Hukum & Kriminal

Pendemo Minta Oknum-Oknum Pengelola Dana 1 Persen Diperiksa Polisi

Aksi demo dikawal ketat pihak kepolisian

MIMIKA, BM

Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan pemilik hak ulayat tiga lembah yakni Tsinga, Waa-Banti dan Arwanop melakukan aksi demo damai di depan Kantor OB1 PTFI Kuala Kencana, Selasa (16/2).

Aksi demo damai dilakukan karena masyarakat merasa selama ini merasa tidak menerima manfaat dan menikmati dunia pendidikan, kesehatan serta ekonomi dari dana 1 persen PTFI.

Selain itu mereka juga menuntut agar Comunity Development PTFI dibubarkan dan meminta Mabes Polri segera memeriksa oknum-oknum yang mengelola dana 1 persen.

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y. Sera, kepada Berita Mimika (BM) menyampaikan bahwa aksi demo damai oleh sekelompok masyarakat ini terpaksa dibubarkan dan diarahkan ke Mapolres 32 untuk dilakukan mediasi dengan pihak manajemen PTFI.

"Kita bubarkan dan arahkan ke Mapolres 32 atas perintah Wakapolres karena aksi mereka tidak memiliki surat ijin. Harus ada ijin dari Kepolisian dan diajukan terhitung 3 x 24 jam dari rencana aksi demo itu akan dilaksanakan. Tapi mereka baru menyerahkan suratnya hari ini dan langsung lakukan demo,"ungkap Kapolsek.

Ditegaskan Kapolsek Sera, di masa Pandemi Covid, Polres Mimika tidak akan mengijinkan masyarakat, organisasi maupun partai politik untuk melakukan demo atau menyampaikan aspirasi di depan umum.

Sementara terkait mediasi tersebut, kata Kapolsek pihaknya menunggu bagaimana perkembangan selanjutnya.

"Saat mediasi dengan perwakilan manajemen PTFI, mereka minta Presdir PTFI Tony Wenas dan Richard Adkerson untuk menemui mereka. Selama mediasi semua berjalan aman dan lancar," ungkapnya. (Ignas)

Diduga Masalah Asmara, Seorang Waria Dianiaya Pacarnya

Pelaku berinisial K (baju hijau bercelana hitam) saat diamankan di Kantor Polsek Mimika Baru

MIMIKA, BM

Naas betul nasib seorang waria yang diketahui bernama Rahmat alias Kiki karena harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika, Kamis (11/2).

Kiki mendapatkan perawatan medis akibat luka sobek di bagian kepala karena dipukul pacarnya yang berinisial K dengan sebuah kayu balok berukuran 5x5.

Kejadian yang terjadi di Jalan Pendidikan, Jalur 1 kemudian dilaporkan ke Polsek Mimika Baru oleh Kiki.

Kepada BM, Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju saat dikonfirmasi mengisahkan kejadian tersebut.

"Pelaku beserta barang bukti sebuah kayu sudah diamankan. Korban sendiri sudah sadar tapi masih mendapatkan perawatan medis karena luka yang dialaminnya. Anggota kami tadi juga sudah ke TKP," ungkapnya.

Kronologis kejadian ini menurut Kapolsek Miru, bermula ketika pelaku bersama pacar wanitanya datang ke rumah kos korban guna menyelesaikan permasalahan hubungan asmara antara pelaku dan korban.

Sesampai di rumah kos milik korban, pelaku marah-marah dan hendak memukul korban namun pacar pelaku berusaha melerai.

Namun karena terlalu emosi pelaku langsung melakukan penganiayaan dengan menggunakan tangan kosong terhadap korban.

Tidak terima, korbanpun melakukan perlawanan dan terjadilah perkelahian. Seusai perkelahian pelaku pergi meninggalkan korban, tetapi korban memanggil pelaku agar pelaku meminta maaf atas perbuatannya.

Pada saat pelaku kembali untuk menemui korban ,saat itu juga korban mengambil potongan kayu balok dengan maksud untuk menjaga diri.

Melihat itu, pelaku langsung merampas kayu balok yang dipegang korban dan langsung memukul korban di bagian perut dan bagian kepala korban, masing-masing sebanyak 1 kali.

Akibat terkena pukulan di bagian kepala, korban mengalami luka robek sehingga harus dilarikan dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika. (Ignas)

Kapolsek Sebut Daerah Kwamki Narama Tidak Pernah Ada Laporan Kasus Pencurian


Kapolsek Mimika Baru saat mengunjugi warga Kwamki Narama, Selasa (9/02)

MIMIKA, BM

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju telah bertugas di Mimika selama 1 tahun 1 bulan. Selama menjalankan tugasnya ini, ia mengaku tidak pernah menerima adanya laporan kasus pencurian di daerah Kwamki Narama.

"Ini perlu saya sampaikan karena saya tidak pernah dengar orang datang melaporkan adanya kasus pencurian di Kwamki Narama," ujarnya.

Kompol Sarraju menilai bahwa Kwamki Narama berbeda dengan daerah lainnya di kota Timika.

"Ini satu hal yang membanggakan dan saya katakan daerah Kwamki yang paling aman saat ini. Pada saat patroli pun anggota jarang temukan orang-orang mabuk," ungkap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, Kwamki Narama saat ini telah menjadi wilayah yang aman bagi siapapun karena pola pikir masyarakatnya sudah maju.

"Kami harap ini terus dipertahanlan, tidak perlu lagi ada keributan atau perang seperti dulu sehinnga masyarakat mau berkebun atau keluar rumah saja takut. Kalau aman seperti beginikan bagus masyarakatnya bebas beraktivitas dengan nyaman," ujar Kapolsek.

Selain itu Kapolsek juga mengapresiasi tokoh adat, agama dan masyarakat Kwamki Narama karena jika ada persoalan, secara kekeluargaan cepat diselesaikan.

"Rata-rata masyarakat di Kwamki Narama punya hubungan kekeluargaan. Buktinya kalau ada masalah, ketika kita datang, mereka sudah selesaikan secara kekeluargaan. Kita semua berharap Kwamki tetap aman dan damai," harapnya. (Ignas)

Top