Pendidikan

Meriahkan HUT Ke-77, TK Kartika Gelar Lomba Tingkatkan Motorik Dan Mental Anak

Anak-anak TK Kartika VI-31 saat mengikuti perlombaan yang dilakukan sekolah mereka

MIMIKA, BM

Dalam rangka memeriahkan HUT Ke-77 RI, TK Kartika VI-31 melakukan beberapa lomba yang diselenggarakan di halaman Koramil kota.

Lomba yang dilakukan adalah memasukan paku dalam botol, lari bendera dan memasang kaos kaki.

Kepala Sekolah TK Kartika VI-31, Juahira mengatakan tiga lomba yang dilangsungkan ini diikuti oleh seluruh muridnya yang berjumlah 76 anak.

Ia juga mengungkapkan bahwa perlombaan ini dilakukan atas kerjasama komite sekolah, orangtua dan pihak sekolah.

"Kita lakukan tiga lomba internal ini selain memeriahkan HUT ke-77 RI juga untuk melatih motorik dan mental mereka sekaligus membantu meningkatkan kepercayaan diri anak dan kerjasama diantara mereka," ungkapnya.

Foto bersama Kepala Sekolah TK Kartika VI-31 dengan beberapa anak didiknya

Pada momen HUT ke-77 tahun ini, TK Kartika VI-31 juga akan mengikuti lomba yang diadakan oleh panitia HUT RI Pemda Mimika.

"Hari senin nanti mereka akan ikut lomba. Kita sudah siapkan tim drumband yang terdiri atas 15 penabuh drumband dan 2 mayoret," ungkapnya.

Di momen HUT RI ini, Kepala Sekolah Juahira juga menyampaikan harapannya untuk Indonesia khususnya Mimika.

"Kita berharap pendidikan di negeri ini terutama di Mimika semakin lebih maju. Pembangunan, kedamaian dan saling menghargai satu dengan lainnya juga semakin ditingkatkan agar Mimika selalu menjadi rumah yang menyenangkan bagi kita semua," harapnya. (Ronald Renwarin)

Kebijakan Sederhana Namun Penuh Makna : Ketika Pemda Mappi Datangkan 3 Bus Untuk Para Pelajar

Anak-anak sekolah di Mappi sedang antre menaiki bus yang disediakan oleh Pemda Mappi (Foto Istimewa)

MAPPI, BM

Sebenarnya ada begitu banyak kebijakan sederhana yang dapat dibuat oleh pemerintah daerah untuk membuat masyarakatnya tersenyum dan benar-benar merasakan bahwa pemerintah ada ditengah-tengah mereka.

Kebijakan tersebut bagi sebagian kalangan mungkin tidaklah populer dan terkesan biasa saja namun ketika mampu menjawab kerinduan semua orang, maka disitulah bukti nyata kepekaan pemerintah yang sesungguhnya.

Inilah yang dilakukan oleh Pj Bupati Kabupaten Asmat Michael Gomar kepada masyarakat, khususnya kepada para pelajar di Mappi.

Ia belum melakukan hal yang terlalu besar namun dibawa kepemimpinannya yang baru berumur jagung, ia telah membuat para pelajar di Mappi tersenyum bahagia karena Pemda Mappi mendatangkan 3 bus bagi pelajar.

Sejumlah bus tersebut digunakan sebagai sarana transportasi untuk para siswa, mulai dari tingkat SD sampai SMA di Kota Keppi dan sekitarnya.

Langkah sederhana Pemda Mappi ini tidak hanya membuat para pelajar tersenyum namun juga menuai banyak pujian dari para guru, orang tua murid dan masyarakat.

"Terima kasih Bapak Bupati sudah bantu kami, kami pulang pergi sekolah sudah bisa naik bus dan tidak jalan kaki lagi," ungkap salah seorang siswa kelas VI SD Negeri I Obaa, Yosep Riston, Jumat (05/08/2022).

Riston terlihat tampak bahagia karena merasa terbantu dengan adanya kehadiran bus sekolah tersebut.

"Waktu belum ada bus, kalau tidak dihantar sama orang tua, kami naik ojek bayarnya Rp 5 ribu. Pulang sekolah juga bayar Rp 5 ribu jadi semuanya Rp 10 ribu," ujarnya.

Siswa lainnya, Kristina R. Agawemu juga menyampaikan hal senada, pasalnya dengan adanya bus tersebut, mereka jadi semakin rajin berangkat ke sekolah.

"Terima kasih bapa bupati. Sekarang kami setiap pagi dan siang selalu dihantar dan dijemput. Sa juga minta bisa minta ka om? Bikin tempat tunggu (halte-red) juga ka seperti di kota-kota besar supaya habis sekolah kami tunggu bus disitu," ujarnya dengan senyum.

Cristin, Siswa kelas VII SMP Negeri I Obaa selain mengucapkan terimakasih ia juga berharap agar pemda Mappi bisa menyediakan bus lebih banyak lagi.

"Kalau bisa bapa bupati kasih tambah bus biar kami tidak saling tunggu. Apalagi kami di SMP ada yang masuk pagi dan masuk siang, " harapnya.

Guru SD Negeri Satu Obaa, Hendrik Pasiolanan juga mengapresiasi langkah Pemda Mappi. Ia mengatakan kehadiran bus sekolah sangat berdampak positif karena berpengaruh terhadap semangat anak-anak untuk rajin ke sekolah.

"Kami sangat berterima kasih kepada bapa pj bupati karena bus sekolah sangat berdampak pada kerajinan siswa ke sekolah. Beberapa minggu terakhir ini semenjak ada bus, tingkat kehadiran siswa semakin bagus. Mereka sudah tidak malas-malasan ke sekolah," tuturnya.

Tidak hanya dari pihak sekola, kehadiran bus sekolah ini juga disambut baik oleh orang tua siswa. Hal itu diungkapkan oleh Paulina Birio.

"Kami orang tua sangat berterima kasih dengan adanya bus sekolah ini. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah di bidang pendidikan. Kalau bisa, jumlah bus yang dioperasikan bisa ditambah lagi," harap Paulina.

Sementara itu pengemudi bus, Kristianus Engelbertus menjelaskan bahwa saat ini ada tiga bus yang dioperasikan, namun menurutnya masih kurang karena jumlah siswa yang menggunakan jasa transportasi bus sangat banyak.

"Kalau kendala di lapangan sebenarnya tidak ada, hanya kami berharap kalau bisa kasih tambah bus karena banyak sekali siswa yang menggunakan bus ke sekolah," sebutnya.

Ia menuturkan bus tersebut dioperasikan mulai dari pagi pukul 06.00 Wit sampai dengan jam sekolah selesai.

Untuk diketahui Pemda Mappi mengoperasikan tiga unit bus tersebut untuk menghantar dan menjemput pelajar di wilayah tersebut dengan rute pelayanan wilayah kota, jalan area bandara, area pelabuhan, hingga sejumlah kampung di sekitar Kota Keppi. (Ade/Red

Luar Biasa, Salah Satu Anak SLB Mimika Wakili Papua Pada Lomba Design Grafis Tingkat Nasional


Kepala Sekolah SLB Negeri Mimika, Sunardin

MIMIKA, BM

Keterbatasan seorang anak secara fisik pun mental, jangan pernah dipandang sebelah mata karena bagaimanapun kekurangan yang dimiliki, selalu ada nilai paling berharga yang Tuhan berikan dibalik semua itu.

Anak merupakan titipan Tuhan yang paling indah untuk kehidupan ini. Jangan menghakimi kekurangan yang Tuhan berikan dalam diri mereka.

Keadaan mereka bukan hanya menjadi tanggungjawab orangtua, keluarga atau guru semata namun merupakan tanggungjawab kita semua, terutama pemerintah daerah.

Mereka harus terus diberikan kasih sayang yang tulus dengan cinta yang lebih besar karena dengan demikian, merekapun akan merasa berarti dalam hidup ini.

Hal inilah yang kemudian menjadi filosofi bagi para guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika dalam mendidik dan mengajarkan anak didik mereka agar mereka pun dapat berprestasi.

Tidak heran, jika anak-anak SLB ini juga telah membanggakan dan mengharumkan Kabupaten Mimika di beberapa lomba tingkat provinsi khusus bagi anak-anak luar biasa yang mereka ikuti.

Bahkan salah satu anak SLB Mimika akan mewakili Papua pada lomba design grafis tingkat nasional.

Pasalnya pada Juli lalu, SLB Negeri Mimika mengikutsertakan beberapa siswanya dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi.

Kepala Sekolah SLB Negeri Mimika, Sunardin mengatakan dari 4 lomba yang diikuti anak didiknya yakni 4 seni dan 4 olahraga, mereka meraih beberapa prestasi yang membanggakan.

"Di lomba jenjang olahraga dua anak kita masing-masing juara I di tenis meja dan bocce. Anak-anak juga dapat juara II untuk melukis, menyanyi dengan puisi juara III sementara untuk design gragis kita juara I dan terpilih mewakili Papua untuk lomba tingkat nasional," ungkapnya.

Terbaru, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika juga akan mengikutsertakan kelima siswa didik mereka untuk mengikuti lomba keterampilan siswa nasional (LKSN) tingkat Provinsi.

Sunardin mengatakan mereka saat ini sedang melakukan persiapan kepada kelima siswa yang akan mengikuti perlombaan nanti.

"Yang kami ikutkan dalam lomba LKSN ini semuanya adalah siswa penyandang difabel tuna runggu," ujarnya.

Seleksi LKSN ini akan dilakukan pada tanggal 19 Agustus dan dilakukan secara online karena masih pandemi. Siswa yang diikutkan dalam lomba ini adalah siswa SMP dan SMA.

Ia juga menjelaskan kategori yang dilombakan pada LKSN ini meliputi lomba tata boga, merangkai bunga, hantaran dan kriya kayu.

"Sebelum tanggal 19 Agustus nanti, kita sudah harus buat perekaman video keterampilan mereka, mulai dari awal proses hingga jadi hasil karya. Hasil yang dibuat oleh para nantinya akan kami bawa ke Jayapura untuk dinilai secara langsung," ungkapnya. (Ade)

Top