Pendidikan

SMA Unggulan Garuda, Gagasan Presiden Prabowo Subianto Segera Hadir di Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat memberikan keterangan pers didampingi Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Kabupaten Nabire, Papua Tengah, akan menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan Garuda, sebuah inisiatif dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyampaikan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang telah memilih Nabire sebagai salah satu lokasi pembangunan SMA Unggulan Garuda.

"Sekolah Unggulan Garuda merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Pusat untuk mengembangkan pendidikan dan sumber daya manusia di Tanah Papua ke depan,"kata Meki.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah telah mempersiapkan lahan untuk membangun sekolah tersebut.

“Kita sudah siapkan tanah empat hektare dan administrasi lahan. Semua proses itusudah clear. Lahan itu juga dibangun pagar keliling tinggal menunggu instrumen Pemerintah Pusat untuk pembangunan gedung sekolah,” ujarnya.

Meki berharap kehadiran SMA Unggulan Garuda di Papua Tengah dapat menjadi solusi bagi pemenuhan akses pendidikan yang merata bagi seluruh generasi di daerah tersebut. (Shanty Sang)

Empat Pelajar SATP Akan Mewakili Indonesia pada Ajang AIMO di Jepang

Foto bersama guru, 4 siswa dengan Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia (PTFI), Claus Wamafma

MIMIKA, BM

Empat murid yang menempuh Pendidikan di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) akan mengikuti ajang Asia International Mathematics Olympiad (AIMO) di Tokyo, Jepang, pada 2-6 Agustus 2025 mewakili Indonesia

Keempat murid tersebut ialah Yulian Diwitau murid kelas 4, Eka Balinol murid kelas 5, Yoram Kum Uamang murid kelas 7 dan Derinus Janampa murid kelas 8.

Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia (PTFI), Claus Wamafma mengatakan, bahwa keberhasilan empat siswa SATP mewakili Indonesia di ajang AIMO tahun 2025 adalah bukti nyata bahwa fondasi pendidikan di Mimika telah diletakkan dengan kokoh.

"Kami akan terus berikan dukungan semangat dan doa, supaya anak-anak ini tidak hanya berhenti di olimpiade saja, tapi mereka bisa lebih tinggi lagi berprestasi,,” kata Claus usai melakukan pertemuan bersama keempat pelajar SATP, di Restoran Rimba Golf Papua, Rabu (23/7/2025).

Claus menjelaskan, bahwa SATP adalah hasil dari investasi sosial PTFI selama hampir 30 tahun, dan keberhasilan ini menunjukkan bahwa anak-anak Papua mampu bersaing secara global jika diberi akses dan pembinaan yang tepat, sehingga ini salah satu prestasi yang luar biasa dimana keempat pelajar binaan SATP menjuarai lomba matematika kemudian mewakili Indonesia dalam ajang AIMO.

“Beberapa prestasi lain telah diukir oleh anak-anak penerima beasiswa YPMAK yang sebagai pengelola dana kemitraan PTFI, sehingga ini merupakan kebanggaan bagi kami di manajemen PTFI,”tutur Claus.

Claus juga berharap agar empat pelajar SATP yang akan berlaga di AIMO 2025 di Tokyo dapat menjadi role model bagi anak-anak Papua lainnya.

Menurutnya, keberhasilan mereka bukan hanya soal medali, tetapi tentang menumbuhkan semangat belajar dan percaya diri di kalangan pelajar Papua.

"Tentu saya berharap prestasi ini bisa memotivasi ribuan anak penerima beasiswa PTFI agar terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik,”ungkapnya.

Sementara itu, Yoram Kum Uamang salah satu pelajar yang mewakili Indonesia pada ajang AIMO mengatakan, saat ini persiapan telah dilakukan dengan harapan dapat membanggakan nama baik Indonesia khususnya Papua.

“Kami harap pencapaian kami hari ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Papua lainnya sebab dengan belajar yang tekun apa yang kita impikan akan terwujud,” katanya.

Selanjutnya, Kepala SATP, Sonianto Kudi menjelaskan, didalam SATP terdapat program pusat prestasi yang mendesign, membuat dan melaksanakan semua persiapan sehingga anak-anak mampu bersaing di luar sekolah.

“Dalam SATP kami selalu mendorong anak-anak agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, sehingga anak-anak dapat prestasi baik di tinggi kabupaten, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Katanya, tentu keberhasilan SATP karena adanya dorongan dari semua pihak terutama PTFI dan YPMAK, ini bukti SATP merupakan sekolah unggulan.

“Anak-anak akan berangkat tanggal 1 Agustus kemudian kembali dari ajang AIMO pada tanggal 7 Agustus,” tutup Soni. (Shanty Sang)

154 Siswa SD Inpres Koperapoka 1 Ikut MPLS

Kepala Sekolah SDI Koperapoka 1 Maragarita Abraham foto bersama siswa kelas 1

MIMIKA, BM

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SD Inpres Koperapoka 1, siswa baru mengikuti upacara bendera, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan guru wali kelas.

Menurut rencana, tercatat 154 siswa baru di sekolah ini akan mengikuti kegiatan MPLS selama 3 hari terhitung mulai Senin, 14 Juli 2025 hingga Rabu, 16 Juli 225.

Upacara bendera dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SDI Koperapoka 1, Margarita Abraham dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6.

Usai upacara, dilanjutkan dengan penyerahan anak kepada sekolah secara simbolis oleh perwakilan orang tua.

Kepala Sekolah SDI Koperapoka, Margarita Abraham mengatakan, bahwa siswa baru kelas 1 merupakan masa transisi dari PAUD ke SD sehingga perlu beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

"Selamat datang untuk anak-anak kelas 1 dan kelas 2 sampai 6. Selamat masuk kembali di tahun ajaran 2025/2026," tutur Margarita mengawali sambutan.

Dikatakan, MPLS merupakan satu kegiatan dimana anak-anak kelas 1 disambut oleh satuan pendidikan.

Dimana satuan pendidikan akan memperkenalkan kurikulum apa yang dipakai, siapa kepala sekolah, siapa guru dan juga lingkungan sekolahnya.

Materi lainnya pada MPLS hari kedua adalah, asessmen kognitif, nonton bersama tentang bentuk-bentuk kekerasan untuk mencegah kekerasan di sekolah dan melatih pembiasaan 5S (senyum, sopan, salam, sapa dan santun).

Sementara untuk materi MPLS hari ketiga adalah, asessmen diasnostik atau calistung, games (permainan-red) dan refleksi.

"Jadi perkelanan lingkungan sekolah ini tentang ada berapa kelas, perpustakaan, laboratorium komputer itu yang akan diperkenalkan kepada siswa kelas 1 pada masa MPLS," ujarnya.

Ia menambahkan, pada MPLS itu ditulis ramah anak yang artinya bahwa melalui MPLS ini anak-anak dimuliakan, semua hak anak harus dihormati sehingga anak-anak merasa diterima dan dihargai di SD Inpres Koperapoka 1.

Dan juga, melalui MPLS anak-anak akan merasa senang, bermakna, bermanfaat dan semangat belajar di SDI Koperapoka 1.

Lebih lanjut dikatakan, untuk anak-anak juga mohon diperhatikan karena ada beberapa budaya yang perlu diperhatikan yakni setiap Senin wajib pakai seragam merah putih lengkap, Rabu memakai baju batik, setiap hari Kamis memakai pakaian cita-cita dan wajib membawa tumbler.

"Mulai 1 Agustus 2025, khusus setiap hari Kamis pakai pakaian cita-cita. Jadi yang anaknya mau jadi polisi pakai pakaian polisi, mau jadi dokter pakai pakaian dokter," ujarnya.

Tidak hanya itu, Margarita menambahkan, setiap tanggal 18 bulan berjalan juga diwajibkan siswa memakai pakaian adat.

"Kami harap anak-anak merasa SDI Koperapoka 1 sebagai rumah kedua sehingga dapat menjaga kebersihan lingkungan," harapnya. (Shanty Sang)

Top