Pendidikan

Belum Ada Pengumuman Sekolah SMK Dengan Nilai Tertinggi Kelulusan Di Wilayah Mee Pago B

 

Sebagian siswi rayakan kelulusan dengan mewarnai pakaian seragam mereka gunakan pilox

MIMIKA, BM

Sebanyak 1743 siswa tingkat SMK wilayah Mee Pago B telah mendengarkan hasil kelulusan, Jumat (3/6).

Meski sudah diumumkan hasil kelulusannya namun belum dapat diumumkan sekolah dengan nilai tertinggi.

Hal ini karena masih dilakukannya perekapan hasil dari 23 sekolah SMK yang ada di Mimika. Hasil tersebut nantinya akan dikirim ke Propinsi untuk selanjutnya dilakuakan perekapan.

Ketua MKKS Wilayah Meepago B, Jhon Lemauk mengatakan, pengumuman kelulusan SMK wilayah Meepago B yang terdiri dari Kabupaten Mimika, Asmat dan Puncak diumumkan serentak hari ini bersama seluruh sekolah SMK di Indonesia.

Disebutkan, dari 1743 yang lulus, 1008 merupakan siswa sementara 735 adalah siswi. Mereka berasal dari 23 sekolah, 5 SMK Negeri dan 18 SMK swasta di wilayah Mee Pago B

“Kami belum dapat menentukan sekolah mana yang siswanya memperoleh nilai tertinggi, kita tunggu hasilnya nanti dari provinsi,” ungkapnya.

Jhon mengatakan, untuk batas waktu perekapan paling lambat satu minggu ke depan. Dengan demikian ia berharap semua sekolah nantinya telah mengirimkan hasil.

Dijelaskan, penentuan kelulusan siswa jenjang SMK dilihat dari hasil Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Ujian Sekolah.

Rekapan ujian sekolah dan kompotensi nantinya direkap bersama raport semester I-V oleh para guru untuk penentuan kelulusan siswa.

“Jadi dikembalikan ke sekolah masing-masing dengan kewenangan kriteria yang sudah diturunkan dari pusat untuk penentuan kelulusan bagi setiap siswa,” jelasnya.

Sementara itu, khusus untuk SMK 3 Mimika yang dipimpinnya, jumlah siswa yang diusulkan untuk ujian tahun 2022 sebanyak 321 siswa, namun yang memenuhi syarat lulus sebanyak 316 siswa.

“Lima orang itu dari pihak sekolah tidak tau keberadaannya dimana. Mereka tidak ikut ujian. Jika disesuaikan usulan berarti 5 yang tidak lulus jadi presentasinya 98,44 persen untuk SMK3,” katanya.

Meski belum menerima ijazah, untuk mendaftar di perguruan tinggi, siswa berhak mengambil surat keterangan keterangan lulus menggantikan ijazah, dan surat keterangan kelakuan baik, SKHU, rapor dan sertifikat prakering serta sertifikat ujian kompetensi.

“ Itu semua dokumen yang dibawa mendaftar di manapun masuk perguruan tinggi karena SKHU itu sama dengan ijazah dan berlaku di seluruh Indonesia. Dan siswa sudah bisa langsung ambil semua. Nanti ijasah dua sampai tiga bulan lagi baru bisa diambil,”tutupnya. (Shanty)

Rayakan Kelulusan, Sebagian Pelajar Mimika Konvoi Gunakan Motor, Cat Rambut Dan Pilox Seragam



Sebagian pelajar Timika merayakan kelulusan dengan berkonvoi di jalan raya

MIMIKA, BM

Hasil kelulusan pelajar SMA maupun SMK tahun 2022 telah selesai diumumkan pada hari ini, Jumat (3/5).

Berdasarkan pantauan wartawan BeritaMimika, para pelajar baik SMA maupun SMK dari beberapa sekolah yang sudah dinyatakan lulus, mengekespresika kebahagiaan mereka.

Perasaan euforia kelulusan itu dilakukan sebagian pelajar dengan mencoret-coret baju, mewarnai rambut serta melakukan konvoi menggunakan kendaraan roda dua.

Di Jalan Budi Utomo tepatnya depan Kantor Satlantas lama, terlihat segerombolan pelajar berkonvoi dengan menunggangi roda dua hendak menuju arah bundaran Timika Indah.

Namun sayangnya konvoi yang mereka lakukan sangat ugal-ugalan dan cenderung membahayakan pengguna jalan lain. Pasalnya konvoi para pelajar ini sangat meluas dan menguasai jalan sehingga sebabkan kemacetan.

Demi kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan bagi pengguna jalan lainnya, Satlantas Polres Mimika mengejar dan membunarkan mereka. Segerombolan pelajar memilih kabur dengan cara memasuki gang dan lorong.

Rian, salah satu pejalan kaki yang saat itu hendak melintas mengaku kaget terhadap aksi tersebut. Ia bahkan mengira sedang terjadi keributan di jalan.

"Saya kira ada keributan, soalnya banyak orang-orang keluar dari dalam rumah untuk melihat. Setelah saya pastikan betul ternyata anak-anak sekolah yang rayakan kelulusan itu takut lewat, karena ada polisi berdiri di tengah jalan untuk hadang mereka," ungkapnya. (Ignas)

Freeport Beri Bantuan Komputer dan Laptop Senilai Rp303 Juta Untuk Sentra Pendidikan

Foto bersama usai penyerahan bantuan

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan bantuan berupa komputer, laptop serta printer untuk kebutuhan guru dan siswa Sentra Pendidikan. 

Bantuan ini diberikan PTFI untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

Penyerahan bantuan berlangsung di Sentra Pendidikan yang diserahkan langsung oleh Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum kepada kepala sekolah SD, SMP dan SMA Sentra Pendidikan, Jumat (13/5/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Jeni O Usmany dan Direktur Sentra Pendidikan, Arnold serta para guru, turut hadir menyaksikan penyerahan bantuan ini.

Bantuan komputer yang diberikan dengan total biayanya mencapai Rp. 303.000.000. Bantuan untuk SD Negeri Sentra Pendidikan berupa
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 set
3. LCD Projector Epson E500 = 1 set
4. NB Asus K413EQ (15) = 1 set

SMP Negeri Sentra Pendidilkan
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 Set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 Set
3. LCD Projector Epson E500 = 1 Set
4. NB Asus K413EQ (15) = 2 Set

SMA Negeri Sentra Pendidikan
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 Set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 Set
3. LCD Projector Epson E500 = 2 Set
4. NB Asus K413EQ (15) = 2 Set

Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum dalam sambutannya mengatakan, banyak anak-anak Amungme dan Kamoro yang bersekolah di Sentra Pendidikan, maka PTFI melihat perlu ikut mendukung program-program pemerintah yang sudah ada di sini seperti SD, SMP dan SMA.

"Pendidikan ini penting untuk masa depan, untuk anak-anak Papua dan bangsa. Saya dapat laporan banyak yang berhasil dan banyak yang jadi pilot dan lainnya. Dan mereka adalah tamatan dari sekolah ini,”kata Nathan.

Ia juga mengatakan bahwa bukan hanya laptop, komputer dan printer saja namun sebenarnya bantuan lain juga bisa diberikan asalkan selalu tercipta koordinasi dan komunikasi yang baik guna membangun dunia pendidikan.

"Kami atas nama PTFI selalu mendukung program-program yang bermanfaat buat kita semua seperti pendidikan dan kesehatan dan untuk itu kita bisa berikan bantuan untuk pemerintah,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O Usmany mengatakan, ini merupakan bantuan kali kedua yanh diberikan oleh PTFI. Yang pertama adalah cat untuk sekolah dan kedua adalah pemberian perlatan komputer.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi, memang sepertinya harus begitu karena kami pemerintah tidak bisa kerja sendiri karena yang kami urus itu banyak. Anak-anak sekolah juga tersebar di mana-mana dan kita tahu bahwa kita tergantung dari anggaran pemerintah,” tutur Jeni.

Mewakili pemerintah daerah, selaku pembimbing teknis, Jeni mengapresiasi dan berterima kasih serta menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PTFI yang sudah peduli dan mau kerja sama dengan Dinas Pendidikan.

Ia juga mengatakan bahwa di Sentra Pendidikan terdiri dari 70 persen anak Amunge dan Kamoro serta 30 persen berasal dari suku kekerabatan lainnya.

"Tidak ada orang lain, Papua lainpun tidak ada. Artinya, di sini tidak ada bedanya dengan Sekolah Taruna Papua. Pemerintah menyiapkan fasilitas yang ada karena ini sudah beberapa tahun jadi butuh rehab sehingga kita butuh koordinasi dan kerja sama untuk bagaimana kita bisa menciptakan anak-anak asli dan mempersiapkan akademiknya. Tentunya dengan sarana prasarana yang baik menuju generasi yang lebih maju,” ungkapnya.

Menurutnya, Sentra Pendidikan telah banyak melahirkan anak negeri yang memiliki profesi di berbagai bidan. Ada yang sudah menjadi pilot hingga dokter sehingga ke depan diharapkan akan lahir ahli tambang dari sekolah ini.

"Orang bicara pendidikan harus ada indikator untuk mengukur. Tadi saya rapat dengan guru sentra untuk sudah mulai berfikir bagaimana mengkondisikan kegiatan pembelajaran di sekolah pada siswa untuk mendukung program merdeka belajar mencapai output yang kita harapkan,”tutur Jeni.

Kata Jeni, saat ini guru kerja bukan berorientasi pada hasil SDM semata karena membangun pendidikan adalah membangun peradaban.

"Pada saat kita gagal membangun pendidikan maka kita juga akan gagal membangun peradaban. Jadi sampai kapan pun orang tidak akan maju kalau kita tidak kerja dari sekarang. Dan itu yang menentukan paling utama adalah guru di dalam kelas,”jelasnya.

Lebih lanjut, Jeni mengatakan bahwa apa yang menjadi kepedulian Freeport untuk Sentra Pendidikan ini diharapkan akan terus berlanjut. Sebab, ini tugas bersama untuk mempersiapkan anak-anak putra daerah untuk mencapai hasil yang maksimal.

"Agar kedepan dimana pun dia ada dia bisa bersaing. Karena kita terus mempersiapkan pendidikan yang baik,” ungkapnya. (Shanty)

Top