Hukum & Kriminal

Warga Paro Mulai Berdatangan di Kenyam, Sudah Terdata 80 Orang


Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo,saat memberikan keterangan di media Center Operasi Damai Cartenz 2023, Polres Pelayanan Mimika

MIMIKA, BM

Sudah seminggu warga asal Paro memilih meninggalkan kampung halaman menuju Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Hingga hari ini, Senin (13/02/2023) yang sudah terdata sebanyak 80 orang,sementara warga yang lain belum terdata. Hal ini mungkin sedang berada disanak famili dikampung sekitar.

"80 orang ini yang baru terdata di Puskesmas, dan sedang mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis puskesmas dan tenaga medis dari TNI-Polri,"ungkap Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo,saat memberikan keterangan di media Center Operasi Damai Cartenz 2023, Polres Pelayanan Mimika.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, kata Kabid Humas, TNI-Polri juga memberikan pelayanan trauma healing.

"Ini penting buat mereka dan itu sudah dilakukan oleh bagian SDM Polres Nduga,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ignatius juga menyampaikan bahwa TNI-Polri sedang fokus untuk melakukan pencarian terhadap pilot Susi Air PK-BVY yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Pencarian masih terus dilakukan secara maksimal oleh TNI-Polri. Kita utamakan keselamatan dari pilot," ujarnya.(Ignasius Istanto)

Dampak Kejadian di Paro, Masyarakat Mulai Tinggalkan Kampung Halaman


Pangdam 17 cendawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh didampingi Wakapolda Papua, Brigjen Ramdani Hidayat saat Konferensi pers

MIMIKA, BM

Pascah pengancaman terhadap 15 pekerja bangunan Puskesmas dan pembakaran pesawat Susi Air PK-BVY di Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan membuat masyarakat panik dan terpaksa meninggalkan kampung halaman menuju Kenyam.

Hal ini disampaikan oleh Pangdam 17 cendawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh dalam Konferensi pers, Jumat (10/02/2023) di Kantor Pelayanan Polres Mimika.

"Dua hari ini kita berupaya melakukan bagaimana penyelamatan terhadap masyarakat, yang karena perjalanan dari Paro ke Kenyam ini butuh 2 sampai 3 hari kalau normalnya orang sehat," ujarnya.

"Sedangkan yang sudah dievakuasi ke Kenyam disitu ada ibu-ibu, beberapa pria yang sudah kelelahan berjalan kemudian anak-anak dan ada orang sakit," ungkap Pangdam.

Kata Pangdam, masyarakat yang sudah berhasil di evakuasi ke Kenyam dan sudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan berjumlah 25 orang.

"Jadi 25 orang ini didapati melakukan perjalanan darat untuk mengamankan diri. Saat evakuasi ke 25 orang ini menggunakan empat helikopter milik TNI-Polri," kata Mayjen TNI Muhammad Saleh.

Dalam kesempatan ini, Pangdam menegaskan bahwa masyarakat yang meninggalkan kampung halaman merupakan tindakan mengamankan diri, karena ancaman dari kelompok kriminal, bukan ancaman yang lain apalagi operasi militer seperti isu yang berkembang.

"Yang benar bahwa masyarakat di Paro dua hari kemarin itu keluar dari Paro karena dampak dari peristiwa tersebut membuat mereka panik dan takut," ungkapnya.

"Saya tegaskan bahwa tidak benar kalau ada informasi yang berkembang TNI-Polri akan melakukan operasi, antara lain melakukan upaya-upaya paksa atau tindakan-tindakan kekerasan seperti bom di Paro," tegasnya.

Wakapolda Papua, Brigjen Ramdani Hidayat menambahkan bahwa operasi yang dilakukan TNI-Polri merupakan operasi kemanusiaan, yang mana 25 warga dibantu kepolisian dan TNI atas permintaan bupati Nduga.

"Kemungkinan masih ada warga lain yang menyusul sehingga operasi kemanusiaan lebih diutamakan termasuk pencarian terhadap pilot yang hingga kini belum ditemukan," ungkap Wakapolda. (Ignasius Istanto)

Belum Tiba di Timika, Dua Long Boat Masih Dalam Pencarian SAR Timika

Tim SAR Timika saat bergerak untuk melakukan pencarian terhadap dua long boat

MIMIKA, BM

Dua long boat yang mengangkut 9 orang pelajar yang bergerak dari Sumapro menuju Timika sejak Selasa (07/02/2023) hingga Kamis (09/02/2023) belum kunjung tiba di Timika.

Oleh karena itu SAR Timika yang menerima laporan dari keluarga korban langsung bergerak untuk melakukan pencarian di daerah yang sering dilalui dua long boat tersebut.

Dalam melakukan pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan RIB 400 PK milik Basarnas. Pencarian terhadap dua long boat ini juga turut diikuti salah satu keluarga korban.

Menurut keterangan keluarga korban kepada SAR Timika Kamis (09/02/2023) bahwa pada Selasa pagi (07/02/2023) tepat pukul 06.00 wit ada rombongan lima long boat yang berangkat dari Sumapro tujuan Timika.

Namun setelah 3 jam perjalanan hanya tiga long boat berhasil tiba dengan selamat di pelabuhan Poumako Timika, namun dua long boat lainya yang ditumpangi 9 pelajar dari SMP dan SMA/SMK hingga saat ini belum diketahui nasib dan keberadaannya. (Ignasius Istanto)

Top