Budaya

Sambut Tiga Hari Raya Besar Keagamaan, Bupati Mimika Himbau Jaga Toleransi dan Kebersamaan

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Menyambut tiga hari besar keagamaan yakni Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) pada 19 Maret, Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan Paskah, Bupati Mimika Johannes Rettob mengimbau agar masyarakat Kabupaten Mimika dapat menjaga kebersamaan.

"Untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mimika, kita akan memasuki beberapa hari keagamaan, pertama Tahun Baru Sakka, Idul Fitri dan Paskah. Untuk itu saya himbau kepada seluruh masyarakat mari kita betul-betul jaga kebersamaan kita," kata Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Bupati JR menuturkan, bahwa selama masa Ramadhan ini juga semua masyarakat sudah menjaganya dengan sangat baik.

"Saya ucapkan terima kasih untuk semuanya karena telah menjaga kebersamaan dan toleransi dengan baik selama ini," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat semua dapat saling menghargai, berperan serta baik-baik untuk merayakan hari-hari keagamaan.

Selain itu, Bupati berharap juga untuk menjaga ketertiban dan keamanan di tengah lingkungan tempat tinggal dan secara keseluruhan di kota Timika.

"Agar tercipta situasi Kamtibmas yang terus kondusif, pembatasan peredaran penjualan Miras juga harus tetap ditaati bersama karena itu sudah ada instruksi Bupati," ungkapnya. (Shanty Sang)

Organisasi Sayap Partai Golkar Beri Bantuan Al-Qur’an ke Tiga Panti Asuhan

Foto bersama usai pembagian Al-Qur’an di salah satu panti asuhan

MIMIKA, BM

Al-Hidayah, salah satu Organisasi Sayap Partai Golkar memberikan bantuan kasih berupa Al-Qur’an kepada tiga yayasan Yatim Piatu di Timika.

Pembagian Al-Qur’an dilakukan oleh pengurus Al-Hidayah DPD Partai Golkar Provinsi Papua dan DPD Kabupaten Mimika di Panti Asuhan Bunda Mulia, Baiturasul dan Al Furqon.

“Pembagian Al-Qur’an sesuai dengan jumlah yang ada di tiga panti asuhan. Ada yang 20, 30 dan 40,” ujar Imran Ibrahim salah satu pengurus DPD Partai Golkar Mimika.

Menurutnya, pemberian Al-Qur’an yang dilakukan ini merupakan bagian dari momentum menyambut Bulan Suci Ramadan.

“Ini awal karena ke depan kami akan datang untuk memberikan batuan sembako karena mereka butuh perhatian dan kasih sayang dari kita semua. Mereka adalah anak yatim dan semua agama ada,” ujarnya.

Pengurus Golkar lainnya, Paula Tunya menambahkan, Al-Hidayah merupakan organisasi sayap Partai Golkar yang berisikan ibu-ibu pengajian. Dan kunjungan kasih ini adalah bisa dari program kerja mereka.

“Jadi selain berbagi Al-Qur’an kami juga datang untuk melihat apa yang jadi kekurangan mereka. Ke depan kami akan batu dalam bentuk yang lain dan rencananya pada 1 Maret nanti kami akan berikan bantuan sembako,” ungkapnya.

Terkait berapa besar sembako yang nanti diberikan kepada tiga panti asuhan ini, Paula mengatakan sedang dilakukan pendataan.

“Kita lagi data sehingga bantuan yang diberikan nanti diharapkan sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan mereka, apalagi disana bukan hanya anak yatim saja tapi ada juga orangtua lansia,” ungkapnya. (Ronald R)

Hari Pertama Puasa, Warga Mimika Ramai-Ramai Berburu Takjil

Takjil di Jalan Kihajar Dewantara

MIMIKA, BM

Hari pertama di bulan Suci Ramadan di Kabupaten Mimika sungguh terasa istimewa bagi umat Muslim, terutama saat berbuka puasa di rumah bersama keluarga.

Nah, di hari pertama Ramadan, Kamis, (19/2/2026), banyak orang memburu hidangan takjil di Jalan Kihajar Dewantara. Sejak sore jalanan dipadati pedagang takjil.

Aktivitas ribuan warga yang membeli takjil di lokasi tersebut, menyebabkan kemacetan yang lumayan panjang.

Pantauan Beritamimika.com, deretan stand yang berjajar di pinggir jalan dipenuhi pembeli dari berbagai kalangan. Beragam jajanan seperti kolak, es buah, gorengan, risoles, puding, makanan hingga hidangan manisan lainnya.

Tidak hanya di seputaran Jalan Kihajar Dewantara saja, tetapi di sepanjang jalan Budi Utomo, Pendidikan, Bougenvile para penjual juga menyediakan stand mereka untuk berjualan takjil.

Suasana berburu takjil tidak hanya diramaikan oleh umat Muslim. Warga non muslim pun turut meramaikan suasana. Mereka tampak menyusuri setiap stand, memilih jajanan kesukaan mereka.

Seorang warga bernama Siti dan Mega , mengaku kalau setiap tahun memang selalu membelk takjil di sini (Depan Masjid Babusalam) karena sudah tersedia berbagai jajanan dan makanan.

"Apa lagi kami yang bekerja begini pastinya akan mencari takjil untuk kita pulang dan berbuka puasa,"ujar keduanya.

Ternyata fenomena yang sekali setahun ini, bukan hanya tradisi musiman, tetapi juga menjadi berkah bagi para pedagang atau pelaku usaha kecil menengah. Momen ramadhan menjadi kesempatan untuk menambah rezeki.

Di sisi lain, banyak orang terbantu dengan hadirnya para pedagang ini. Misalnya para pekerja atau keluarga yang tidak sempat mempersiapkan bekal berbuka puasa.

Sementara itu salah satu pedagang mengaku, sengaja berjualan di sini karena setiap Ramadan tempat itu menjadi pusat berjualan takjil.

“Untuk mencari rezeki yang barokah. Hari ini yang beli lumayan banyak. Semoga sampai akhir Ramadan ini,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Top