Olah Raga

Pertama Kali Kunjungi Mile 21, WBFC Ikut Tanam Pohon dan Latih Tanding Bareng Enviro FC

Foto bersama WBFC dan Enviro FC sebelum laga duel friendmatch di lapangan Maurufkau Jaya, Mile 21, Jumat (4/11/2022)

MIMIKA, BM

Waanal Brothers Football Club (WBFC) melakukan kunjungan pertama kalinya ke Departement Environmental PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam rangka kegiatan penanaman pohon serta duel friendmatch melawan Enviro FC, Jumat (4/11/2022).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh GM Superintendent Divisi Enviromental PTFI, Roberth Sarwom di Mile 21, Timika, Papua.

Dalam arahannya, Robert mengucapkan selamat datang kepada rombongan WBFC yang telah berkunjung untuk berkegiatan bersama Departement Environmental PTFI.

"Suatu kebanggan bagi kami dan kebanggan bagi Freeport kalau anak-anak yang bermain di luar sana ni bisa kembali dan berkunjung ke sini," ucapnya menerima kedatangan para pemain, pelatih, manajemen WBFC.

"Di tempat ini, secara khusus tidak ada sekolah bola. Kami di sini belajar tentang bagaimana mengelola tempat ini. Tapi kami punya lapangan bola. Jadi, silakan diatur kalau teman-teman mau datang latihan, dengan senang hati kami persilakan," tutur Robert menambahkan.

Lebih lanjut Robert mengatakan bahwa kesuksesan membutuhkan sebuah proses yang panjang. Robert berpesan agar para pemain muda WBFC dapat terus memperjuangkan mimpinya sehingga kelak dapat meraih cita-cita sebagai pemain legendaris di Indonesia maupun dunia.

"Tetap suskes, semua itu perlu perjuangan. Tidak ada yang ekstra cepat. Perlu tahapan untuk jadi kaya dua legend yang ada di sini. Jadi perlu perjuangan, masih panjang kalian punya perjalanan. Terus semangat latihan, kami sangat senang kalian bisa datang berkunjung ke sini. Nanti besok kami hanya lihat kalian di televisi," pungkasnya.

Selanjutnya Manajer WBFC, Rey Manurung dalam sambutannya menyampaikan limpah terima kasih kepada PT Freeport Indonesia, dalam hal ini Departement Environmental yang sudah menerima kunjungan dari WBFC.

Rey juga mengungkapkan bahwa WBFC sesungguhnya merupakan anak-anak jebolan Timnas Pelajar Kemenpora U-15 yang sebelumnya telah berkarir sampai ke negara Protugal.

"Saat ini mereka telah berusia 18 tahun dan sudah masuk ke liga tiga. Karena berasal dari Timnas, makanya ada yang dari Aceh, Sumatera, Sulawesi, Jawa, sampai Papua juga ada. Dan memang mayoritas banyak yang dari Papua," ungkapnya.

Kata Rey, para pemain WBFC diseleksi langsung oleh Satgas Anti Mafia Bola, sehingga pemain yang ada saat ini benar-benar pemain yang murni terpilih karena talenta dan bakatnya, bukan karena titipan.

"Jadi tim ini memang dibentuk dari Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan penggunaan sepak bola nasional dimulai dari usia dini. Jadi ya memang ternyata kalau disaring dari 60 ribu anak satu Indonesia ini, kalau urusan bola ternyata memang mayoritasnya itu memang dari Papua itu yang masuk," jelasnya.

Dia juga berterima kasih kepada sosok Vice President Stakeholder Engagement PTFI, Titus Natkime yang telah membantu pembentukan WBFC.

"Dan ini mungkin juga salah satu stakeholder yang dibina oleh beliau. Juga kita bersyukur, kita didampingi juga oleh legend-legend sepak Indonesia yang sudah mendunia, yakni Coach Rocky Puturay, dan Coach Apples. Sudah tiga tahun ini mereka tidak pernah absen melatih anak-anak setiap hari," pungkasnya.

Usai mendengarkan arahan-arahan dan sambutan, WBFC kemudian dituntun untuk melihat apa saja yang ada di Mile 21.

Dari pantauan Beritamimika.com, salah satu tempat yang sempat dikunjungi WBFC adalah Museum Graha Diorama Ekosistem. Di sana, mereka dijelaskan berbagai hal tentang hewan-hewan endemik serta hewan lainnya yang terdapat di hutan Mimika.

Anak-anak WBFC tampak sangat antusias melihat hewan-hewan yang sudah diawetkan di dalam sejumlah boks-boka kaca yang ditata sedemikian rupa sehingga membentuk habitat aslinya.

Setelah mendapatkan banyak edukasi dari Museum Graha Diorama Ekosistem, WBFC bersama tim Environmental melakukan penanaman pohon Bintangur (Calophyllum inophyllum) di halaman belakang lapangan Maurufkau Jaya, Mile 21.

Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan latih tanding atau duel friendmatch antara WBFC kontra Enviro FC. Dalam laga ini, tim WBFC berhasil membantai tuan rumah dengan skor 7-1. (Endy Langobelen).

PARADE FOTO: Kunjungan WBFC ke Departement Environmental PTFI

MIMIKA, BM

Waanal Brothers Football Club (WBFC) melakukan kunjungan pertama kalinya ke Departement Environmental PT Freeport Indonesia dalam rangka kegiatan penanaman pohon serta duel friendmatch melawan Enviro FC, Jumat (4/11/2022) di Mile 21, Timika, Papua.

Berikut ini adalah beberapa momen yang diabadikan Beritamimika.com selama kegiatan kunjungan tersebut berlangsung.

Foto : Endy Langobelen (BeritaMimika) 

Kepala Laboratorium Enviromental, Ronalda Opuya, memberikan pengetahuan tentang kawasan PTFI serta sedikitnya bagaimana proses mengalirnya limbah tailing dialirkan melalui sungai

Foto bersama General Superintendent Reclamation Biodiversity and Education PTFI Robert Sarwom, Superintendent Media Relations, Corporate Communications, PTFI Karel Luntungan dengan para manajer serta pelatih WBFC

Pengarahan serta penyampaian sambutan-sambutan dari pihak Departement Environmental PTFI dan WBFC

Rombongan WBFC sedang memerhatikan penjelasan dari pihak Departement Environmental PTFI terkait satwa-satwa yang diawetkan di Museum Graha Diorama Ekosistem

Kordinator Biodiversity Enviromental PTFI, Victor Sukatma menjelaskan kepada beberapa pemain WBFC tentang bagaimana proses pengawetan satwa-satwa yang ada di Museum Graha Diorama Ekosistem

Penanaman pohon Bintangur (Calophyllum inophyllum) oleh Roberth Sarwom dan Manager WBFC

Penanaman pohon Bitangur oleh Coach Rocky Puturay dan salah satu pemain WBFC

Sang kapten WBFC bersama rekannya bersiap-siap menanam pohon Bitangur

Foto bersama usai melakukan penanaman pohon Bitangur

Manajer WBFC, Rey Manurung memberikan baju kepada Roberth Sarwom, General Superintendent Reclamation Biodiversity and Education PTFI

Penyerahan Baju oleh Coach Rochy Putiray kepada Superintendent Media Relations, Corporate Communications, PTFI Karel Luntungan

Aples Tecuari Memberikan Baju Kepada Kepala Laboratorium Enviromental, Ronalda Opuya

Para pemain WBFC melakukan pemanasan dengan melakukan passing-passing pendek

Coach Rocky Puturay saat memberikan arahan kepada anak-anak didikannya sebelum bertanding

Foto bersama WBFC dan Enviro FC sebelum laga duel friendmatch dimulai

Jabat Ketua Umum Kormi Mimika, John Rettob Targetkan Jumlah dan Kualitas Partisipasi Masyarakat Dalam Olahraga

Johannes Rettob bersama pengurus Kormi Mimika saat mengikuti pelantikan yang dipimpin oleh Sekretaris Umum, Simson Rumbiak didampingi Ketua Umum Kormi Nasional, Hayono Isman

MIMIKA, BM

Sebanyak 80 pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Mimika masa bakti 2022-2027 akhirnya resmi dilantik oleh Ketua Umum Kormi Provinsi Papua yang diwakili oleh Sekretaris Umum, Simson Rumbiak di Rimba Papua Hotel (RPH) Selasa (2/11).

Dalam pelantikan tersebut, Johannes Rettob yang selaku Plt Bupati terpilih sebagai Ketua Umum Kormi Kabupaten Mimika saat ini.

Dalam sambutan selaku ketua umum Kormi Kabupaten Mimika, Johannes Rettob berpesan kepada seluruh pengurus Kormi yang sudah dilantik untuk bekerja lebih serius. Mengingat perjalanan Kormi Mimika yang dulu seperti air pasang surut.

"Beberapa tahun lalu sempat bagus tapi kemudian terkandas dan tidak berkembang sama sekali. Begitu banyak perjalanannya dan puji Tuhan hari ini dilantik maka kita mulai lagi, mudah-mudahan tidak seperti yang kemarin lagi, tidak boleh ada gesekan-gesekan lagi tapi mari kita kerja untuk masyarakat,"ungkapnya.

Kata Johannes Rettob bahwa sesuai dengan tema dalam pelantikan "Upaya mengangkat jati diri, keutuhan dan kejayaan daerah dan bangsa dalam bingkai NKRI" maka harus mulai berpikir bagaimana Kormi ini mulai masuk dalam masyarakat.

"Target kita yaitu meningkatkan jumlah dan kualitas partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Tugas kita supaya orang sehat, supaya semua orang senang berolahraga, olahraga kita adalah olahraga kreasi,"katanya.

Lanjutnya," Kemudian kita juga harus bisa berinovasi kreatif bagaimana caranya supaya apa yang dilihat di mata kita harus kita angkat kembali dalam bentuk olahraga. Ini mimpi dan bisa terwujud kalau kita serius untuk kerja. Kita harus menjadikan Mimika menjadi bugar,"sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengakui baru bergabung di Kormi dan  bersedia menjadi ketua, sehingga sebagai intropeksi di momen yang lalu Kormi yang saat ini tidak boleh surut lagi tapi harus maju terus.

"Kita harus membuat sesuatu untuk masyarakat Timika dan masyarakat harus tahu bahwa Kormi itu ada. Jadi Kormi ini kita kerja untuk masyarakat dan bila perlu budaya di Indonesia ini kita jadikan olahraga,"ujar John.

Sementara itu Ketua Umum Kormi Provinsi Papua yang diwakili oleh Sekretaris Umum, Simson Rumbiak menyampaikan bahwa dengan adanya Kormi ini merupakan bagian dari terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, bugar dan yang berkualitas berkarakter kebangsaan.

"Sistemnya adalah menanamkan gaya hidup sehat dan kegemaran berolahraga secara teratur. Dengan kehadiran Kormi ini berarti kita mulai hidup sehat dan teratur,"ungkapnya.

Kata Simson bahwa upaya terwujudnya masyarakat sehat bugar dan gembira yang berkarakter dengan hasilnya maksimal itu mulai dari anak-anak sampai sampai pada lansia.

"Bagi pengurus yang baru dilantik saya berharap dapat mengembangkan untuk perencanaan olahraga di Papua, serta mendorong pembinaan olahraga secara masal bagi masyarakat supaya semakin sadar dan peduli akan kesehatan,"katanya.

Tak lupa dirinya juga mengajak seluruh pengurus Kormi masa bakti 2022 2007 untuk menjalankan beban dan tugas yang telah diberikan dengan penuh rasa tanggung jawab.

"Harus jalin hubungan sinergi dengan pemerintah, LSM, BUMD,BUMN dan mitra kerja lainnya. Buatlah program olahraga masyarakat sebagai upaya menumbuh kembangkan hidup sehat bagi pegiat olahraga,"ucapnya.

Kemudian selaku Ketua Umum Kormi Nasional, Hayono Isman mengatakan bahwa pelantikan pengurus Kormi di Mimika adalah momentum yang penting bagi olahraga masyarakat.

"Kalau kita perhatikan yang berhimpun di olahraga masyarakat terdapat 79 olahraga yang berhimpun di tingkat nasional itu dari olahraga tradisi dan kreasi budaya,olahraga kesehatan dan kebugaran serta olahraga petualangan dan tantangan. Itu semuanya  terukur dan teratur,"katanya.

"Mengapa harus terukur dan teratur, karena tidak hanya sehat tetapi kita juga akan menjadi manusia yang bugar,"sambungnya.

Menurutnya, dalam olahraga masyarakat yang diraih itu bukan medali, namun  yang diraih adalah juara didalam kehidupan.

"Jadi yang dicari itu adalah juara didalam kehidupan,"ujarnya.

Semenyata itu Asisten II, Wilem Naa berharap Kormi senantiasa berpartisipasi aktif dan berkontribusi untuk masyarakat.

"Saya titip pesan untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Mari kita jalan secara harmonis dengan pikiran sehat agar bisa mewujudkan cabang olahraga rekreasi masyarakat dengan baik di Mimika," pesannya. (Ignasius Istanto)

Top