Ekonomi dan Pembangunan

Rakor Pendataan Awal Regsosek : BPS Canangkan Desa Ini Sebagai Desa Cantik Di Mimika


Staf ahli bidang ekonomi dan keuangan Setda Mimika, Maria Rettob dengan didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura saat membuka kegiatan rakor pendataan awal Regsosek

MIMIKA, BM

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang mengusung tema Satu Data Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Horison Ultima, Selasa (20/9) ini dibuka oleh Staf ahli bidang ekonomi dan keuangan Setda Mimika, Maria Rettob.

Rapat koordinasi Pelaksanaan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) merupakan proyek nasional yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Regsosek merupakan upaya perbaikan database untuk seluruh program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat (termasuk database keluarga peneriman bantuan) yang akan digunakan oleh pemerintah.

Dalam penyampaian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura, pelaksanaan rakor ini menjadi titik awal dari sejarah yaitu kegiatan pendataan awal registrasi sosial ekonomi.

"Kegiatan ini menjadi tanggungjawab kita bersama sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam penyempurnaan kebijakan, terutama penyempurnaan kebijakan terkait perlindunga sosial dan pemberdayaan masyarakat,"ungkapnya.

Kata Ouceu, Regsosek ini akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua, namun harus diakui kondisi geografis yang beragam di Mimika kadang mempengaruhinya.

"Ini yang membuat kita harus menyusun strategi yang matang dalam menghadapi Regsosek ini. Kita harus bisa menyatukan langkah dan bergerak bersama serta memasukan kolaborasi seluruh pihak dengan baik agar dapat berjalan dengan lancar,"katanya.

Sementara mewakili pemerintah daerah, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Mimika, Maria Rettob mengatakan kegiatan regsosek ini adalah gerakan awal untuk merumuskan suatu data program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

"Setelah melihat kegiatan ini diharapkan agar kita semua bisa menjaga komitmen serta kolaborasi bersama," ujarnya.

Kata Maria, pelaksanaan awal ini merupakan langkah menuju pembangunan yang lebih baik.

"Jadi saya harapkan kepada semua pihak dapat bekerjasama serta membantu BPS demi kepentingan kita bersama," harapnya.

Dalam rakor tersebut juga ditandatangani pencanangan Desa Cantik (Desa Manokauw Jaya) sebagai desa percontohan pembinaan statistik dan pencanangan Pojok Statistik (STIE Jambatan Bulan) kerjasama pembinaan dan konsultasi statistik bagi mahasiswa. (Ignas)

72 Pengusaha OAP Di Mimika Akan Memperoleh Bantuan Dana Pemberdayaan Wirausaha Dari DPMK

Kepala DPMK Mimika, Petronella A Uamang bersama pegawainya saat melakukan wawancara dengan salah satu pedagang OAP

MIMIKA, BM

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika melakukan pendataan terhadap pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

Pendataan dilakukan selama pekan lalu dimulai dari Senin (12/9) hingga Sabtu (17/9) di Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Iwaka dan Mapuru Jaya.

Kepala DPMK Mimika, Petronella A Uamang mengatakan pendataan dilakukan karena pengusaha OAP akan diberikan bantuan untuk semakin memajukan dan meningkatkan usaha mereka.

"Kami sudah lakukan pendataan selama satu minggu kemarin dan kita sudah dapatkan nama-nama pengusaha OAP yang akan mendapatkan bantuan," ujarnya.

Dikatakan Petronella A Uamang, bantuan yang diberikan bersumber dari dana Otsus 2022 DPMK Mimika. Menurutnya, bantuan sosial ini merupakan program pemberdayaan wirausaha Orang Asli Papua.

"Jadi ada 72 pengusaha OAP yang akan kita bantu dari dana otsus. Bantuan kita berikan dalam bentuk uang, dimana besarannya adalah Rp20 juta untuk satu pengusaha OAP," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa tiap pengusaha OAP yang dibantu harus memenuhi beberapa persyaratan administrasi guna mendapatkan bantuan tersebut.

"Jadi mereka harus membuat proposal permohonan bantuan kepada DPMK, disertai dengan data diri seperti KTP dan lainnya dan nantinya bersama kita akan menandatangani pakta integristas," ungkapnya. (Ronald Renwarin)

Kampung Mawokauw Jaya Gunakan DD Rp 134 Juta Bangun Drainase, Hampir Rampung

Salah satu titik pengerjaan pembangunan drainase di Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania

MIMIKA, BM

Pembangunan drainase di RT 9 dan RT 11 Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania, Mimika sudah mencapai 80 persen dalam 25 hari waktu kerja.

Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edison Rafra mengatakan, pengerjaan pembangunan drainase ini ditargetkan akan rampung dalam waktu 30 hari.

"Ini kita targetkan 30 hari kerja selesai. Jadi tinggal 5 hari lagi. Ini pun sudah 80 persen progresnya, tinggal diplester saja," ujarnya saat ditemui di bilangan Jalan Yosudarso, Sabtu (17/9/2022).

Edi menjelaskan, pembangunan drainase tersebut menggunakan dana desa senilai Rp 134.693.440,- dengan panjang jarak drainase sepanjang 340 meter.

"Untuk pembagiannya, di RT 9 itu 220 meter, sementara di antara RT 11 dan 9 itu ada 120 meter. Jadi keseluruhannya ada 340 meter," pungkasnya. 

Selain pembangunan drainase, Kampung Mawokauw Jaya juga melakukan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat melalui pembagian bibir ternak.

Kepala Kampung Mawokauw Jaya Edison Rafra mengatakan, program pembagian bibit ternak yakni aayam, bani dan ikan lele ini juga menggunakan Dana Desa sebesar Rp 181.950.000

"Ada bibit ternak babi 50 ekor, ayam 2.500 ekor, dan bibit ikan lele 20.000 ekor," ujarnya.

Menurut Edison, semua bibit telah dibagikan kepada kelompok-kelompok ternak yang ada di Kampung Mawokauw Jaya.

"Untuk ayam ada 25 kelompok, ikan lele 20 kelompok dan ternak babi ada 25 kelompok," tuturnya. Dari 20 kelompok ternak ikan, ada 18 yang terima bantuan ikan. Ada yang terima seribu ekor, ada yang terima lebih dari seribu. Kemudian untuk babi masing-masing kelompok terima satu pasang," jelasnya. (Ade)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top