Pendidikan

Pelajar Timika Demo Tuntut Penambahan Kuota Beasiswa Afirmasi

Suasana saat demo damai pelajar di Kantor Dinas Pendidikan

MIMIKA, BM

Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar Timika angkatan tahun 2026 menggelar aksi demo damai guna menuntut peningkatan kuota afirmasi pendidikan di Kabupaten Mimika.

Aksi yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Kamis (30/4/2026) tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan yang dinilai masih belum merata, khususnya bagi pelajar Orang Asli Papua (OAP).

Dalam orasinya koordinator aksi menilai kuota afirmasi yang tersedia saat ini belum mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan. Mereka juga menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika, termasuk dana pendidikan 700 milar serta Otonomi Khusus (Otsus), yang dinilai seharusnya dapat lebih difokuskan untuk kepentingan pelajar lokal.

Menurut orator, generasi muda, terutama OAP, perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan pendidikan. Mereka berharap anggaran yang besar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas.

Dalam tuntutannya, Solidaritas Pelajar Timika meminta Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kuota penerima beasiswa afirmasi dari 100 menjadi 500 orang. Mereka juga menekankan agar prioritas diberikan kepada pelajar OAP dari tujuh suku yang ada di Mimika.

Selain itu, para pelajar menyatakan apabila poin pertama tidak dijawab oleh Dinas Pendidikan, maka mereka akan melakukan pendataan terhadap pelajar angkatan 2026 untuk masuk ke setiap perguruan tinggi yang ada di Timika, Manokwari, Jayapura berdasarkan jurusan masing-masing, lalu meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika bertanggung jawab.

Dan apabila pada poin pertama dan kedua tidak terjawab, mereka mengusulkan pembangunan kampus bertaraf nasional di Mimika sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah tersebut.

Menanggapi aspirasi dari para pelajar tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun menyampaikan bahwa seluruh penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan dilakukan secara terbuka dan transparan.

Dari total anggaran sebesar Rp780 miliar, sekitar Rp400 miliar lebih dialokasikan untuk belanja pegawai, termasuk ASN dan guru kontrak. Sementara itu, lebih dari Rp300 miliar digunakan untuk belanja barang dan jasa.

"Tdak ada hal yang ditutup-tutupi dalam pengelolaan anggaran tersebut," katanya.

Terkait aspirasi pelajar mengenai penambahan kuota afirmasi, Anton menyampaikan bahwa hal tersebut telah dibahas dalam rapat. Sebagai tindaklanjut, pihaknya akan segera menyusun dan mengirimkan surat resmi kepada kementerian guna mengusulkan penambahan kuota afirmasi.

Menanggapi usulan apabila poin tersebut tidak terpenuhi, yakni pembangunan kampus negeri di Timika, disampaikan bahwa kewenangan pembangunan universitas negeri berada pada Pemerintah Provinsi.

"Usulan tersebut dinilai sebagai masukan yang baik dan akan diteruskan kepada pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah. Saya harap bersabar,"kata Antonius.

Selain itu, kata Antonius bahwa Dinas Pendidikan juga telah melakukan diskusi dengan YPMAK untuk menyusun satu konsep dan formula bersama terkait pemberian beasiswa kedepan.

"Kita akan bahas itu. Nantinya, bantuan beasiswa akan memiliki kriteria yang jelas dan diselaraskan antara pemerintah dan YPMAK. Dengan demikian, tidak akan ada lagi perbedaan pilihan bagi pelajar, baik melalui YPMAK maupun Dinas Pendidikan,"jelasnya.

Usai mendengarkan penjelasan secara detail dari Kadis Pendidikan, para pelajar pun membubarkan diri. Aksi demonstrasi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawasan dari aparat keamanan. (Shanty Sang)

Di Sentra Pendidikan, Wapres Gibran Tanggalkan Sekat Antara Ia, Guru dan Para Murid


Wakil Presiden Gibran Rakabuming foto bersama anak-anak SD dan Guru Sentra Pendidikan

MIMIKA, BM

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau fasilitas belajar dan asrama di Sentra Pendidikan SP5, Selasa (21/4/2026).

Pantauan Beritamimika.com, sekitar pukul 08.35 WIT, rombongan Gibran disambut tabuhan marching band dan musik angklung siswa SD Sentra Pendidikan.

Gibran yang didampingi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wamendagri Ribka Haluk, Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong langsung meninjau ruang kelas siswa, perpustakaan, laboratorium dan asrama.

Selain meninjau sarana prasana, Gibran juga membagikan paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, dan alat belajar kepada ratusan siswa.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming foto bersama anak-anak SMP dan Guru Sentra Pendidikan

Interaksi hangat tampak sepanjang kunjungan. Gibran beberapa kali berhenti untuk berbincang dengan siswa, menanyakan aktivitas belajar, hingga mendengarkan cerita mereka.

Senyum dan sikap ramahnya membuat suasana terasa nyaman, hangat dan menyenangkan.

Setelah berkeliling, Gibran menuju lapangan utama sekolah dan berfoto bersama seluruh siswa.

Momen ini dimanfaatkan para siswa dan guru untuk mendekat kemudian meminta foto dengan orang nomor 2 di Indonesia ini.


Wakil Presiden Gibran Rakabuming foto bersama anak-anak SMA dan Guru Sentra Pendidikan

Permintaan foto datang bertubi-tubi dan disambut dengan santai oleh Gibran. Ia melayani satu per satu dengan senyum, menciptakan kenangan yang sulit dilupakan bagi para pelajar dan guru.

Antusiasme terlihat jelas. Tawa dan keceriaan mewarnai wajah para siswa di lapangan, memperlihatkan kedekatan tanpa sekat antara pemimpin dan generasi muda.

Kunjungan singkat itu meninggalkan kesan mendalam, sekaligus menjadi penyemangat baru bagi siswa untuk terus belajar dan bermimpi lebih tinggi.

Sekitar pukul 09.30 WIT, Gibran meninggalkan kawasan Sentral Pendidikan Timika untuk melanjutkan agenda berikutnya. (Shanty Sang)

Kehadiran Wapres Gibran di Timika, Bawa Kebahagiaan Lebih Bagi 60 Anak Yatim


Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat menemani anak-anak berbelanja di salah satu toko buku

MIMIKA, BM

Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menyempatkan diri membelikan anak-anak buku dan alat tulis ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mimika, Senin (20/4/2026).

Pantauan Beritamimika.com, Gibran yang didampingi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Bupati Mimika Johannes Rettob dan rombongan menyambangi Toko Meriah sekitar pukul 18.00 WIT.

Orang nomor dua di Indonesia ini pun berkeliling mendatangi anak-anak yang sedang memilih alat tulis di toko tersebut.

Gibran juga menanyakan dan mengecek barang-barang yang dibelanjakan anak-anak agar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Untuk diketahui, sebanyak 60 anak yatim dan yatim piatu dari 4 panti asuhan ini mendapat voucher belanja masing-masing sebesar Rp.500.000.

Anak-anak ini berasal dari empat panti asuhan di Timika yani LKSA Panti Asuhan Al Amin Hidayatullah, Panti Asuhan Laskar Pelangi, Rumah Yatim Dan Dhu’afa Baiturrasul dan Panti Asuhan Santa Susana Timika.

Suasana belanja terasa hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias saat memilih langsung perlengkapan sekolah yang mereka butuhkan untuk kebutuhan sekolah.

Ada beragam kebutuhan sekolah yang mereka pilih seperti buku, pena, pensil, tempat pensil, mainan dan lain-lain.

Kebahagiaan terpancar dari wajah semua anak, salah satunya Margareta Pakage siswa SD yang tinggal di Panti Asuhan Santa Susana. Ia merasa senang karena bisa belanja alat-alat tulis di temani wakil presiden.

"Kemarin kami dikasih tahu akan datang ke sini untuk ketemu dengan Pak Gibran, saya senang sekali. Tadi saya beli buku, pensil, penghapus, runcing, mistar dan mainan. Terimakasih Pak Gibran," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top