DPMK Mimika Salurkan Rp569 juta Dan 123 Ternak Babi Kepada Warga Tiga Kampung Di Tembagapura

Mewakili kadis DPMK, Kabid Pemkam Frits Werimon menyerahkan BLT kepada salah satu kepala kampung

MIMIKA, BM

Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika mendatangi Distrik Tembagapura guna menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap 1 Periode Januari - Maret dan bantuan ternak (non BLT) tahun 2022 kepada 366 Kepala Keluarga dari Kampung Wa, Banti dan Arionap.

Rinciannya, BLT di Kampung Waa diserahkan kepada 263 KK sebesar Rp236.700.000 dan bantuan ternak babi sebanyak 52 ekor dari total 125 ekor.

Selanjutnya BLT Kampung Banti Rp161.100.000 kepada 179 KK dan 51 ekor ternak babi dari 100 ekor yang akan diserahkan.

Untuk Kampung Opitawak, jumlah penerima manfaat adalah 191 KK dengan jumlah dana Rp171.900.000. Sementara bantuan non tunai berupa ternak babi sebanyak 20 ekor dari 100 ekor untuk tahun ini.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kabid Pemkam DPMK Mimika Frits Werimon kepada tiga kepala kampung disaksikan Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame di Kampung Banti pada Sabtu (27/6).

"Bantuan non BLT ternak ini dibeli di Mimika dan bawa naik dengan kontener ke Kampung Banti gunakan coper. Kita turun penyerahan memang dalam situasi hujan dan cuaca sangat tidak bersahabat tapi puji Tuhan semua sudah tersalurkan dengan baik," ujarnya kepada BM pagi ini, Senin (27/6).

Werimon menjelaskan, bantuan non BLT bersumber dari 20 persen Dana Desa. Hal ini mendasari Pemendagri 190 tahun 2021.

"Permendagri ini menyebutkan bahwa ada bantuan 20 persen dari non BLT untuk ketahanan pangan dan hewani. Bantuan ternak babi ini juga berdasarkan usulan tiga kampung dalam program yang telah mereka rencanakan untuk tahun ini. Kami sebagai OPD pengguna dan pengawas langsung mengantar bantuan ini ke mereka," jelasnya.

Saat menyerahkan bantuan tersebut, Kabid Pemkam DPMK, Frits Werimon menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, BLT ini merupakan bantuan pemerintah sejak 2020 kepada warga yang berdampak covid sehingga mempengaruhi pendapatan dan penghasilan sehari-hari.

Bantuan ini utamanya diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap, sementara non BLT tujuannya untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap agar bantuan ini dapat digunakan dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari. Pemeliharaan ternak juga harus diperhatikan dengan baik supaya bisa menghasilkan," pesannya kepada masyarakat Kampung Waa, Banti dan Opitawak. (Ronald Renwarin)

Top