Kehadiran PKK di Mimika Barat Tengah Diharapkan Menjembatani Kekurangan di Sana

Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Sem Naroba
MIMIKA, BM
Distrik Mimika Barat Tengah memiliki 9 kampung yakni Kampung Pronggo, Kipia, Mapar, Akar, Wumuka, Kapiraya, Uta, Mupuruka dan Wakia.
Beberapa kampung di distrik ini terlihat asri terutama di Kampung Mupuruka, deretan rumah tertata dengan rapi. Kampung ini terlihat begitu indah untuk dipandang.
Penduduk di kampung ini juga terlihat ramah dan mereka sering menyapa setiap orang yang ditemui di jalan.
Yang menakjubkan, dapat dijumpai pantai yang bersih dan penduduk yang berjualan buah kelapa dan ikan-ikan segar.
Di jalanan kampung lainnya, nampak juga mama-mama yang sedang sibuk membersihkan Tambelo.
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melakukan kunjungan kerja selama tiga hari (28-30 April) ke Distrik Mimika Barat Tengah. Ada beberapa kampung yang mereka datangi
Tujuan kunjungan kerja ini untuk melihat secara langsung kondisi distrik. Selain itu PKK juga memberikan bantuan serta melaksanakan pelantikan pengurus TP PKK distrik.
Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Sem Naroba kepada BeritaMimika Rabu (29/4/2026) di kampung Uta mengatakan kunker PKK kabupaten merupakan suatu hal yang luar biasa karena baru pertama kali ada PKK yang turun langsung ke distrik ini.
“Luar biasa kami bisa dapat layanan langsung dari TP PKK Kabupaten yang memilih distrik kami sebagai pilot project. Ibu ketua dan wakil ketua ini sungguh luar biasa, mereka bisa membawa tim yang sangat besar datang ke distrik kami. Puji Tuhan semua bisa terlaksana,” ungkapnya.
Sem Naroba menuturkan perlu ada kunjungan dan kerjasama seperti ini untuk membangun ekonomi masyarakat lemah.
Menurutnya, kunjungan PKK memiliki arti karena memberikan dampak secara langsung khususnya kepada perempuan.
“PAUD disini belum ada, baru kami rencanakan di tahun 2027. Bapak bupati juga sudah memerintahkan bahwa setiap kampung harus membuat PAUD untuk layanan pendidikan yang lebih baik terutama anak-anak,” ungkapnya.
Untuk sekolah, Distrik Mimika Barat Tengah telah memiliki SD YPPK dan SD Inpres sementara SMP ada dua yakni di Uta dan Mapar.
“Puskesmas kita ada puskesmas Wakia di Kampung Uta dan satu di Mapar. Puskesmas Wakia melayani untuk empat kampung yakni Wumuka, Uta, Mapuruka dan Kapiraya. Untuk Kader Posyandu sudah ada tinggal dibenahi saja,” katanya.
Sem menyampaikan untuk angka stunting di distrik ini mengalami penuruan karena petugas kesehatan selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat terutama masyarakat yang beraktivitas di tambang.
“Anak-anak kecil yang mereka bawa gatal-gatal mungkin pengaruh air minum atau air kotor yang mereka gunakan. Namun sudah diatasi oleh petugas kesehatan, mereka rutin pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Distrik inipun merindukan air bersih. Meski peralatan untuk pengolahan air bersih sudah ada, namun masyarakat belum bisa menikmati air bersih. Hanya dibangun saja namun belum difungsikan dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih karena kehadiran TP PKK kabupaten di sini sekaligus dapat melihat kekurangan kami,” ujarnya.
“Semoga hal ini dapat disampaikan ke pemerintah terutama air bersih karena belum tersalurkan ke fasilitas pemerintah dan rumah warga. Kami masih menggunakan air sumur. Semoga secepatnya kami bisa menikmati air bersih,” harapnya. (Elfrida Sijabat)






















