Hukum & Kriminal

Ratusan Miras Yang Diamankan di Pelabuhan Pomako Segera Dimusnahkan

Foto Dokumemtasi/personel gabungan saat berhasil mengamankan miras lokal jenis sopi di pelabuhan Pomako. 

MIMIKA, BM

Sebanyak ratusan miras lokal jenis sopi yang sudah dalam bentuk berbagai kemasan yang telah diamankan di Kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako saat razia di pelabuhan akan dimusnahkan. 

“Ratusan miras ini akan dimusnahkan pada 1 Juli 2025 mendatang di Kantor Polres Mimika Mile 32," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Iptu Leonard Howay saat ditemui, Senin (19/05/2025). 

Terkait dengan pengawasan dan penertiban terhadap minuman keras lokal (Miras) yang didatangkan dari luar Timika menggunakan jasa transportasi laut milik Pelni, kata Kapolsek itu pihaknya bekerjasama dengan TNI AL, Satpol Airud Polres Mimika, Satpol PP Mimika dan Syahbandar. 

"Pengawasan yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh tim gabungan setiap Kapal Pelni masuk dan sandar di Pelabuhan Poumako. Kita akan gencar lakukan pengawasan dan razia guna memalisir peredaran miras di Timika,” kata Iptu Leonard. 

Menurut Iptu Leonard Howay bahwa modus yang dilakukan oleh para pemilik miras tersebut untuk mengelabui para petugas itu banyak.

"Seperti mereka titip ke petugas TKBM untuk diturunkan di pelabuhan dan kemudian dibawa kabur. Ada juga yang mereka sembunyi didalam coolbox ikan, tas dan lain-lain. Jadi, semacam kita main Kucing-kucingan dengan mereka. Namun saat kita temukan barangnya, para pemilik langsung melarikan diri,” jelasnya. (Ignasius Istanto)

Ini Daerah Pemasok Narkotika di Timika

KBO Satresnarkoba, Iptu Hery Setiabudi, SE

MIMIKA, BM

Kepolisian Resor Mimika dalam hal ini Satresnarkoba menyebutkan ada dua daerah di Indonesia yang sering mendatangkan atau menjadi pemasok narkotika ke Kabupaten Mimika. 

Ini terungkap dari pengakuan para pengedar atau tersangka sendiri yang sudah ditangkap oleh pihak Satresnarkoba Polres Mimika. 

"Seperti ganja, itu dari hasil keterangan tersangka-tersangka sebelumnya maupun yang baru-baru ini ditangkap (TYT) pada tanggal 15 Mei 2025 itu didatangkan dari Jayapura," ungkap KBO Satresnarkoba, Iptu Hery Setiabudi, SE saat ditemui diruang kerjanya, Senin (19/05/2025). 

"Untuk tersangka TYT adalah pemain lama. Dia ternyata peroleh narkotika jenis ganja dari seseorang yang berada di Jayapura. Namun dirinya tidak mengenal orangnya," sambungnya.

Menurut Iptu Hery, narkotika jenis ganja yang didatangkan dari Jayapura itu juga diduga diperoleh dari negara tetangga (PNG).

"Karena akses kesana (PNG) itu dekat, dan mereka dapatkan ganja itu biasanya barter dengan barang," ujarnya.

Disampaikan juga bahwa ganja sering masuk ke Timika melalui bandara dimana para pengedar menyembunyikannya dengan cara menempelkannya dibadan. 

"Mereka rekatkan pakai lakban dibadan atau dicelah paha, karena mereka tidak berani lewat X -ray. Kalau lewat jasa pengiriman barang itu saya belum tahu mekanismenya seperti apa. Apakah lewat X-ray dulu atau tidak, tapi untungnya kita jalin komunikasi baik dengan jasa pengiriman dan jaringan-jaringan kita sehingga kita bisa ungkap," kata Iptu Hery. 

Kemudian terkait narkotika jenis sabu-sabu yang sering masuk di Timika, kata KBO Satresnarkoba itu didatangkan dari Madura, Provinsi Jawa Timur.

"Dari hasil keterangan tersangka yang kita amankan, itu rata-rata barangnya didatangkan dari Madura," kata Iptu Hery. 

Oleh karena itu, untuk mencegah barang haram tersebut baik sabu-sabu maupun ganja masuk keTimika melalui bandara, Satresnarkoba Polres Mimika sementara ini berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan ID Card sebagai akses masuk untuk melakukan pengawasan lebih ketat. 

"Kita sementara lagi ajukan untuk dapat ID Card agar bisa masuk di bandara, apabila kita sudah punya ID Card maka pasti ada anggota kita akan berada disana. Karena ada informasi yang kita peroleh barang-barang tersebut itu kadang lolos sampai ke pedalaman menggunakan pesawat-pesawat kecil, jadi di Timika ini hanya transit saja," ungksp Iptu Hery. (Ignasius Istanto)

Polisi Sebut Pengamanan Selama Prosesi Pentahbisan Uskup Timika Tidak Ada Gangguan Menonjol

Kabag Ops AKP Henri Alfredo Korwa. 

MIMIKA, BM

Pengamanan yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari kedatangan tamu-tamu, persiapan ibadah pentahbisan Uskup Timika hingga misa pertama Uskup Timika berjalan dengan aman dan lancar. 

"Hal-hal yang menonjol sampai mengganggu kamtibmas itu tidak ada. Jadi, pengamanan selama 3 hari mulai dari kedatangan tamu dan persiapkan pentahbisan dan sampai misa pertama Uskup (kemarin-red) itu semua berlangsung aman dan kondusif," ungkap Kabag Ops AKP Henri Alfredo Korwa, Jumat (16/05/2025). 

Dengan usainya pelaksanaan pentahbisan Uskup terpilih Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, kata Kabag Ops, personel gabungan yang dikerahkan saat pengamanan juga sudah kembali. 

"Kemarin sore juga personel langsung bubar atau kembali setelah dilakukan gelar apel pasukan. Saya juga ucapkan terimakasih banyak kepada personel yang sudah ikut dalam pengamanan," kata AKP Henri. 

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pengaman selama tiga hari itu sebanyak 350 personel gabungan terlibat yang terdiri dari TNI/Polri dan instansi terkait. (Ignasius Istanto)

Top