakukan yaitu pengawasan rutin khusus dengan target diutamakan pada Pangan Olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa, dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat, dll) pada sarana distribusi peredaran pangan dan pangan takjil buka puasa sepanjang bulan Maret hingga April 2023 dalam 6 tahapan.

Kepala LOKA POM Mimika, Marselino F Paepadaseda melalui rilisnya kepada Berita Mimika.com, Selasa (18/4/2023) mengatakan, Intensifikasi pengawasan dilakukan bersama dengan lintas sektor daerah.

Tahap pertama yang di periksa 3, memenuhi ketentuan 2 dan tidak memenuhi ketentuan 1. Jumlah total temuan 10 item (229 pcs) dengan nilai ekonomi Rp6.664.000.

Tahap kedua yang diperiksa 2, memenuhi ketentuan 2. Jumlah total temuan 4 item (90 pcs) dengan nilai ekonomi Rp470.000.

Tahap ketiga yang diperiksa 3, memenuhi ketentuan 2 dan tidak memenuhi ketentuan 1. Jumlah total temuan 3 item (26 pcs) dengan nilai ekonomi Rp278.000.

Tahap keempat diperiksa 3, memenuhi 3. Jumlah total temuan 6 (12 pcs) dengan nilai ekonomi Rp975.000.

Tahap kelima diperiksa 3 memenuhi 3 dan jumlah total temuan 1 item (15 pcs) dengan nilai ekonomi Rp690.000.

Tahap keenak diperiksa 3, memenuhi 3. Jumlah total temuan 8 item (62 pcs) dengan nilai ekonomi Rp1.264.000.

"Total keseluruhan diperiksa 17, memenuhi ketentuan 12 dan tidak memenuhi ketentuan 2. Jumlah total temuan 32 item (434 pcs) dengan nilai ekonomi Rp10.341.500," ujar Marselino.

Marselino mengatakan, adanya pelanggaran di sarana distribusi pangan yang ditemukan melakukan penyimpangan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip pembinaan, dan tindaklanjut lainnya seperti pemusnahan produk pangan (tidak memenuhi ketentuan), peringatan hingga peringatan keras kepada sarana.

Adapun, temuan di produk pangan adalah temuan pangan rusak sebanyak 6 item (12 pcs), temuan pangan kedaluarsa sebanyak 4 item (95 pcs), temuan pangan TIE sebanyak 14 item (256pcs).

Sedangkan, Produk pangan dimusnahkan oleh pemilik sarana disaksikan petugas sebanyak 11 item (151pcs) dan Produk pangan dikembalikan ke penyalur sebanyak 13 item (221pcs).

"Uji cepat menggunakan Test Kit pada pangan takjil buka puasa sebanyak 95 sampel takjil dengan hasil Memenuhi Syarat (MS). Parameter yang diujikan yaitu pengawet (Formalin dan Boraks), dan pewarna yang dilarang (Rhodamin-Bdan Methanil Yellow)," pungkasnya. (Shanty Sang)

Rangkul Seniman Tato di Timika, Pace Kasta Gelar Tattoo Show

Suasana kegiatan Tattoo Show di Dialog Coffee, Jalan Budi Utomo.

MIMIKA, BM

Komunitas Seniman Tattoo Timika atau yang dikenal dengan nama Pace Kasta menggelar Tattoo Show perdana di Kota Timika, Papua Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/5/2023) malam di Dialog Coffee, Jalan Budi Utomo, itu diikuti oleh sejumlah seniman dan beberapa customer yang menyediakan space tubuhnya untuk ditato.

Yuyud Haryanto selaku penasehat Pace Kasta yang langsung datang dari Jayapura menyampaikan bahwa Tattoo Show ini merupakan kegiatan pertama Pace Kasta untuk menjalin silaturahmi antar seniman di Timika.

"Sebelumnya kan di sini belum ada komunitas. Jadi, dengan dibentuknya Pace Kasta pada 25 April kemarin, kita mulai merangkul para seniman tato lewat Tatto Show ini," ujar Yuyud yang memiliki nama artis Salju Tattoo Art.

Selain tujuan silahturahmi, kata Yuyud, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan atau mengedukasi masyarakat tentang esensial daripada tato itu sendiri. Menurutnya, tato adalah bagian dari karya seni yang telah membudaya di Indonesia sejak masa lampau.

"Tato Indonesia kan masuk dalam tato terkuno sedunia, itu dari suku Mentawai dan juga Dayak. Jadi, tato itu sebenarnya budaya leluhur kita yang memang seharusnya kita lestarikan," tandasnya.

Sayangnya, lanjut Yuyud, masih banyak orang yang menanamkan stigma buruk bahwa orang yang bertato adalah orang jahat.

"Sampai sekarang kita masih sering temukan yang seperti itu. Padahal sikap jahat itu ya dari pribadi masing-masing orang, bukan karena punya tato. Jadi, sebenarnya tidak semua orang yang bertato itu jahat, begitu juga tidak semua orang yang tidak bertato itu baik," jelas Yuyud.

"Maka dari itu, lewat komunitas ini dan juga kegiatan Tattoo Show yang nantinya akan sering digelar, kita berharap perlahan-lahan bisa menghapus stigma buruk dari masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut seniman tato asal Surabaya itu menerangkan bahwa Pace Kasta sendiri merupakan tempat untuk belajar dan juga sebagai wadah untuk berkarya.

"Sebenarnya di Papua ini banyak pencinta seni tato, tapi tidak sedikit juga yang hanya asal buat karena belum mengerti. Makanya kami bentuk komunitas ini agar para penggiat tato bisa saling berbagi, memberikan pengetahuan mengenai SOP dan ilmu lainnya," terang Yuyud.

"Ada juga yang sudah paham SOP, tapi kerap mengabaikannya. Nah, kalau sudah dirangkul begini kan bisa saling mengingatkan sehingga ke depan mereka bisa menjadi artis tato profesional," lanjutnya.

Sejauh ini, untuk di wilayah Papua, ada sejumlah komunitas tato yang telah dibentuk di beberapa kota seperti Jayapura, Manokwari, dan Sorong.

"Kalau di Timika, Pace Kasta ini yang pertama. Ini pun mereka baru bentuk bulan kemarin dan hari ini untuk pertama kalinya dibuat Tattoo Show. Tentunya kami berharap ke depan ada event tato se-Papua seperti kontes tato penilaian. Jadi, nanti kita datangkan juri untuk menilai tato-tato terbaik. Ya, sementara mimpi kita ke arah sana," jelas Yuyud.

Di samping itu Ketua Pace Kasta, Achos Florastattoo, menyebutkan bahwa saat ini Pace Kasta sudah beranggotakan belasan seniman tato.

"Ada juga yang lain, tapi masih diluar. Kita akan rangkul agar ke depan seniman tato di Timika semakin solid dan bisa saling suport, bahu-membahu membantu kalau ada yang kurang," tutur Achos yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia tato.

Pria berambut gimbal itu juga berharap adanya kolaborasi antar seniman untuk melahirkan event-event kesenian yang mana di dalamnya terdapat berbagai bidang seni.

"Seperti kalau ada panggung band atau apalah itu, kita yang dari seni tato juga bisa ikut dilibatkan untuk mengisi sebuah stand dengan Tattoo Show dan sebagainya begitu," pungkasnya. (Endy Langobelen) 

Gerakan Pangan Murah Terakhir Jelang Idulfitri Fitri, Masyarakat Merasa Terbantu

Tampak masyarakat Kota Timika sedang mengantre untuk membeli bahan pokok di lapak gerakan pangan murah, Sabtu (15/4/2023)

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar gerakan pangan murah untuk membantu warga umat muslim dalam mempersiapkan kebutuhan menuju Idulfitri.

Di kali yang keempat ini, Sabtu (15/4/2023), gerakan pangan murah digelar di pelataran Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah.

"Sampai dengan saat ini sudah empat kali kita lakukan gerakan pangan murah menjelang Idul Fitri di Mimika, yaitu di SP1, SP3, Mapurjaya, dan hari ini di Eme Neme," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Petrus Yulius Koga.

"Ini yang terakhir untuk menyambut Idul Fitri. Jadi, bulan berikut baru kami mulai lagi tapi dengan nama yang berbeda yakni gerakan pangan murah dan pasar tani, karena kita libatkan petani," imbuhnya.

Lebih lanjut, Yulius menjelaskan bahwa selain untuk membantu masyarakat Mimika dalam menyambut hari raya, gerakan pangan murah juga bertujuan untuk mencegah terjadinya inflasi.

"Jadi ini juga tujuannya untuk mengimbangi inflasi di Mimika. Dan itu memang sudah diinstruksikan langsung dari pusat untuk daerah melakukan kegiatan-kegiatan semacam ini," jelas dia.

Untuk diketahui, di Mimika terdapat dua kegiatan yang serupa untuk menekan angka inflasi, yakni gerakan pangan murah dari Dinas Ketahanan Pangan dan pasar murah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Yulius mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan gerakan pangan murah dan pasar murah menjelang lebaran, Pemkab Mimika telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp400 juta lebih.

"Sampai dengan saat ini tu Rp400 juta lebih hampir Rp500 juta. Ini kita kolaborasi dua anggaran yaitu gerakan pangan murah dan pasar murah. Pasar murah lebih sedikit sekitar Rp150 juta," ujar Yulius.

Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya belum menemukan kendala dalam pelaksanaan gerakan pangan murah ini.

"Kendala yang sangat berarti tidak ada sih. Kami jalan mulus-mulus saja. Makanya saya mau sampaikan terima kasih buat Bulog, Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan distributor yang selalu mendukung kami. Kami di Ketahanan Pangan ini kan tidak ada komoditi. Ssaya bergerak karena adanya mereka ini. Jadi saya selalu sampaikan terima kasih buat mereka," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog KCP Timika, Riyadi Muslim, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung setiap kegiatan pemerintah.

"Kami selalu mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Pemda Kabupaten Mimika, diwakili oleh Dinas Ketahanan Pangan" ujarnya Saat ditemui di sela-sela kegiatan gerakan pangan murah.

"Kami mensuport bagaimana pemerintah untuk mengendalikan harga di pasaran Kota Timika dalam menjelang hari raya besar keagamaan untuk memberikan harga yang terbaik kepada konsumen yang merayakannya," lanjut Riyadi.

Disebutkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan gerakan pangan murah ini, Bulog Timika menyiapkan beberapa jenis bahan pokok, di antaranya beras, gula, minyak goreng.

"Hari ini kami turunkan beras premium 2,5 ton, beras medium 1,5 ton, gula 1,5 ton dan minyak goreng 1.500 liter," paparnya.

Dengan adanya gerakan pangan murah menjelang hari raya Idulfitri ini, masyarakat di Timika merasa sangat terbantu.

Irfandi, salah satu warga yang ditemui di kegiatan gerakan pangan murah menyampaikan kepuasannya terhadap program ini.

"Masyarakat merasa sangat terbantu karena gerakan pangan murah ini secara tidak langsung juga membantu perekonomian warga," ucap Irfandi.

"Yang tadi pikirnya mau beli ini, beli itu, tapi uangnya pas pas, dengan gerakan pangan murah seperti ini maka masyarakat punya uang lebih untuk kebutuhan yang lain. Jadi, ini sangat membantu buat masyarakat yang mau lebaran ke depan," imbuhnya.

Dia berharap program menjelang hari raya ini dapat terus dipertahankan oleh pemerintah.

"Kalau bisa setiap hari raya itu, ada kegiatan kaya begini. Ini kan sangat membantu masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, dan tidak menutup kemungkinan juga membantu pedagang-pedagang kecil," harapnya. (Endi Lagobelen)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top