Keluarga Muda Diajak Ber-KB

Foto bersama usai pembukaan kegiatan

MIMIKA, BM

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari meminta agar pasangan muda yang baru menikah, mengikuti program KB.

Yulianus Sasarari, mengatakan hal ini pada
kegiatan penguatan peran serta organisasi kemasyarakatan mitra lainnya dalam pelaksanaan pelayanan pembinaan kesetaraan Ber-KB.

Kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Selasa (22/6) diadakan di Gedung Tongkonan.

"Saya mengimbau keluarga muda yang sudah menikah untuk untuk ber-KB serta merencanakan periode memiliki anak dan memperhatikan jarak antar kelahiran serta membina keluarga yang berkualitas," harapnya.

Pasalnya, jika hal-hal tersebut dapat diperhatikan dengan baik tentunya dapat mempengaruhi kualitas hidup keluarga dari sisi kesehatan dan pendidikan.

Ia mengatakan, Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 mengatur tentang perkembangan penduduk dan pembangunan keluarga.

Disebutkan, undang-undang ini mengatur upaya terencana untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pada seluruh dimensi penduduk.

Yulianus juga mengatakan, pertumbuhan penduduk yang seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk serta keluarga akan memperbaiki segala aspek dan dimensi pembangunan.

Hal ini akan berdampak pada kehidupan masyarakat yang lebih maju, mandiri dan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

"Sesuai kebijakan Pemerintah Pusat dalam program KB kepada seluruh masyarakat Indonesia termasuk Papua bahkan Kabupaten Mimika adalah sangat terencana dengan baik. Terencana yang dimaksudkan adalah, mengatur kualitas hidup ibu dan mengatur kesehatan reproduksi yang sehat," ungkapnya.

Kepala DP3AP2KB Maria Rettob mengatakan, tujuan utama program keluarga berencana bukan hanya tentang memasang alat kontrasepsi saja namun bagaimana membangun suatu keluarga yang sejahtera.

"Membangun keluarga sejahtera itu kita harus mulai bangun dari keluarga itu sendiri kemudian kita ke masyarakat," tutur Maria.

Maria mengatakan, peserta kegiatan ini dari 6 distrik yang ada di Timika termasuk kelompok bina keluarga remaja, bina keluarga balita, bina keluarga lansia dan pusat informasi serta konseling remaja.

"Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk bagaimana kita membina keluarga supaya mereka bisa tetap sehat dengan mengikuti kegiatan posyandu. Di Timika ada posyandu Balita dan Lansia. Dengan demikian dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, program KB sekarang ini bukan lagi untuk membatasi kelahiran tetapi menjarakkan kelahiran. Jadi kalau dulu dibilang 2 anak cukup namun sekarang bisa lebih dari dua anak.

"Sekarang itu kita menjarakkan kehamilan dan yang paling bagus itu 2 tahun baru hamil lagi. Tujuannya untuk anak yang dikandung dan ibu yang hamil tetap sehat. Karena jika jarak kehamilan terlalu dekat ibu itu tidak sehat dan anak juga tidak sehat bahkan bisa mengalami stunting," ungkapnya. (Shanty)

Top