Pendidikan

Dana BOS Untuk Guru Honorer Langsung Diterima Sekolah

Ilustrasi Dana BOS (Foto Google)

MIMIKA,BM

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O Usmany mengaku bahwa penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pusat langsung diterima oleh masing-masing sekolah. Sehingga, untuk penyaluran gaji bagi guru-guru honorer menjadi kewenangan masing-masing sekolah.

"Gaji guru honorer itu langsung dari sekolah bukan lagi di kami dinas karena dana BOS itu sekarang sudah langsung masuk ke rekening sekolah. Jadi, kami tidak tahu apakah sudah disalurkan gaji guru honor atau belum karena itu wewenang sekolah,"jelas Kepala Dinas Pendidikan, Jenny O Usmany saat dihubungi, Selasa (21/4).

Jenny mengatakan, gaji guru honorer diberikan berdasarkan jumlah jam mengajar dan penerimanya pun harus sudah terdaftar di Dapodik.

Ia mengatakan saat ini para guru melakukan pengajaran kepada muridnya dari rumah. Jumlah jam guru mengajar dari rumah akan dihitung pihak sekolah sebagai syarat pencairan gaji guru honorer dari dana BOS.

"Selama WFH ini guru tidak diam saja, guru selalu berikan tugas kepada siswa, jadi guru walau di rumah tetap menyiapkan materi pelajaran untuk siswa sehingga laporan itu nanti yang akan disampaikan ke sekolah untuk dapat gajinya,"ujarnya.

Sementara itu Waka Kurikulum SMK Petra Timika, Albertua Alto mengaku bahwa gaji guru-guru honorer dibayarkan dari dana BOS.

Namun, dikarenakan bendahara sekolah masih berada di luar Timika karena terjebak pembatasan akses masuk sehingga pembayaran gaji guru honor belum dapat disalurkan.

"Harusnya sudah disalurkan tapi kita punya bendahara lagi di luar Timika, tapi kita sudah koordinasikan dengan pihak Bank Papua agar gunakan dana dari Bank Papua dulu baru nanti akan ditutupi lagi,"jelasnya.

Hal itu dilakukan, mengingat guru-guru honor di SMK Petra tentu membutuhkan gaji untuk memenuhi kebutuhan mereka terlebih ditengah pandemi covid-19 seperti ini. Kemungkinannya gaji mereka akan langsung dibayarkan untuk untuk 2 bulan.

"Kami guru-guru setiap hari selalu berikan tugas kepada siswa-siswa kami tapi melalui grup mesenger FB dengan mode gratis. Sejauh ini tugas yang kami berikan selalu dikerjakan baik oleh anak-anak kami,"ungkapnya. (Shanty)

Bupati Tegaskan Pemda Akan Bantu Mahasiswa Di Luar Mimika

Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Ditengah badai Covid-19 yang menerpa negeri ini, perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika tidak hanya dicurahkan untuk masyarakat di Mimika.

Pemerintah daerah juga sedang memikirkan bagaimana caranya membantu generasi masa depan negeri ini (mahasiswa-red) yang kini tengah mengenyam pendidikan (kuliah-red) di negeri rantau.

Kepada BeritaMimika, Senin (20/4) Bupati Mimika Eltinus Omaleng menegaskan sebagai orangtua, ia tidak ingin melihat anak-anaknya yang berada di luar Mimika kelaparan atau merana karena kondisonal saat ini.

“Kami akan bantu mereka semua baik di Manado, Makassar, Bandung, Surabaya, Malang, Jakarta dan semua kota studi yang lain. Kami lagi lihat caranya seperti apa untuk membantu mereka,” ujarnya.

Menurutnya ada dua pilihan, pertama bantuan diberikan berupa dana dan kedua berupa bantuan sembako. Namun penyaluran bantuan harus diawasi oleh pemerintah agar tidak nyasar.

“Kita mau kirim uang juga tidak mungkin karena harus dengan bantuan sembako. Kecuali ada pegawai kami yang turun langsung karena ini masalah uang jadi penggunaan dan laporan harus jelas dan tidak bisa cash seperti itu, apalagi kondisi yang kita alami di sini disana juga sama,” ungkapnya.

Bupati mengatakan dalam waktu dekat ia akan melakukan pertemuan dengan bawahannya untuk mencari formulasi tepat tentang bagaimana menyalurkan bantuan buat mahasiswa.

“Kasitahu sama orangtua mereka bahwa kami ada. Pemerintah akan bantu mereka terutama mahasiswa. Mereka ini generasi kita jadi wajib kita lihat, jaga dan lindungi mereka dari keadaan ini. Semoga dalam waktu dekat kami bisa temukan solusi tepat membantu mereka,” ujarnya. (Ronald)

190 Pelajar SMK Belum Ujian UNBK

Pembukaan UNBK 2020 di SMK Negeri 3

MIMIKA, BM

Pandemi Corona telah berimbas di seluruh lintas sektor bahkan dalam dunia pendidikan terutama di Kabupaten Mimika.

Baru-baru ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.

Surat edaran ini membatalkan pelaksanaan UN 2020 termasuk uji kompetensi keahlian bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini diambil untuk mengutamakan kesehatan para siswa, guru dan lingkungan sekolah.

Sebelum Surat Edaran tersebut dikeluarkan, pada Senin (16/3) hingga Kamis (19/3) lalu sebanyak 1.470 siswa dari 24 SMK di Mimika telah melangsungkan ujian nasional. 

Sayangnya dari empat hari pelaksanaan UN masih ada siswa yang tidak ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Berdasarkan data yang diterima BeritaMimika dari Koordinator Teknis UNBK Abraham Letsoin melalui pesan Whatsapp, Kamis (26/3), sebanyak 190 siswa di Mimika belum mengikuti UNBK.

Jumlah ini ditotalkan selama empat hari pelaksanaan UNBK. Artinya ada siswa yang mengikuti UNBK hari pertama, namun hari kedua dan ketiga tidak mengikutinya. Begitupun yang lainnya.

Abraham mengatakan pada hari pertama (16/3) siswa yang tidak mengikuti UNBK berjumlah 53, hari kedua 46, ketiga 45 dan hari keempat 46 siswa.

Sementara UNBK untuk SMA yang semula dijadwalkan tanggal 30 Maret 2020 juga dibatalkan karena Virus Corona.

Ketua Panitia Ujian Kabupaten Mimika Drs. Manto Ginting M.Si mengatakan UN dibatalkan maka kelulusan siswa dilihat dari nilai rapor dan Ujian Sekolah (US).

"US sudah selesai dilaksanakan. Pengumuman kelulusan awal bulan Mei," tuturnya.

Dikatakan US untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) jika tidak ada halangan akan dilaksanakan pada 27 April mendatang.

"Soal sudah siap semua, hanya dilarang pengumpulan massa dalam jumlah banyak termasuk ujian. Semua untuk kebaikan. Jadi jika tidak ada halangan US untuk SMP dilaksankan 27 April namun semua tergantung kondisi perkembangan virus ini," tandasnya (Elfrida

Top