Ekonomi dan Pembangunan

Delapan Petani SP4 Sudah Nikmati Listrik untuk Kegiatan Produktif



Tyo, salah satu petani di SP4 yang sudah gunakan listrik untuk kebutuhan produktif

MIMIKA, BM

Sektor pertanian berperan penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi sekaligus berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Guna meningkatkan produktivitas, optimalisasi pemanfaatan listrik harus terus didorong bagi efisiensi usaha tani dan pangan.

"Hari ini para Petani di SP4 Sopoyono Timika sudah dapat menikmati fasilitas kelistrikan dari PLN Timika," tutur Manager Unit Pelayanan Pelanggan Timika Kota Wahyu Prihatnala melalui rilisnya yang diterima Berita Mimika.

Petani yang sebelumnya menggunakan listrik hanya untuk kegiatan yang sifatnya konsumtif seperti penerangan lampu, menonton televisi dan menyetrika, kini listrik sudah digunakan untuk kegiatan yang produktif.

Adapun produktif yang dimaksud, yakni seperti mengoperasikan pompa air pada lahan pertanian, penerangan pada saat pembuahan buah naga yang dilaksanakan pada malam hari serta berbagai kegiatan yang mendukung produktifitas sektor pertanian.

"Besar Harapan kami, para petani yang hari ini sudah merasakan manfaat listrik untuk meningkatkan produksi pertaniannya, untuk dapat mengajak para petani yang lain sehingga mereka juga akan termotivasi menjadi pelanggan PLN sehingga dapat memperoleh maanfaat listrik guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka," ujarnya.

Diketahui, para petani SP 4 sebelumnya masih menggunakan mesin alkon untuk pengarian di lahannya. Namun dengan hadirnya PLN di  tengah lahan pertanian, masyarakat tidak perlu lagi membeli BBM untuk mengoperasikan alkon.

Katanya, sekarang petani hanya menggunakan pompa air untuk proses pengairan. Para petani yang dulu hanya menggunakan listrik untuk menyalakan lampu dan menonton TV kini sudah merasakan manfaat lebih dengan adanya listrik untuk meningkatkan produksi pertaniannya.

"Harapan kami petani yang sudah menjadi pelanggan PLN dapat mengajak petani lain untuk menjadi pelanggan PLN dan menikmati semua fasilitas dari PLN untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di SP4,"ungkapnya.

Sementara Budi salah satu petani di SP mengaku, manfaat listrik di ladang sangatlah membantu. Ia mencotohkan, ketika musim kemarau bisa mengurangi hama dengan adanya penerangan di malam hari.

"Bisa buat chas tanki listrik sama memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Budi.

Sedangkan Tyo, petani lainnya juga mengaku sangat terbantu dengan adanya listrik karena jika ada penerangan maka hewan di malam hari seperti kelelawar tidak akan memakan tanaman.

"Kalau saya panen buah-buahan tidak rusak karena di makan kelelawar lagi karena sudah terang lahan pertanian saya,"ungkap Tyo. (Shanty)

Keberatan Dengan Biaya Transaksi di ATM Link? Nasabah Disarankan Pakai m-Banking


Kepala Bank BRI Cabang Timika, Budi Prastianto

MIMIKA, BM

Kebijakan Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) yang mengenakan biaya cek saldo dan tarik tunai saat melakukan kegiatan di jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Link merupakan keputusan yang harus dihormati.

Kebijakan ini mulai berlaku 1 Juni 2021. Bank-bank pelat merah yang tergabung dalam jaringan ATM Link adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

"Ada 4 bank hinbara yakni BNI, BRI, Mandiri dan BTN untuk himbara. Awalnya memang transaksi antar ATM bank himbara sebenarnya tidak kena biaya apapun agau gratis, tapi karena ketentuan baru maka harus ikut,"jelas Kepala Bank BRI Cabang Timika, Budi Prastianto saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (25/5).

Diketahui, bahwa mulai bulan depan, biaya cek saldo dikenakan biaya Rp2.500, transaksi tarik tunai sebesar Rp5.000. Sementara biaya transfer antar bank tidak mengalami perubahan atau tetap di angka Rp4.000.

Budi menjelaskan, ketentuan ini akan diberlakukan apabila nasabah BRI bertransaksi di mesin ATM Link yang logonya bank lain yang tergabung dengan himbara.

Namun, jika nasabah BRI bertransaksi di ATM yang logonya BRI berarti gratis atau tidak dikenakan biaya baik itu cek saldo, penarikan maupun transfer.

Ditanya apakah kebijakan yang baru ini sudah disosialisasikan kepada nasabah? Budi mengaku sudah lakukan sosialisasi melalui media sosial (medsos).

"Kita juga menghimbau ke masyarakat untuk cek saldo itu bisa transaksi dari rumah. Nasabah uang keberatan dengan tarif yang dikenakan, sebaiknya menggunakan kanal elektronik atau internet banking dan mobile banking atau phone banking," ujarnya.

Bagi nasabah yang belum mempunyai aplikasi BRImo atau m-Banking digarapkan dapat membuka aplikasi tersebut supaya agar bertransaksi di rumah.

Katanya, nasabah BRI tidak perlu takut atau ragu-ragu selama bertransaksi di mesin ATM BRI karena tetap gratis. Di Mimika tersebar 25 mesin ATM.

"Jangan pakai ATM bank lain, karena pasti ada chargenya. Sekali lagi, pilihan ada pada selera dan literasi keuangan setiap nasabah. Jadi soal tarif ATM Link ini tidak perlu dipolemikkan. Namun, kita sarankan nasabah-nasabah kita untuk bertransaksi dengan aplikasi online saja supaya gratis,"ungkapnya. (Shanty

\

 

Gerak Cepat, Baznas Mimika Respon Kebakaran di Gorong-gorong

Tim BTB saat memberikan bantuan langsung kepada para korban

MIMIKA, BM

Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanggap Bencana (BTB) Mimika bergerak cepat memberikan respon kemanusiaan terhadap korban yang mengalami musibah kebakaran di Gorong-gorong, Selasa (18/5) kemarin.

BTB hari ini mendatangi para korban yang mengalami dampak kebakaran tersebut dengan membawa sejumlah bantuan bahan pokok seperti beras, mie instant,  minyak goreng,  gula pasir, sarden, susu kental manis dan air mineral.

Mereka bahkan melakukan pendataan secara detail berapa banyak warga yang merasakan dampak kebakaran kemarin.

Berdasarkan data yang diterima BeritaMimika, BTB menemukan kebakaran itu menghanguskan 3 rumah petak, 8 kos-kosan dan 6 kios. 17 kepala keluarga mengalami dampak ini yang terdiri dari 42 jiwa (32 Dewasa, 9 Anak, 1 Bayi).

"Bantuan diserahkan langsng kepada keluarga korban kebakaran. Selain BTB, kita juga dibantu Group Relawn Mimika Papua (RMP). Bahkan dari kejadan kemarin kami sama-sama langsung respon turun membantu pemadaman dengan Damkar. Bantuan tadi kami serahkan," ungkap Komandan Relawan BTB, Agung A Perdhana usai dihubungi BM. (Elfrida

\

 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top