Pendidikan

SMA Negeri 6 Gelar Educrea Fest, Ajang Siswa Berkarya

Kaur Kesiswaan SMA N 6 Mimika, Bertha Lenayati bersama Sekretaris Komite SMA N 6 Mimika, Elvry Leiwakabessy, S.T saat melihat stand pada kegiatan Educrea Fest

MIMIKA, BM

SMA Negeri 6 menggelar Education, Creativity, Ary, and Achievement Festival (Educrea Fest), sebuah ajang kreatifitas dan edukasi yang dirancang untuk mengajak siswa melakukan kegiatan positif.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Kamis-Sabtu, 12-14 Februari 2026.

Kepala Urusan (Kaur) Kesiswaan SMAN 6, Bertha Lenayati mengatakan, festival ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat, ide, dan inovasi mereka dalam bentuk pameran, lomba, maupun pertunjukan seni.

Di mana Kelas 10 dan 11 mengikuti kegiatan kurikuler berupa pameran karya dari semua mata pelajaran. Sedangkan, untuk kelas 12 fokus pada pentas seni (tari, paduan suara, drama) sebagai bentuk praktik akhir semester.

“Tujuannya, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan dalam bentuk karya nyata," kata Bertha.

Pentas seni memberi ruang ekspresi sekaligus pemahaman sosial, misalnya lewat drama bertema konflik sosial. Dengan itu siswa belajar menghubungkan teori dengan realitas di lingkungan mereka.

Untuk diketahui, semua karya yang dipajang akan dinilai oleh dewan juri. Dewan juri terdiri dari semua guru SMAN 6 yang mana akan bergantian menilai.

"Semua karya yang dipajang tidak dianggap terbaik saja tetapi akan dinilai per mata pelajaran, lalu digabung untuk menentukan juara 1, 2, dan 3. Hasil penilaian pun akan di masukkan ke raport siswa, sehingga kegiatan ini resmi menjadi bagian dari evaluasi akademik," jelasnya.

Katanya, kegiatan ini baru pertama kali dilakukan untuk kurikuler, sementara pentas seni kelas 12 sudah menjadi tradisi tahunan.

"Kami rencana untuk menjadikannya agenda rutin, tetap mengikuti kurikulum merdeka, sehingga kegiatan ini akan berlanjut sebagai bagian dari sistem pembelajaran,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Komite SMAN 6 Mimika, Elvry Leiwakabessy, S.T mengatakan, ia mewakili orang tua merasa sangat bangga dengan adanya kegiatan yang diadakan mengikuti kurikulum merdeka.

Menurutnya, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa SMAN 6 telah unggul dalam setiap aktivitas positif.

Mengingat saat ini situasi Mimika kurang kondusif dengan adanya kejadian-kejadian kriminal, sehingga anak-anak difokuskan pada kegiatan pembelajaran positif dan menjauhi kegiatan negatif.

“Dengan adanya kegiatan pentas seni ini, anak-anak difokuskan pada pembelajaran yang lebih bervariatif, dengan adanya pentas seni ini pun meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, mereka terhindar dari pergaulan yang negatif yang berkembang saat ini,” ucapnya.

Elvry berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kepada sekolah dengan akademik yang baik dan meningkatkan. Sehingga Disdik pun tidak dinilai hanya memprioritaskan beberapa sekolah.

Bahkan SMAN 6 telah mewakili Mimika pada lomba Yospan se-Papua Tengah serta adanya perwakilan 6 pada lomba Bahasa Jerman tingkat nasional.

“Akademiknya SMA Negeri 6 Mimika ini sudah sangat baik dan meningkatkan, bahkan ekstrakurikuler nya pun sudah sangat luar bias, maka itu kita harap adanya perhatian lebih dari Disdik Mimika,”pungkasnya. (Shanty Sang)

Kokurikuler Day SATP: Kegiatan Pengembangan Karakter Siswa

Penampilan siswa SATP

MIMIKA, BM

Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar mata pelajaran inti, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik. Melalui kegiatan kokurikuler, siswa diberi kesempatan untuk berlatih kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, serta kedisiplinan.

Seperti yang dilakukan Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yakni melaksanakan Kokurikuler Day 2026 dengan mengusung tema “Karya Nusantara Kreativitas Anak Bangsa”.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai 9–10 April 2026 ini berlangsung di Hall 2 SATP.

Kepala Sekolah Taruna Papua, Sonianto Kuddi mengatakan, kokurikuler day ini salah satu dari rangkaian kokurikuler yang sudah dijalankan di SATP.

"Untuk kelas 1 SD sudah dilakukan sejak bulan lalu. Kemudian untuk kelas 2 dan 6 itu dilaksanakan hari ini dan besok. Sedangkan untuk SMP sudah dilaksanakan menulis karya tulis ilmiah untuk anak-anak remaja," kata Sonianto.

Soni mengapresiasi anak-anak yang ada di SATP karena ini adalah honai prestasi untuk anak-anak Amungme Kamoro dan lima suku kekerabatan lainnya.

Kokurikuler ini dibangun berdasarkan prinsip pembelajaran mendalam. Di mana pembelajaran itu harus menyenangkan, menggembirakan dan juga harus sesuai konteks anak sehingga pembelajaran itu tidak hanya monoton saja.

Selain itu, kokurikuler ini adalah untuk memperdalam dan memperkaya materi di pagi hari. Kokurikuler itu masih berhubungan dengan pembelajaran di pagi hari, sehingga hari ini dilaksanakan kokurikuler itu yang kedepannya akan dilakukan sama.

"Kegiatan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya itu masih P5 karena masih kurikulum merdeka yang belum ada pembelajaran masuk ke dalam,"ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berterima kasih kepada PTFI dan YPMAK yang selalu mendukung SATP dalam menyelenggarakan pendidikan bermutu di SATP.

Menurutnya, kokurikuler ini tidak hanya untuk mengintegrasikan materi di pagi hari dan sore hari tapi lebih kepada pembentukan karakter.

"Jadi tidak hanya sekedar untuk menyelesaikan kurikulum, tapi lebih pada untuk pembentukan karakter di SATP," terangnya.

Sementara itu, Wakasek Bagian Kurikulum, Dewa Komang Tri Mahayana mengatakan, tema dalam kegiatan hari ini adalah "Karya Nusantara, Kreativitas Anak Bangsa".

"Untuk teknis kegiatan ini kita sudah siapkan sejak pertengahan Januari. Setiap minggu ada pertemuan tim guru dari kelas 2 sampai 6 untuk membahas kegiatan kokurikuler itu seperti apa. Karena, kegiatan ini baru tahun ini dilakukan," katanya.

Dijelaskannya, untuk pembagian dalam kegiatan kokurikuler untuk kelas 2 menampilkan drama dan tari nusantara. Sedangkan, kelas 3 membuat event market day dengan membuat makanan khas. Kelas 4 lebih fokus kepada bagaimana menanam, merawat tanaman dari gen bekas.

"Kelas 5 kita mengangkat cerita-cerita kearifan lokal. Jadi, mereka membuat buku saku dimana itu adalah buku cerita rakyat dari Papua. Sedangkan, kelas 6 fokus ke tarian tradisional,"jelasnya.

Dikatakannya, pelajaran kokurikuler ini memang diluar dari pembelajaran inti tapi masih terintegrasi dengan kurikulum inti.

"Pembelajaran ini masih terintegrasi dengan beberapa mata pelajaran baik dari pelajaran seni budaya, PDK Pancasila, Bahasa Indonesia dan sebagainya," tuturnya.

Wakil Kepala Perwakilan YPL Bidang Pendidikan, Oktavianus Vic Rori mengucapkan terimakasih kepada YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI yang selalu mensupport dan mendukung lewat pertemuan-pertemuan bahkan arahan, rekomendasi guna pengembangan program di tempat ini.

"Kami mengapresiasi langkah yang diambil oleh sekolah telah sejalan dengan visi dan misi SATP itu sendiri yaitu menjadi lembaga yang unggul, tanggap, kreatif dan inovatif dengan mengintegrasikan kebenaran, kebajikan serta iman untuk mencerdaskan 2 suku besar dan 5 suku kekerabatan,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Ratusan Pelajar Tingkat SMP Ikut Edukasi Bahaya Narkoba dan Pelaksanaan Deteksi Dini

Nampak para pelajar saat mendengarkan penyampaian dari nara sumber.

MIMIKA, BM

Ratusan pelajar tingkat SMP di Kabupaten Mimika mengikuti kegiatan edukasi bahaya narkoba dan pelaksanaan deteksi dini yang diselenggarakan oleh BNNK Mimika, Senin (15/12/2025).

Dalam kegiatan ini menghadirkan nara sumber dari BNN Provinsi Papua dan pihak Kejaksaan Negeri Mimika.

Plt Kepala BNNK Mimika, Ruslan Awumbas menyampaikan bahwa kegiatan dengan melibatkan para pelajar tingkat SMP mengingat banyaknya pasien itu adalah pelajar.

"Kegiatan ini juga menindaklanjuti dua pelajar yang positif narkotika jenis tembakau sintetis. Jadi kita menyurati ke sekolah-sekolah agar mengutus pelajarnya atau siswanya untuk mengikuti kegiatan ini," katanya.

Selain itu kata Ruslan, dalam kegiatan ini juga dilakukan deteksi dini yaitu tes urine.

"Mudah mudahan tidak ada yang positif. Nanti besok itu kegiatan kedua untuk tingkat SMA," katanya.

Sementara itu selaku narasumber, Kepala BNN Jayapura, Kasman menyampaikan bahwa materi yang diberikan itu terkait informasi dan edukasi bahaya narkotika, yang mana aspek-aspek disampaikan itu adalah pencegahan narkotika.

Kemudian bagaiamana memberdayakan masyarakat khususnya adalah anak sekolah, serta bagaimana merehabilitasi dan bagaimana caranya kita menolak narkoba.

"Itu kita fokuskan kepada anak-anak pelajar dengan harapan ketika dilakukan sosialisasi bukan hanya materi saja tapi aspek hukum, dan itu juga dilakukan oleh pihak kejaksaan,"katanya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini dirinya berharap para pelajar bisa menjadi perpanjangan tangan dari BNNK Mimika.

"Supaya dia mengedukasi kepada rekan-rekannya dan masyarakat, termasuk di lingkungan keluarga," harap Kasman. (Ignasius Istanto)

Top