Kesehatan

Imunisasi Polio Serentak di Mimika Capai 62 persen dari Target

Kepala Dinss Kesehatan Kabupateb Mimika, Reynold Ubra


MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Mimika mencatat Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio sejak pelaksanaannya pada 27 Mei 2024 hingga saat ini telah mencapai 62 persen dari target 55.570 anak.

Untuk diketahui, pelaksanaan pemberian imunisasi polio di Kabupaten Mimika dilaksanakan sejak diterbitkannya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 400.5.1/281J Tentang Pelaksanmn Pekan Imunisasi Nasional aalam rangka penanggulangan Kejadian Luar Biasa Polio.

"Sejak kami menerima surat edaran Mendagri kami mulai melaksanakan vaksin polio, dan sampai sekarang sudah mencapai 62 persen untuk tahap pertama dan 30 persen untuk tahap kedua," kata Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra saat ditemui di Hotel Swiss-Belinn, Rabu (17/7/2024).

Reynold mengaku, sasaran pemberian imunisasi polio di Mimika merupakan yang tertinggi dari delapan Kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Agar pelaksanaan vaksinasi Polio di Mimika mencapai target, lanjut Reynold, Dinas Kesehatan akan melibatkan multi stakholder seperti gereja, masjid dan sekolah-sekolah guna mempermudah pelaksanaan pemberian imunisasi polio.

"Yang jelas kami butuh keterlibatan stakholder untuk pemberian imunisasi polio. Tidak hanya itu strategi harus dirubah, dimana tim turun lapangan untuk melakukan vaksin polio,"ujarnya.

Dikatakan, Dinas Kesehatan diberikan target 95 persen dari total 55.570 anak dari Kementerian Kesehatan. Target Imunisasi terbanyak itu di wilayah kota Mimika yang mana ada 10 Puskesmas di dalam kota yang memang lebih banyak targetnya yakni sekitar 40.000 anak dan sisanya 11.000 itu ada di luar wilayah kota atau ada di 16 puskesmas di wilayah pegunungan dan pedalaman.

"Dalam pelaksanaan Imunisasi di wilayah kota cukup baik dan sejauh ini tidak ada penolakan juga dari masyarakat,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Bakti Kesehatan, Polres Mimika Target Kantong Darah Semaksimal Mungkin

Terlihat sejumlah personil Polres Mimika saat mendonorkan darahnya.

MIMIKA, BM

Menyambut HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024, Polres Mimika melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan.

Salah satunya bakti kesehatan donor darah yang dilaksanakan Sabtu (22/06/2024) di Mapolres Mimika mile 32.

Untuk target jumlah kantong darah, kata Kapolres akan diupayakan semaksimal mungkin.

"Inikan tujuannya untuk kita sama-sama melihat dari sisi kemanusiaan, karena nantinya akan diperuntukkan untuk masyarakat atau warga yang membutuhkan," kata Putra.

"Kegiatan ini kita buka untuk umum, tapi lebih kita prioritaskan ke anggota kita termasuk teman-teman dari TNI dan Brimob, "sambung Putra.

Disampaikan Putra, ada rangkaian kegiatan lain yang sudah dilaksanakan terlebih dahulu baik berupa bakti sosial maupun bakti religi.

"Kita juga akan lakukan kegiatan penanaman pohon serta nanti puncaknya tanggal 1 Juli kita laksanakan upacara dan syukuran," ujarnya.

Kegiatan bakti kesehatan yang dilaksanakan oleh Polres Mimika ini bekerjasama dengan pihak RSUD Mimika dan PMI. (Ignasius Istanto)

Disnak Keswan Lakukan Pemeriksaan Post Mortem di 18 Masjid


Pegawai dinas kesehatan saat melakukan pemeriksan

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) melakukan pemeriksaan post-mortem hewan kurban di Masjid Miftahul Huda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jalan Hasanudin, Senin (17/6/2024).

Pemeriksaan Post Mortem ialah pemeriksaan kesehatan setelah disembelih yang dilakukan oleh petugas Disnak dan Keswan dengan tujuan memberikan jaminan bahwa karkas, daging dan jeroan yang dihasilkan aman dan layak diedarkan atau konsumsi.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Kabupaten Mimika Kurniati disela pemeriksaan mengatakan, pemeriksaan dilakukan di 18 masjid yang ada di Timika.

Dari 16 sapi dan 15 kambing ditemukan cacing pada tiga hati. Dan hati tersebut sudah langsung dibuang dan dimusnahkan karena tidak layak konsumsi.

"Setelah kita periksa kita temukan tiga hati yang ada cacingnya dan itu sudah dibuang. Dagingnya boleh dikonsumsi namun harus dimasak dan harus benar-benar matang," kata Kurniati.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, ustadz Muhammad Amin berterima kasih atas keterlibatan pemerintah melalui Disnak dan Keswan dalam memantau setiap pergerakan hewan kurban dengan melakukan pemeriksaan antemortem (sebelum disembelih) maupun post mortem (setelah disembelih).

"Karena sudah diperiksa, sehingga kita dari MUI tinggal melihat apakah sapi tersebut layak di potong, memenuhi standar syariat Islam dan tidak cacat. Di sini bukan cacat fisik, karena kalau cacat fisik sudah pasti dibatalkan untuk sembelihan kurban, hanya jadi sembelihan biasa saja," ujarnya.

Amin mengatakan, penyembelihan hewan kurban kali ini hampir semua masjid menggunakan alat penyembelih yang ihsan yaitu alat yang digunakan untuk menyembelih hewan dengan cara yang sangat baik.

"Baik artinya tidak melibatkan banyak orang, menyembelih dengan sangat cepat sehingga hewan tidak terlalu tersiksa. Kita lihat di Timika ini sudah ada sekitar 13 titik masjid yang sudah mempunyai alat penyembelih berstandar," ujarnya.

Ia juga memberi apresiasi atas kebersamaan umat beragama yang ada di Timika dan semua pihak yang terlibat dalam perayaan Idul Adha.

"Hewan kurban bukan milik umat muslim saja. Artinya, bukan hanya dibagikan kepada umat muslim tetapi dibagikan juga kepada umat kristiani maupun umat lainnya," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top