Pendidikan

Kadis Pendidikan Mimika Launching Inovasi Aplikasi SD Inpres Koperapoka I, PAPEDA KOP1

Kepala Dinas Pendidikan Antonius Welerubun saat menekan tombol launching


MIMIKA, BM

SD Inpres Koperapoka 1 meluncurkan atau melaunching inovasi digital atau aplikasi bertajuk PAPEDA KOP1 (Platform Aplikasi Pendidikan Edukatif Digital Aktif Koperapoka 1) sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi di Kabupaten Mimika.

Sistem ini bertujuan untuk memantau kehadiran siswa dan guru secara real-time. Bahkan, orang tua siswa pun dapat memantaunya.

Launching dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Antonius Welerubun yang ditandai dengan menekan tombol dan melepas balon ke udara.

Peluncuran tersebut berlangsung di halaman sekolah SD Inpres Koperapoka 1, Sabtu (2/5/2026).

Kepala SD Inpres Koperapoka 1, Margarita Abraham, dalam sambutannya menegaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam membangun kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

"PAPEDA KOP 1 bukan sekadar aplikasi di dalam HP atau komputer kita, ia adalah simbol lahirnya budaya baru, budaya yang lebih disiplin, lebih aman, dan jauh lebih transparan,"kata Margarita.

Margarita mengatakan, bahwa aplikasi ini dirancang sebagai ekosistem digital terpadu yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua.

"Melalui inovasi ini, kami ingin memastikan bahwa dari SD Inpres Koperapoka 1 akan lahir generasi emas yang tidak hanya melek teknologi, tetapi mampu bersaing di era global," ujarnya.

Untuk diketahui, PAPEDA KOP 1 menghadirkan 16 fitur terintegrasi yang mendukung berbagai aspek pendidikan, mulai dari pembelajaran digital, pemantauan kehadiran siswa secara real-time, hingga sistem administrasi berbasis data yang efisien dan transparan.

Beberapa fitur unggulan seperti SA SEKOLAH dan SA HADIR juga memberikan rasa aman bagi orang tua dalam memantau aktivitas anak di sekolah.

Aplikasi Sa Hadir ditujukan untuk guru, di mana batas hadir adalah pukul 7.30 WIT dengan cara update foto dengan latar belakang sekolah. Sama halnya dengan aplikasi Si Kopera, digunakan guru untuk absensi saat guru memulai pelajaran.

Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan tidak ada lagi keterlambatan guru masuk kelas setelah bel sekolah berbunyi. Pukul 08.00 WIT, proses pembelajaran dimulai dan guru sudah harus absen dengan menyertakan foto diri dengan layar belakang siswa yang diupload ke Si Kopera.

"Aplikasi yang untuk siswa itu (Sa Sekolah) kita kirimkan juga ke orang tua, jadi mereka bisa pantau kehadiran anak-anak dan guru juga dengan scan barcode. Nanti absennya diupload guru ke aplikasi karena siswa tidak diperbolehkan membawa ponsel,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Antonius Walerubun, mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh SD Inpres Koperapoka 1. Ini sebagai langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

"Di era digitalisasi saat ini, transformasi pendidikan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Teknologi telah menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan adaptif,"tutur Antonius.

Ia juga berharap aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga sekolah.

Menurutnya, kehadiran PAPEDA KOP 1 adalah langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, sekaligus mendorong guru untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran.

Peluncuran PAPEDA KOP 1 tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa sekolah negeri di daerah mampu menghadirkan inovasi yang kompetitif dan berstandar global.

"Kami optimis, inovasi ini akan membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Mimika serta menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Indonesia Timur. Mari bersama kita melangkah, bersama kita hebatkan Mimika," pungkasnya. (Shanty Sang)

Pelajar Timika Demo Tuntut Penambahan Kuota Beasiswa Afirmasi

Suasana saat demo damai pelajar di Kantor Dinas Pendidikan

MIMIKA, BM

Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar Timika angkatan tahun 2026 menggelar aksi demo damai guna menuntut peningkatan kuota afirmasi pendidikan di Kabupaten Mimika.

Aksi yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Kamis (30/4/2026) tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan yang dinilai masih belum merata, khususnya bagi pelajar Orang Asli Papua (OAP).

Dalam orasinya koordinator aksi menilai kuota afirmasi yang tersedia saat ini belum mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan. Mereka juga menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika, termasuk dana pendidikan 700 milar serta Otonomi Khusus (Otsus), yang dinilai seharusnya dapat lebih difokuskan untuk kepentingan pelajar lokal.

Menurut orator, generasi muda, terutama OAP, perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan pendidikan. Mereka berharap anggaran yang besar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas.

Dalam tuntutannya, Solidaritas Pelajar Timika meminta Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kuota penerima beasiswa afirmasi dari 100 menjadi 500 orang. Mereka juga menekankan agar prioritas diberikan kepada pelajar OAP dari tujuh suku yang ada di Mimika.

Selain itu, para pelajar menyatakan apabila poin pertama tidak dijawab oleh Dinas Pendidikan, maka mereka akan melakukan pendataan terhadap pelajar angkatan 2026 untuk masuk ke setiap perguruan tinggi yang ada di Timika, Manokwari, Jayapura berdasarkan jurusan masing-masing, lalu meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika bertanggung jawab.

Dan apabila pada poin pertama dan kedua tidak terjawab, mereka mengusulkan pembangunan kampus bertaraf nasional di Mimika sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah tersebut.

Menanggapi aspirasi dari para pelajar tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun menyampaikan bahwa seluruh penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan dilakukan secara terbuka dan transparan.

Dari total anggaran sebesar Rp780 miliar, sekitar Rp400 miliar lebih dialokasikan untuk belanja pegawai, termasuk ASN dan guru kontrak. Sementara itu, lebih dari Rp300 miliar digunakan untuk belanja barang dan jasa.

"Tdak ada hal yang ditutup-tutupi dalam pengelolaan anggaran tersebut," katanya.

Terkait aspirasi pelajar mengenai penambahan kuota afirmasi, Anton menyampaikan bahwa hal tersebut telah dibahas dalam rapat. Sebagai tindaklanjut, pihaknya akan segera menyusun dan mengirimkan surat resmi kepada kementerian guna mengusulkan penambahan kuota afirmasi.

Menanggapi usulan apabila poin tersebut tidak terpenuhi, yakni pembangunan kampus negeri di Timika, disampaikan bahwa kewenangan pembangunan universitas negeri berada pada Pemerintah Provinsi.

"Usulan tersebut dinilai sebagai masukan yang baik dan akan diteruskan kepada pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah. Saya harap bersabar,"kata Antonius.

Selain itu, kata Antonius bahwa Dinas Pendidikan juga telah melakukan diskusi dengan YPMAK untuk menyusun satu konsep dan formula bersama terkait pemberian beasiswa kedepan.

"Kita akan bahas itu. Nantinya, bantuan beasiswa akan memiliki kriteria yang jelas dan diselaraskan antara pemerintah dan YPMAK. Dengan demikian, tidak akan ada lagi perbedaan pilihan bagi pelajar, baik melalui YPMAK maupun Dinas Pendidikan,"jelasnya.

Usai mendengarkan penjelasan secara detail dari Kadis Pendidikan, para pelajar pun membubarkan diri. Aksi demonstrasi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawasan dari aparat keamanan. (Shanty Sang)

Di Sentra Pendidikan, Wapres Gibran Tanggalkan Sekat Antara Ia, Guru dan Para Murid


Wakil Presiden Gibran Rakabuming foto bersama anak-anak SD dan Guru Sentra Pendidikan

MIMIKA, BM

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau fasilitas belajar dan asrama di Sentra Pendidikan SP5, Selasa (21/4/2026).

Pantauan Beritamimika.com, sekitar pukul 08.35 WIT, rombongan Gibran disambut tabuhan marching band dan musik angklung siswa SD Sentra Pendidikan.

Gibran yang didampingi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wamendagri Ribka Haluk, Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong langsung meninjau ruang kelas siswa, perpustakaan, laboratorium dan asrama.

Selain meninjau sarana prasana, Gibran juga membagikan paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, dan alat belajar kepada ratusan siswa.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming foto bersama anak-anak SMP dan Guru Sentra Pendidikan

Interaksi hangat tampak sepanjang kunjungan. Gibran beberapa kali berhenti untuk berbincang dengan siswa, menanyakan aktivitas belajar, hingga mendengarkan cerita mereka.

Senyum dan sikap ramahnya membuat suasana terasa nyaman, hangat dan menyenangkan.

Setelah berkeliling, Gibran menuju lapangan utama sekolah dan berfoto bersama seluruh siswa.

Momen ini dimanfaatkan para siswa dan guru untuk mendekat kemudian meminta foto dengan orang nomor 2 di Indonesia ini.


Wakil Presiden Gibran Rakabuming foto bersama anak-anak SMA dan Guru Sentra Pendidikan

Permintaan foto datang bertubi-tubi dan disambut dengan santai oleh Gibran. Ia melayani satu per satu dengan senyum, menciptakan kenangan yang sulit dilupakan bagi para pelajar dan guru.

Antusiasme terlihat jelas. Tawa dan keceriaan mewarnai wajah para siswa di lapangan, memperlihatkan kedekatan tanpa sekat antara pemimpin dan generasi muda.

Kunjungan singkat itu meninggalkan kesan mendalam, sekaligus menjadi penyemangat baru bagi siswa untuk terus belajar dan bermimpi lebih tinggi.

Sekitar pukul 09.30 WIT, Gibran meninggalkan kawasan Sentral Pendidikan Timika untuk melanjutkan agenda berikutnya. (Shanty Sang)

Top