Hukum & Kriminal

Penjual Diminta Harus Selektif Dalam Menjual Spirtus

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman S.I.K, M.H.

MIMIKA, BM

Maraknya kalangan anak-anak hingga remaja yang bermain meriam spirtus belakangan ini semakin membuat masyarakat resah karena bunyinya yang keras.

Oleh karena itu, penjual spirtus diminta untuk selektif dalam menjual produknya karena maraknya penggunaan spirtus sebagai bahan bakar untuk "meriam spirtus".

"Kepada pemilik atau penjual spirtus tolong selektif apabila ada yang membeli dalam skala besar. Tolong dilaporkan ke kita supaya kita bisa tindaklanjuti. Apabila tidak ada efek jera kita akan lakukan tindak pidana ringan," ucap Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman S.I.K, M.H.

Kata Kapolres, pihaknya sudah melakukan himbauan kepada masyarakat khsususnya anak-anak yang bermain meriam spirtus.

"Kita sudah berikan himbauan,karena ini mengganggu kamtibmas," ujar AKBP Billy.

Selain meriam spirtus, untuk penjualan petasan dan kembang api, kata Kapolres itu harus bisa dibedakan.

"Kembang api yang diijinkan itu berukuran dibawah 2 inci. Itu sudah ada jenis-jenisnya untuk diperjualbelikan kepada masyarakat, dan itu sudah ada ijin dari Mabes Polri, baik itu ijin inport maupun ijin distributor termasuk ijin penjualan," kata AKBP Billy.

Lanjutnya,"Untuk distributor itu juga harus ada surat ijinnya untuk melakukan ijin penjualan di wilayah Mimika. Dan distributor itukan punya agen-agennya, dan tentunya nanti kita akan data,"sambung Kapolres. (Ignasius Istanto)

Polisi Berhasil Amankan 81 Bahan Baku Anak Panah

Anggota Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin saat mengamankan bahan baku anak panah.

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika dalam hal ini Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin berhasil mengamankan 81 bahan bahan baku anak panah di terminal kedatangan Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika pada Rabu (12/11/2025).

81 bahan baku anak panah ini diamankan dari tangan salah seorang masyarakat yang turun dari pesawat asal Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.

Kapolres Mimika melalui Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, S.E, menyampaikan bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan
pemilik barang tersebut tidak bersedia menyebutkan identitas diri maupun menunjukkan KTP.

"Setelah diperiksa, yang bersangkutan meninggalkan lokasi dengan menggunakan sepeda motor sambil mengatakan bahwa dirinya akan datang kembali untuk mengambil barang tersebut di kantor kepolisian," ujarnya.

Diterangkan Kasi Humas Polres Mimika bahwa diamankan bahan baku anak panah tersebut bermula saat pria tersebut turun dari pesawat bersama dua orang temanya dengan membawa dua bungkusan kain dan satu dilakban warna coklat kemudia berjalan keluar terminal kedatangan.

Setelah sampai di depan terminal, anggota piket jaga merasa curiga kemudian memanggilnya dan langsung menanyakan barang bawaan tersebut.

"Karena curiga anggota langsung memeriksa barang bawaan dan barang tersebut langsung diamankan ke Polsek Kawasan Bandara untuk proses pemusnahan lebih lanjut,"terangnya.(Ignasius Istanto)

Diduga Sakit Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia

Jenazah MS hendak di evakuasi ke RSUD Mimika menggunakan mobil ambulance.

MIMIKA, BM

Diduga sakit, seorang pria diketahui berinisial MS (44) ditemukan dalam keadaan meninggal disalah satu kossan yang beralamat di Jalan Busiri Ujung pada Rabu (12/11/2025).

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria menerangkan bahwa MS pertama kali dilihat oleh salah satu saksi yang saat itu keluar dari kamar untuk membuka pintu rumah kos.

"Saksi kaget melihat MS dengan posisi tengkurap sambil memegang dada didepan pintu kamar yang terbuka,"terangnya.

Melihat hal tersebut saksi mengecek namun tidak ada pergerakan. Kemudian saksi memanggil tukang batu yang sedang bekerja didekat rumah kos.

"Setelah itu MS dipindahkan ke kasur, kemudian saksi menghubungi sesama rekan kossan yang sedang bekerja dan memberitahukan bahwa MS sudah meninggal,"sambung AKP Rian.

Lanjutnya,"Ada beberapa saksi yang kita tanya itu katanya mereka melihat sebelumnya sekitar jam 07.00 WIT pagi MS sempat membeli rokok dengan minum kopi,"sambung Kasat Reskrim.

Kata Kasat Reskrim bahwa meninggalnya MS diduga karena sakit serangan jantung.

"Sementara obat-obatan yang mengarah ke hal tersebut tidak ada obat-obatan yang kita temukan. Kita temukan itu hanya barang-barang kerja korban, karena korban ini profesinya sebagai tukang servis HP," ujar AKP Rian.

Disampaikan AKP Rian bahwa dari kerukunan atau paguyuban MS akan di bawa ke RSUD untuk dilaksanakan visum.

"Setelah itu keterangan nanti dibacakan oleh pihak Rumah Sakit untuk diketahui paguyuban, yang kemudian dari pihak paguyuban memberitahu titik terangnya ke keluarganya,"ujarnya. (Ignasius Istanto)

Top