Ekonomi dan Pembangunan

Disperindag Gelar Pasar Murah di Limau Asri Barat Peringati HUT Mimika

Suasana pelaksanaan Pasar Murah di Kampung Limau Asri Barat, Distrik Iwaka, Mimika pada Jumat (7/10/2022)

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah di Kantor Kampung Limau Asri Barat, Distrik Iwaka pada hari Jumat (7/10/2022).

Kepala Disperindag Mimika, Petrus Pali Amba pada sambutan pembukaan mengatakan, kegiatan Pasar Murah ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-26 Kabupaten yang jatuh pada 8 Oktober 2022.

"Tujuannya untuk memberikan keringanan kepada bapa ibu warga Limau Asri untuk membeli kebutuhan dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga pasaran," ujarnya.

Di samping itu, program kegiatan Pasar Murah ini juga, kata Petrus, dapat membantu menekan tingkat inflasi yang semakin meningkat akibat kenaikan harga BBM.

"Program ini adalah salah satu cara bagaimana kita dapat menekan angka inflasi," jelasnya saat diwawancarai media di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pada Pasar Murah kali ini, pihaknya memberi kebebasan kepada masyarakat dalam membeli. Artinya tidak dibatasi banyaknya jumlah yang dapat diperoleh.

"Melihat persediaan yang cukup, kami bebaskan mereka beli semampu mereka selagi stoknya yang disediakan masih ada," ucapnya.

Adapun jenis kebutuhan yang beserta harga jualnya di Pasar Murah tersebut antara lain sebagai berikut.

Beras premium 5 kg Rp 50 ribu, beras premium 10 kg Rp 100 ribu, gula GGM 1kg Rp 10 ribu, minyak goreng 1L Rp 14 ribu, telur satu rak Rp 50 ribu, Indomie Goreng Special 1 Ctn Rp 100 ribu, Supermie Ayam Bawang 1Ctn Rp 95 ribu.

Selain itu harga kopi senang 500gr Rp 30 ribu, teh Sariwangi 250 gr Rp 5 ribu, tepung Segitiga Biru 1Kg Rp 10 ribu, bawang merah 1Kg Rp 35 ribu, bawang putih 1Kg Rp 30 ribu, dan bawang bombai 1Kg Rp 25 ribu.

Untuk diketahui, dalam melaksanakan Pasar Murah ini, Disperindag Mimika menggandeng beberapa distributor, salah satu diantaranya yaitu Bulog KCP Mimika.

Kepala Bulog KCP Mimika, Dedi Rahman kepada wartawan menyampaikan, pihaknya menyediakan jenis-jenis stok berupa gula, beras, dan minyak goreng.

"Di sini kita hanya sediakan gula, beras, dan minyak goreng. Gula itu 2 ton dan beras 7,5 ton," jelasnya.

Sekadar informasi, Pasar Murah ini ke depannya akan dilakukan juga di sejumlah kampung-kampung yang lain. Disampaikan dalam waktu dekat bakal dilaksanakan di Kwamki Narama. (Ade)

Harga Air Per Galon Naik Rp10 Ribu, Warga Tanyakan Dimana Fungsi Pengawasan Pemerintah : Masyarakat Bawah Kesulitan Dengan Tarif Ini

Ilustrasi air galon

MIMIKA, BM

Belum semua pengusaha depot melakukannya namun ternyata sebagian sudah menjual air isi ulang per galon dengan harga Rp10 ribu untuk beberapa wilayah di seputaran Kota Timika.

Tadi malam, Kamis (6/10/2022), kepada BeritaMimika, seorang Ibu namanya Mama Vian mengaku barusan membeli air per galon dengan Rp10 ribu.

"Saya malam ini baru saja pesan air galon dan sudah naik Rp10 ribu. Saya juga heran. Penjual bilang kalau harga naik mulai Senin kemarin karena harga air tangki juga sudah naik," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa kenaikan harga air isi ulang per galon bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu berdampak namun bagi masyarakat kecil, kenaikan ini sangat menyulitkan mereka.

"Kami ibu rumah tangga, air galon itu biasa untuk kebutuhan minum dan masak tiap hari. Dalam dua hari bisa 3-4 galon. Bayangkan saja dalam seminggu berapa uang yang kita keluarkan untuk beli air? Kasihan banyak masyarakat mengeluh hal ini. Jemput anak di sekolah saja, banyak ibu-ibu mengeluh hal ini," ungkapnya.

Hal ini menunjukan bahwa ada sebagian pengusaha air galon seenaknya menaikan harga air galon. Karena sebelumnya, pengakuan salah satu penjual air galon kepada BM mengatakan bahwa mereka masih menjual air per galon Rp7 ribu.

"Kami masih jual Rp7 ribu per galon tapi mungkin minggu depan sudah naik Rp10 ribu. Katanya setelah bos kami (pengusaha depot air) mereka ketemu dengan pemerintah dulu baru dinaikan," ujarnya kepada wartawan BM di Jalan Soter Elmas Nawairpi, Senin (3/10/2022).

Menyikapi kenaikan harga air galon yang terus merangkak dengan berbagai alasan yang mendasarinya, warga Mimika Timika meminta agar Pemda Mimika melakukan pengawasan ketat terhadap hal ini.

"Jangan tunggu naik baru Aspada dipanggil, sudah terjadi baru suruh kasih turun. Ini jadi masalah karena kalau air saja sudah mahal, maka sudah pasti barang lain juga akan naik dengan sendirinya," ujar Roni, warga Jalan Soter Elmas.

Ia juga mengakui bahwa tarif air isi ulang yang biasa di jual per galon di Mimika memang bervariasi, tergantung dari sumber mata airnya.

Ada beberapa yang bermerk memang mahal namun rata-rata warga Mimika mengkonsumsi air isi ulang yang biasanya dijual dengan harga Rp7 ribu per galon.

Menurutnya, kenaikan tarif air galon di Timika bisa jadi diakibatkan karena efek dari kenaikan harga BBM.

"Masa BBM naik, air galon juga naik? Tidak masuk akal, makanya pemerintah harus awasi hal ini. Dalam kurun 2 tahun saja air galon naik sampai 50 persen. Dulu Rp5 ribu, naik Rp7 ribu, kemudian Rp8 ribu dan sekarang sudah Rp10 ribu. Tahun depan pasti Rp15 ribu," ungkapnya dengan kesal.

Roni kemudian berkilah bahwa harga air galon juga tidak bisa dinaikan sesuka hati oleh para pengusaha air galon jika proyek air bersih (PAM) yang selama ini didengungkan Pemda Mimika sudah dijalankan.

"Sudah lama sekali saya baca berita tentang air PAM masuk ke rumah-rumah tapi sampai saat ini masih pipanisasi terus. Air galon naik seenaknya karena sumber air selama ini banyak berharap hanya pada depot air galon," unarnya.

"Harapan kita masyarakat ya proses air PAM itu bisa dipercepat, kalau mungkin terlalu besar, minimal fokus dulu di satu dua wilayah kota supaya kita tahu Air PAM itu sedang dikerjakan, yang lain mengusul tidak apa-apa," ungkapnya.

Pemda Pastikan 2024 Alirkan Air Bersih Ke Rumah Warga

Terkait dengan progres pengerjaan air bersih (air PAM) di Timika, Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan Pemda Mimika
menargetkan masyarakat sudah bisa menikmati air bersih di tahun 2024 mendatang.

Plt Bupati John menjelaskan, saat ini yang belum dibuat adalah infrastruktur jaringan (pipanisasi) untuk masuk sampai ke rumah warga.

"Kalau jaringan sudah siap maka air bersih sudah jalan, ini hanya karena jaringan kita saja yang masih kurang dan masih dalam pengerjaan,” tutur John beberapa waktu lalu.

“kita akan usahakan mudah-mudahan di tahun 2024 kita sudah bisa nikmati air bersih ini,” ujarnya.

Plt John Rettob mengakui bahwa kebutuhan air bersih selama ini, masyarakat hanya tergantung pada sumur bor, air isi ulang termasuk air mineral kemasan.

“Ini yang makanya saya terus tekan kepada Dinas PU sebagai penanggung jawab air bersih untuk mempercepat pemasangan jaringanya,” ujarnya.

Water Treatment Plant yang Dibangun Freeport Sudah Ready Sejak 2019 lalu

Sementara itu, Direktur PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma mengaku kesiapan Freeport dalam program air bersih yang telah dibuat kesepakatannya bersama Pemda Mimika sudah rampung. Pihaknya kini menunggu pemasangan jaringan ke rumah warga.

Dalam kesepakatan kerjasama layanan air bersih, Pemda memberi tanggung jawab kepada Freeport untuk membangun water processing plant (water treatment plant) atau instalasi pengolahan air.

Water Treatment Plant ini kata Claus sudah selesai dibuat di Kuala Kencana dan telah ready sejak 2019 lalu.

"Water Treatment Plant sudah siap dengan kapasitas besar 200 liter per detik. Dan kalau ini dijalankan maka semua yang ada di Timika akan minum air yang sama dengan air yang saya minum di Kuala Kencana,” ujar Claus.

Diakuinya, menikmati air bersih ini merupakan kerinduan semua pihak, karena jika dikaitkan dengan hasil riset kesehatan di Mimika, air bersih menjadi ibu dari semua masalah kesehatan.

Tetapi yang penting adalah tidak lagi menghilangkan kesempatan bertahun-tahun untuk memulai program ini.

“Kalau kita bisa selesaikan ini, kita bisa kurangin 30 sampai 40 persen mengenai isu kesehatan,” tutup Claus. (Shanty Sang)

Rayakan HUT ke-6, Ini 7 Harapan Plt Bupati Mimika untuk UPBU Mozes Kilangin

Foto bersama dengan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob usai perayaan sederhana HUT UPBU Moses Kilangin, Kamis (6/10/2022)

MIMIKA, BM

Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin kini telah menginjak usia ke 6 pada har ini, Kamis 6 Oktober 2022.

Pada usia yang masih terbilang muda ini UPBU Mozes Kilangin hanya memperingatinya dengan sederhana yang dihadiri Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob.

Plt Bupati Mimika, berharap UPBU Mozes Kilangin terus meningkatkan pelayanan terbaik sebagai operator bandar udara dan UPBU juga harus terus menyelenggarakan pelayanan yang baik untuk masyarakat.

Selain itu, juga harus terus melahirkan ide dan inovasi baru agar pelayanan penumpang semakin mudah, efisien dan semakin efektif.

"UPBU juga harus meningkatkan standarisasi keamanan dan keselamatan penerbangan. Karena, keamanan dan keselamatan penerbangan dimulai dari bandar udara, ke pesawat hingga penumpang turun ke tempat tujuan. Semua harus diselenggarakan dengan baik," harapnya.

Plt Bupati John berharap UPBU Mozes Kilangin Timika terus membuat Kabupaten Mimika menjadi bangga atas kehadirannya dan semakin kuat untuk Mimika, kuat untuk Papua dan juga untuk Indonesia.

Tidak hanya itu, UPBU juga diminta terus membuka dan memberikan perijinan sehingga semakin banyak pesawat yang masuk dan efisien dalam mengatur slot time dan lainnya.

"Dan kemudian bisa membuat Mimika ini menjadi HUB yang betul-betul sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Karena saat ini UPBU Mozes Kilangin sudah ditetapkan sebagai bandar udara HUB di Papua, di Indonesia Timur dan juga sebagai pusat maintenance di Mimika," Jelas John.

Dijelaskan, HUB adalah bandar udara yang mempunyai cakupan pelayanan yang luas dari berbagai bandar udara yang melayani penumpang dan kargo dalam jumlah besar dan mempengaruhi perkembangan ekonomi secara nasional atau berbagai provinsi.

"UPBU juga harus menjadi smart airport city dan harus menjadi airport yang bisa membuat masyarakat bukan saja datang untuk berangkat dan pulang tapi bisa juga jadi pusat ekonomi," harapnya.

Kepala UPBU Mozes Kilangin, Soekarjo mengatakan, dengan usia ke 6 ini UPBU Mozes Kilangin sudah merencanakan berbagai program seperti pengoperasian bandara, penambahan fasilitas seperti kendaraan pemadam kebakaran (PK), pemasangan ekskalator kedatangan dan lain sebagainya.

"Gedungnya kita lagi bangun karena itu salah satu persyaratan bahwa kita harus mempunyai bangunan dan kendaraan pemadam kebakaran," Tutur Soekarjo.

Ditanya bagaimana dengan permintaan Plt Bupati Mimika Johanes Rettob yang meminta dijadikan airport city, Soekarjo mengaku hal tersebut mungkin saja bisa terjadi.

"Karena, tahun depan kami ada pembuatan aplikasi smart airport. Nah airport city itu gandengannya nanti smart airport," ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan aplikasi smart airport penumpang bisa melakukan cek in dari rumah dengan aplikasi tersebut.

"InsyaAllah tahun depan program ini dijalankan. Nanti di rumah bisa lihat jam penerbangan berangkat jam berapa, pesawat sudah sampai mana. Jadi cek in dari rumah dan di sini tinggal ambil boarding pass saja," Tuturnya.

"Selain itu ada aplikasi lagi untuk boarding pas dicetak sendiri di bandara. Jadi calon penumpang tidak perlu lagi antri di conter untuk mengambil boarding pass," tuturnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top