40 Tenaga Honorer Dirumahkan, Pelayanan Dukcapil di Tiga Distrik Dihentikan

 

Suasana Sibuknya Pelayanan Adminduk di Dukcapil Mimika

MIMIKA, BM

Sebanyak 40 tenaga honorer di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mimika dirumahkan terhitung sejak tanggal 1 Juni 2021.

Kebijakan merumahkan pegawai honorer ini berdampak terhadap kinerja Dukcapil. Pasalnya, mereka terpaksa harus menghentikan pelayanan di tiga distrik yakni Distrik Mimika Baru, Mimika Timur dan Distrik Wania.

"Terkait surat itu kami dari Dukcapil rapat dan putuskan untuk kita istirahatkan dulu tenaga honorer sesuai dengan isi surat yang ada. Sekarang semua tenaga yang ada di distrik dan rumah sakit kita tarik untuk memback up pelayanan di sini," tutur Sekretaris Dukcapil, Lukas Tahitu saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (2/6).

Lukas mengaku, dengan adanya aturan baru tersebut maka personel Dukcapil berkurang sehingga pelayanan harus dilakukan oleh seluruh tenaga ASN baik staf, kepala seksi maupun kepala bidang.

Pihaknya, juga sedang mengatur kembali managemen pelayanan sehingga tidak bersampak pada tupoksi dan pelayanan terhadap masyarakat.

"Tenaga honorer di kita ada 40 dan selama ini semua di bagian layanan. Suka atau tidak suka dengan adanya surat itu kita sementara rumahkan dulu. Sedangkan, ASN ada 42 orang, yang CPNS 5 orang. Sekarang kita atur pegawai negeri pada posisinya supaya bisa berjalan. Artinya, kita bisa melayani masyarakat karena tidak bisa untuk tidak melayani karena ini tempat untuk pelayanan publik,"jelasnya.

Dikatakan, walau dengan kekurangan yang ada pihaknya harus bisa membackup setiap layanan yang ada sehingga proses adminduk tidak mandek.

"Misalnya kalau kita punya program lagi terisinya di 2 distrik yakni Iwaka dan Kwamki Narama maka iti akan kurang. Tapi bagaimanapun cukup dan tidak cukup, kita harus cukup," ujarnya.

Terkait kebijakan ini, tidak dapat dipungkiri, Dukcapil sangat keteteran karena keberadaan pegawai honorer sangat membantu kinerja Dukcapil. Apalagi mereka rata-rata sudah terlatih di bidang masing-masing.

"Mereka semua bekerja. Pelayanan dibuka di distrik juga supaya mempermudah masyarakat agar tidak jauh-jauh ke Pusat Pemerintahan. Kita berharap dengan keadaan ini, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan secara online baik melalui Orlando, Silincah dan lainnya karena, pelayanan secara online masih terus berjalan," terangnya. (Shanty)

Top