Budaya

Ari Sihasale Kunjungi Festival Pasar Imlek, Pesan Produk UMKM Tambelo

Foto istimewa/Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen ditemani Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Samuel Yogi saat di stan UMKM milik ibu Magdalena dan ibu Maria

MIMIKA, BM

Anggota Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Bidang Koperasi, UMKM, Ekonomi Kreatif Dan Kebudayaan, Ari Sihasale  bersama sang istri Nia Zulkarnaen ditemani Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi mengunjungi Festival Pasar Imlek pada Senin (16/2/2026).

Ale nampak mengunjungi salah satu stan UMKM usaha tambelo dan mangrove milik ibu Magdalena dan ibu Maria.

Kepada BeritaMimika di sela-sela kegiatan, Magdalena mengaku Ale senang melihat olahan cemilan dari produk lokal Timika tersebut.

“Tadi Ari Sihasale datang kesini pesan tambelo 10 pcs, istrinya pesan, besok pagi diambil. Mau dibawa untuk oleh-oleh ke Jakarta. Produk kami halal dan sudah ada ijin edar,” ucapnya.

“Tambelo seperti ulat sagu, hidup di kayu yang sudah lapuk, ulatnya kita ambil untuk cemilan,” imbuhnya.

Magdalena mengolah tambelo menjadi cemilan seperti kerupuk dan stik. Sementara ibu Maria menghadirkan mangrove yang diolah menjadi stik, lulur dan kue basah.

“Produk unggulan kami berbahan lokal yang diminati oleh masyarakat adat, kami usahakan tambelo ini supaya nusantara mau karena kadang ada yang geli kalau dimakan mentah. Jadi kami inovasi jadi cemilan yang bisa dimakan semua orang,” ungkapnya.

UMKM usaha tambelo dan mangrove ini sudah tergabung di Dinas Koperasi dan UMKM Mimika selama tiga tahun.

“Kami belum punya lapak, jadi kami rumah produksi. Sehari kami produksi bisa dua kilogram tergantung bahan bakunya. Karena tambelo sulit harus mencari di hutan, pakai perahu ke hulu sungai lalu panjat pohon baru ambil buahnya. Jadi penuh perjuangan,” terangnya.

Magdalena dan Maria merasa bangga diundang dalam Festival Pasar Imlek ini.

“Festival ini unik karena baru pertama kali. Kami bangga karena diundang ikut meramaikan. Penjualan selama dua hari ini biasa saja kalau keluar daerah bisa melebihi target karena dianggap unik,” katanya.

Menurutnya, warga Timika sudah biasa makan ulat sagu, tetapi orang luar daerah Timika menilai tambelo itu unik, bahkan Ale pun memesannya sebagai oleh-oleh. Tambelo pun kaya akan protein.

“Semoga tambelo bisa lebih dikenal oleh masyarakat nusantara dan usaha kami sukses. Semoga produk kami semakin dikenal di luar Mimika,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi yang turut mendampingi Ari Sihasale dan tim dalam kunjungan siang tadi mengatakan kunjungan tersebut bagian dari program kerja Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Yogi mengatakan Ari Sihasale merupakan salah satu anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang membidangi Koperasi, UMKM dan Kebudayaan.

“Beliau bagian dari koperasi dan UMKM sehingga kami sangat bersyukur atas kunjungan tadi ke Pasar Imlek. Kami bangga beliau bisa hadir dan ingin membatu pengembangan produk UMKM dari Mimika,” ungkapnya.

Menurut Yogi, dalam kunjungan tadi hadir juga anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang membidangi perikanan dan pertanian.

“Besok saya akan menemani mereka ke Atuka untuk melihat UMKM dan Koperasi serta potensi ekonomi apa yang ada di sana,” ujarnya.  (Elfrida Sijabat)

Uskup Timika : Semoga 2026 Menjadi Tahun Rahmat

Suasana perayaan misa akhir tahun di Gereja Katedral Tiga Raja

MIMIKA, BM

Ribuan umat katolik memadati Gereja Katedral Tiga Raja mengikuti misa tutup tahun 2025 pada Rabu 31 Desember 2025.

Misa dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, didampingi Pastor Amandus Rahadat, Pr dan Pastor Rinto Dumatubun, Pr.

Dalam homilinya, Uskup Bernadus menyampaikan bahwa misa malam ini merupakan malam terakhir di tahun 2025 dan sekaligus momentum refleksi atas perjalanan waktu yang telah dilalui manusia.

Hitungan tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit serta detik adalah suatu kategori waktu yang dinamai manusia.

"Tahun adalah akumulasi bulan, bulan adalah akumulasi minggu, minggu adalah akumulasi hari dan akumulasi hari adalah jam dan jam adalah menit dan menit adalah detik serta detik adalah nol dan ketiadaan kedalam kekekalan keabadian,"kata Uskup Bernadus.

Dikutip dari Santo Agustinus, Uskup Bernadus menjelaskan bahwa tidak ada pemisahan antara waktu dan sejarah hidup manusia. Waktu pada hakekatnya adalah ruang dimana manusia hidup.

Didalam ruang itulah manusia menggunakan momen ini untuk mengukir sejarah. Sejarah kebaikan atau sejarah keburukan dalam rentangan hidup manusia.

Maka bagi Santo Agustinus tidak ada waktu, waktu hanya ada hari yang telah berlalu maka memoria waktu masa lalu adalah kenangan dan sejarah dan hari akan datang adalah harapan, impian, mimpi tentang sesuatu yang akan terjadi tahun 2026.

"Tapi yang pasti kita tahu bahwa ada sejumlah peristiwa yang telah kita lalui, dan apakah itu terulang lagi pada waktu yang sama pada tahun yang akan kita lalui," ujarnya.

Ia mengatakan, Santo Agustinus menyatakan apa yang dimaksud dengan sejarah pada hakekatnya adalah waktu itu sendiri dimana manusia dan makhluk hidup yang lain berada, memberi makna pada perjalanan.

Oleh karena itu, bagi Santo Agustinus segala peristiwa yang dilakukan dan terjadi saat ini kemudian berlalu menjadi suatu kenangan memoria dan  adalah sejarah.

Pandangan tersebut, lanjut Uskup Bernardus, sejalan dengan pemikiran filsuf asal Republik Ceko, Edmund Husserl, yang menegaskan bahwa makna sejarah tidak perlu dicari di luar diri manusia. Sejarah dan waktu hidup di dalam jiwa manusia yang bersatu dengan Sang Pencipta.

“Sang Pencipta masuk ke dalam ruang dan waktu sejarah manusia, berbelarasa dengan manusia, dan membawa manusia menuju kekekalan dalam terang-Nya menuju kebahagiaan sejati,” ucapnya.

Uskup Bernardus menegaskan bahwa Allah rela turun ke dalam ruang kehidupan manusia agar manusia mampu menghadirkan karya-karya hidup yang selaras dengan rencana Tuhan, yakni membangun Kerajaan Allah, kerajaan damai, kebaikan, dan keselamatan, bukan kerajaan kejahatan, perpecahan, dan kehancuran.

Ia berpesan, jika di tahun 2025 masih terdapat rencana yang belum tercapai atau karya yang belum sempurna, maka tahun 2026 harus menjadi kesempatan untuk melanjutkan dan menyempurnakannya, baik dalam kehidupan keluarga maupun di seluruh Tanah Papua.

Menutup homilinya, Uskup Bernardus mengajak umat menjadikan segala kekurangan dan kegagalan di tahun 2025 sebagai bahan refleksi dan pertobatan, agar dapat kembali berjalan di jalan Tuhan.

“Kalau di tahun lalu memori kita belum sempurna, mari kita sempurnakan di tahun ini. Apa yang kurang di masa lalu jadikan refleksi untuk diperbaharui. Dan semoga di tahun 2026 menjadi tahun Rahmat Tuhan sebagaimana Tuhan  menerima kabar dari malaikat. Mari kita lakukan karya-karya kebaikan di tahun 2026,”pesannya. (Shanty Sang)

Di Hari Ibu, Lansia Distrik Mimika Timur Dikunjungi PKK Mimika

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob didampingi Plt Kepala Distrik Mimika Timur Bakri Athoriq saat memberikan bingkisan kepada salah saru lansia


MIMIKA, BM

Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember menjadi momen kebersamaan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika bersama para lanjut usia (Lansia) yang ada di Distrik Mimika Timur.

TP PKK Mimika berbagi Kasih untuk menyapa langsung dan memberikan bingkisan sembako sebanyak 300-an paket untuk para Lansia dan juga para janda yang diantaranya berasal dari Kampung Tipuka, Mware, Hiripau dan Kaugapu.

Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Distrik Mimika Timur dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob, Plt. Kepala Distrik Mimika Timur Bakri Athoriq beserta pengurus PKK kabupaten dan PKK distrik.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob mengatakan bahwa tepat di Hari Ibu, TP PKK hadir untuk mama-mama.

“Ibu harus memiliki semangat dan bahagia karena kalau tidak ada ibu-ibu dunia ini sepi. Jadi, bapak harus menghargai ibu-ibu dulu. Bapa mencari nafkah tetapi mama-mama adalah penonggak keluarga, mengasuh, mendidik dan merawat anak-anak,” katanya.

Hal ini disampaikannya sebagai bentuk perhatian yang diberikan oleh PKK Mimika.

“Kami tidak ingin buat pesta Natal, tapi kami datang ingin berbagi walaupun tidak seberapa tetapi itulah bentuk perhatian, cinta dan kasih kami kepada mama-mama Lansia,” tuturnya.

Ia mengucapkan terimakasih kepada kepala distrik karena telah diberikan data lansia dan janda sehingga bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.

“Data ini akan saya bawa kepada bapak bupati dan wakil bupati untuk didaftarkan ke Dinas Sosial. Yang penting data itu benar dan tidak salah sasaran. Semoga tahun depan bisa kita laksanakan,” ungkapnya.

Pengurus PKK kabupaten dan PKK distrik foto bersama usai melaksanakan tugas berbagi Kasih

“Selamat Hari Ibu, Selamat Natal. Tuhan berkati kita semua,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Plt. Kepala Distrik Mimika Timur Bakri Athoriq memberikan apresiasi kepada TP PKK Mimika karena selama ia menjabat baru ada kegiatan memperingati Hari Ibu yang dikhususkan untuk para Lansia.

“Terimakasih kepada ibu Ketua TP PKK Kabupaten yang sudah meluangkan waktu untuk warga Distrik Mimika Timur. Saya mengucapkan selamat Hari Ibu dan semoga kita diberikan panjang umur,” ucapnya.

Athoriq menyebut hal tersebut merupakan bentuk kesetaraan antara hak-hak wanita dan pria.

“Ibarat rumah bapa seperti atap sebagai pelindung, ibu-ibu sebagai tiang rumah. Kalau tiang rumah hancur maka hancurlah bangunan itu,” ujarnya.

Ia mengajak semua yang hadir untuk menjaga kesetaraan antara wanita dan pria. Wanita juga memiliki hak-hak di pembangunan distrik. Sebagai contoh, pihaknya telah melaksanakan nikah massal pada 13 Desember lalu dan menjadi program prioritasnya untuk tahun mendatang.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan. Sebentar lagi kita memasuki Hari Natal 2025. Saya ucapkan Selamat Natal dan semoga tahun ini lebih hikmat dan menjadi tolak ukur dalam pelaksanaan kehidupan kita,” tandasnya.

Kegiatan berbagi Kasih dengan Lansia di Hari Ibu ini sekaligus menutup Program Kerja PKK Mimika di tahun 2025. (Elfrida Sijabat)

Top