Olah Raga

John Rettob Sebut SK Pengurus KONI Mimika 2023-2027 Tidak Sah

Johannes Rettob, Ketua Umum KONI Mimika terpilih pada Muskorcab

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika non aktif, Johannes Rettob, yang menjabat sebagai Ketua Umum KONI Mimika terpilih pada Musorkab menyebutkan surat keputusan (SK) kepengurusan KONI Mimika masa bakti 2023-2027 tidak sah.

Hal itu dia tegaskan menanggapi pernyataan Simon Kasamol selaku Ketua Tim Formatur sekaligus Ketua Harian KONI Mimika pada18 Oktober 2023 lalu.

Kasamol saat itu menyatakan bahwa SK kepengurusan KONI Mimika 2023-2027 sudah ditetapkan Pj Ketua Umum KONI Provinsi Papua Tengah, Ribka Haluk, di Nabire tanggal 12 Oktober 2023 di Nabire.

"KONI itu dibentuk berdasarkan musyawarah olahraga kabupaten. Dan saya dipilih oleh 25 Cabor. Waktu itu ada dua calon dan saya terpilih di dalam musyawarah olahraga. Jadi secara sah, de jure, memang kita (yang sah)," ujar John.

Dia juga membantah jika masa kepengurusannya dikatakan vakum. Sebab menurutnya, selama dirinya menjalani proses hukum kala itu, tugasnya sebagai Ketua Umum KONI Mimika tetap ia jalankan.

"Kalau dibilang kita vakum, tidak. Walaupun saya tidak ada, tetapi komunikasi jalan terus. Saya kan tidak di tahan. Saya sampai sempat antar tim ke malang kok di dalam proses persidangan saya. Saya masih melakukan kegiatan-kegiatan KONI, di mana beberapa cabang sudah kita siapakan untuk masa Pra PON," jelas John.

"Bahkan banyak yang sudah kita lakukan seleksi-seleksi. Ada atlet-atlet yang diambil oleh provinsi Papua, kita sudah kembalikan juga ke Papua Tengah. Ini hal-hal yang kita lakukan. Siapa yang bilang kita vakum. Jadi, walaupun saya dalam proses sidang, saya tidak ditahan sehingga saya tetap melaksanakan tugas saya sebagai Ketua KONI," imbuhnya.

Sementara ity, mengenai pelantikan kepengurusannya yang belum dilakukan, John menjelaskan bahwa mereka belum dilantik karena dirinya masih menjalani proses persidangan.

"Soal pelantikan, kenapa kami belum dilantik, karena waktu itu saya dalam proses (persidangan) dan kalau proses saya sudah selesai, harusnya dilantik, begitu," tuturnya.

Oleh karena itu, John menilai bahwa formasi kepengurusan KONI Mimika yang baru adalah tidak sah. Begitu pun dengan SK yang sebelumnya sempat ditunjukkan oleh Simon Kasamol.

"Ya, itu kan tidak sah. Sudah jelaslah tidak sah. Dan (persoalan) ini sudah ketahui oleh KONI Pusat. Saya kira KONI pusat juga akan melakukan suatu sikap terhadap itu. SK yang didapat juga saya kira tidak benar. SK itu didapat dengan cara-cara yang tidak benar," tegas John.

"Saya katakan ini, kita harus lawan yang tidak benar. Kita Jalankan hal yang benar untuk kabupaten ini jalan juga dengan benar. Kita tidak usah tipu publiklah. Kita tidak usah tipu masyarakat. Harus kita lawan hal-hal yang tidak benar," lanjutnya.

John menekankan agar persoalan ini harus dikembalikan ke ranah yang benar. Dia juga menilai jika Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, ikut menandatangani SK tersebut, maka Pj Gubernur dinilainya ermasuk salah.

"Inikan Tidak, tinggal kita kembalikan saja pada ranahnya. Jadi SK-nya tidak sah. Andaikan ibu gubernur yang tanda tangan, ibu gubernur juga salah. Saya yang bilang. Salah," tegasnya. (Endy Langobelen)

Mimika Tuan Rumah Kualifikasi PON XXI 4 Provinsi DOB, Bakal Dibuka Ketum KONI Pusat

Konferensi pers KONI Provinsi Papua Tengah bersama panitia pelaksana Kualifikasi PON XXI 4 Provinsi DOB, Minggu (21/1/2024) malam.

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, ditunjuk menjadi tuan rumah babak kualifikasi PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024 cabang olahraga (cabor) sepak bola dan futsal untuk empat provinsi daerah otonomi baru (DOB), yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah, Cessar Avianto Tunya, menjelaskan penunjukan Mimika sebagai tuan rumah telah mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya mengenai jarak dan fasilitas venue.

“Penunjukan ini dengan pertimbangan bahwa Timika itu lebih mudah dijangkau karena sebagian SDM pertandingannya dari Jakarta, serta venue yang ada di sini sudah memenuhi standar,” ujar Cessar dalam konferensi pers yang berlangsung di Sekretariat Panitia Pelaksana, Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Minggu (21/1/2024) malam.

Lebih lanjut disampaikan bahwa babak kualifikasi ini dijadwalkan akan berlangsung selama lima hari. Mulai dari tanggal 24 sampai 29 Januari 2024 di Stadion Wania Imipi dan Gedung Olahraga (GOR) Futsal Mimika.

Cessar menyebut, pembukaan kualifikasi akan dibukan secara langsung oleh Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, dan juga bakal dihadiri oleh para Penjabat Gubernur DOB wilayah Papua.

Untuk menyukseskan ajang olahraga ini, KONI Provinsi Papua Tengah telah menunjuk Asosiasi Sepakbola Kabupaten (Askab) PSSI & Futsal Mimika sebagai penyelenggara.

“Kita dari KONI Papua Tengah nantinya hanya sebagai koordinator dan juga lakukan pengawasan,” terang Cessar.

Untuk diketahui, peserta kualifikasi cabor sepak bola dan futsal ini masing-masing provinsi terdiri dari dua tim, yakni tim putra dan tim putri.

Ketua Panitia Babak Kualifikasi Sepak bola 4 DOB Papua, Suraya Madubun, memastikan kualifikasi cabor sepak bola putra akan diikuti tim dari keempat DOB Papua.

Berbeda dengan sepak bola putri, hanya akan diikuti oleh tiga tim, yakni tim dari Papua Tengah, Papua Pengunungan, dan Papua Selatan.

Sementara Ketua Panitia Babak Kualifikasi Futsal 4 DOB Papua, Natex Bugaleng, memastikan cabor futsal untuk putra hanya diikuti oleh tim dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

"Sedangkan untuk futsal putri hanya diikuti oleh dua tim dari Papua Tengah dan Papua Pegunungan," tutur Natex.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa babak kualifikasi ini akan dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi.

"Kecuali untuk futsal putri itu home-away (tandang-kandang) jadi dua kali bertanding. Setiap tim yang nantinya menjadi juara grup itulah yang lolos ke PON XXI," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Papua Football Academy Cari Bakat 2023 Segera Dimulai di 7 Kabupaten

Para pelatih PFA

MIMIKA, BM

Di tahun kedua berjalan, Papua Football Academy (PFA), akademi sepak bola bagi putra Papua yang disponsori oleh PT Freeport Indonesia, bersiap mencari siswa baru lewat "PFA Cari Bakat 2023".

Pada tahun pertama Papua Football Academy, kegiatan "PFA Cari Bakat" digelar di 3 wilayah, yakni Timika, Merauke, dan Jayapura. Sebanyak 477 peserta mengikuti seleksi dan 30 pemain lolos menjadi siswa tahun pertama PFA.

Selain mengikuti seleksi bakat sepak bola, 30 siswa itu adalah mereka yang tersaring usai menjalani tes psikologi, sidik jari, dan tes kesehatan.

Pada tahun kedua pengelolaan Papua Football Academy, area pencarian bakat diperluas menjadi 7 kabupaten/kota di 3 provinsi, yakni Provinsi Papua, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Kenapa diperluas? tentu tujuannya supaya semakin banyak anak-anak Papua yang berbakat sepak bola dapat mengikuti seleksi dan berkesempatan masuk sebagai pemain Papua Football Academy," ujar Wolfgang Pikal, Direktur PFA.

Berikut lokasi PFA Cari Bakat 2023 dan waktu pelaksanaannya: Timika, tanggal 13-15 Mei 2023, pukul 14.00-17.30 WIT dan berlokasi di Mimika Sport Complex. 

Jayapura tanggal 19-21 Mei 2023, pukul 14.00-17.30 WIT, lokasi Stadion Mandala. Nabire, tanggal 19-21 Mei 2023, pukul 14.00-17.30 WIT, lokasi di Lapangan Kodim Sapta Marga Nabire

Merauke, tanggal : 23-25 Mei 2023, pukul 14.00-17.30 WIT di Lapangan Universitas Musamus. Waropen, tanggal 23-25 Mei 2023, pukul 14.00-17.30 WIT di Lapangan Budi Utomo Waren

Serui, tanggal 27-29 Mei 2023 pukul 14.00-17.30 WIT di Stadion Marora. Biak Numfor, tanggal 1-3 Juni 2023, pukul 14.00-17.30 WIT, lokasi Stadion Cendrawasih.

"Semoga ke depan, pencarian bakat untuk siswa Papua Football Academy bisa semakin melebar ke berbagai wilayah di Papua. Bagi anak-anak di luar kota yang ingin mengikuti seleksi, silakan memanfaatkan kegiatan PFA Cari Bakat yang terdekat dengan lokasi mereka," kata Wolfgang.

Peminat PFA Cari Bakat 2023 juga dapat mengisi formulir secara online di website Papua Football Academy (www.papuafootballacademy.com) dengan mengklik "Pendaftaran Seleksi Akademi" di pojok kanan atas.

Dari 7 lokasi PFA Cari Bakat 2023 ini akan dipilih sebanyak 60 peserta guna mengikuti seleksi final di Jayapura pada 18-23 Juni 2023 di Stadion Mandala. 

Mereka kembali akan menjalani seleksi sepak bola, tes minat bakat, psikologi, dan kesehatan. Nantinya, sebanyak 30 siswa terpilih akan bergabung bersama rekan-rekannya angkatan I Papua Football Academy di Mimika Sport Complex, Timika.

Siapa saja yang boleh mengikuti PFA Cari Bakat 2023? berikut persyaratannya: Laki-laki, kelahiran 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010, anak Papua yang dibuktikan dengan kelahiran Papua atau memiliki marga Papua, sudah vaksin Covid 2 kali.

Selain itu dalam kondisi sehat (ada bukti imunisasi menjadi nilai tambah), bersekolah (dibuktikan dengan salinan ijzah/rapor), memiliki salinan Kartu Induk Anak, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP orang tua dan membawa perlengkapan sepak bola. 

Mari, dukung dan sukseskan #PFACariBakat2023 demi mendukung kemajuan sepak bola dan masa depan putra Papua, Dari Tanah Papua untuk Indonesia. (Red

Top