Ekonomi dan Pembangunan

Sambut Natal dan Tahun Baru, PTFI Berikan 56,360 Ton Sembako untuk Warga Lokal

Bantuan PTFI untuk Masyarakat di Highland (Foto Istimewa)

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyambut kemeriahan Natal 2022, PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui 'Program Kasih Natal PTFI 2022' memberikan sejumlah bantuan sembako kepada masyarakat lokal di kampung-kampung.

Bantuan sembako yang disalurkan secara bertahap dari tanggal 9 sampai 14 Desember oleh Departemen Community Relations PTFI ini berjumlah sebanyak 56,360 ton.

Adapun jumlah penerima bantuan sembako ini tercatat sebanyak 73 gereja lokal masyarakat suku Amungme dan Kamoro serta suku-suku kekerabatan lainnya.

34 gereja di dataran tinggi yang meliputi; 6 gereja di lembah Aroanop, 4 gereja di Waa Banti, 8 gereja di lembah Tsinga, 6 gereja di lembah Hoya, dan 10 gereja di lembah Jila mendapatkan bantuan Natal sebanyak 28,865 ton sembako yang didistribusikan menggunakan helikopter.

Tak tanggung-tanggung untuk memfasilitasi distribusi bantuan sembako tersebut, PTFI menyediakan sebanyak 31 penerbangan ke kampung-kampung tujuan.

Bersamaan dengan pengiriman bantuan sembako, PTFI juga memberikan kesempatan kepada warga atau jemaat untuk mengikutsertakan (menitip) belanjaan kebutuhan Natal ke kampungnya.

Sementara itu, bantuan untuk masyarakat Suku Amungme yang berada di Timika, didistribusikan melalui 30 gereja lokal dengan total bantuan sembako sebanyak 21.150 ton.

Sedangkan di wilayah dataran rendah (lowland), terdapat 7 kampung yang turut diberikan bantuan sembako, yakni Kampung Nayaro, Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Omawita dan Fanamo dengan total bantuan sebanyak 6.345 ton sembako yang didistribusikan menggunakan transportasi laut.

Selaku Vice President (VP) Community Relations/Social Responsibility PTFI, Nathan Kum menjelaskan bahwa 'Program Kasih Natal PTFI 2022' merupakan wujud tanggung jawab sosial dan komitmen PTFI dalam menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Mimika.

"Khususnya dua suku besar di Mimika (Amungme dan Kamoro) yang terdampak langsung oleh proses pertambangan PTFI, serta untuk mendorong pemberdayaan lapisan masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Dia berharap bantuan Natal dari PTFI ini tidak dilihat dari berapa banyak nominal yang diberikan, namun bagaimana kepedulian dan niat baik dari PTFI dalam membantu masyarakat.

"Selama perusahaan ini ada dan berjalan baik, lancar dalam produksi, perusahaan akan selalu memperhatikan masyarakat di sekitarnya. Untuk itu, mari kita jaga perusahaan ini agar bisa turut serta memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat di Mimika,” tuturnya.

Dia juga mengucapkan salam damai Natal 25 Desember 2022 dan selamat menyambut tahun baru 1 Januari 2023 bagi seluruh masyarakat Amungme, Kamoro dan lima suku kekerabatan yang ada di Kabupaten Mimika.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan pembagian bantuan ini, PTFI juha bekerja sama dengan pihak Pemerintah Daerah melalui aparat kampung dan distrik, serta aparat keamanan dari TNI yang berada di lokasi pendistribusian. (Red)

Kesulitan Jual Hasil Panen, Petani di Mawokauw Jaya Minta Hidupkan KUD

Ketua Kelompok Tani Karya Makmur, Jasmiyati

MIMIKA, BM

Sejumlah petani yang termasuk dalam kelompok tani Karya Makmur binaan Kampung Mawokauw Jaya mengeluhkan kesulitan dalam memasarkan hasil panennya.

Hal itu disebabkan belum adanya langganan pengepul resmi yang disediakan pemerintah untuk menampung hasil panen mereka.

Akibat dari persoalan itu, setiap kali musim panen tiba, penghasilan dari penjualan hasil panen mereka jadi tidak menentu.

"Padahal hasil tani kita sejauh ini alhamdulillah baik. Hanya saja pada saat kita mau menjual, tidak ada pengepul yang datang untuk timbang. Terpaksa kita langsung jual ke pedagang pasar," ungkap Ketua Kelompok Tani Karya Makmur, Jasmiyati, saat ditemui pada Rabu (15/12/2022) siang.

Dia juga mengeluhkan harga nilai jual hasil tani yang ditentukan pedagang sering kali malah merosot dan menimbulkan kerugian bagi para petani.

"Itu juga kendalanya. Kadang murah sampai jatuh harganya. Akhirnya kita yang merugi," keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Jhon, salah satu anggota Kelompok Tani Karya Makmur. Menurutnya, perlu dihidupkan kembali koperasi unit desa (KUD) untuk menyokong penjualn hasil tani.

"Keluhan sayur mayur ini yang penting itu ada penampungnya. Kalau bisa hidupkan KUD lagi supaya ada yang bisa menampung hasil tani kita," tuturnya menyarankan.

Dengan adanya KUD, kata Jhon, petani akan lebih mudah dan tidak lagi bingung harus menjual hasil taninya kemana.

"Kalau dulu di tahun berapa itu kan masih hidup KUD-nya. Jadi, ketika di pasar itu kurang lancar, ada yang bisa mengimbangi dari KUD," jelasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa beberapa kali mereka didatangi orang-orang yang mengaku sebagai pengepul dan menawarkan jasa kerja sama dalam jual beli hasil tani. Hanya saja tidak ada kelanjutan setelah itu.

"Kurang tahu itu mereka dari mana, tapi bilangnya nanti setiap panen mereka akan datang untuk timbang. Dan sampai detik ini tidak pernah muncul lagi sama sekali," tandasnya.

"Makanya kami sangat berharap pemerintah bisa hidupkan kembali KUD biar usaha sia-sia begitu saja. Kalau resmi dari pemerintah kan jelas. Ketika terjadi sesuatu yang kurang beres soal harga dan sebagainya, kita bisa lapor pimpinan," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Realisasi PAD dari Sektor PBB-P2 Over Target

Kepala Bidang PBB-P2 Bapenda Mimika, Hendrik Setitit

MIMIKA, BM

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) Mimika sudah melampaui target yang ditetapkan.

Per tanggal 12 Desember 2022 realisasi PBB-P2 mencapai Rp63.003.169.019.

“Pencapaian ini melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar Rp63.000.000.000," Tutur Kepala Bidang PBB-P2 pada Bapenda Mimika, Hendrik Setitit saat ditemui di ruang kerjanya.

Hendrik mengatakan, bidang PBB-P2 hanya mengelola dua item pajak yaitu PBB-P2 dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

“Tahun ini PBB sudah melampaui target sebelum 31 Desember 2022. Bahkan dalam 3 tahun terakhir ini sejak tahun 2020, 2021 dan 2022 ini kita selalu lampaui target,” kata Hendrik.

Diketahui untuk target PBB-P2 tahun 2020 Rp50.000.000.000 dan terealisasi Rp51.661.638.005, target tahun 2021 Rp57.000.000.000 dan terealisasi Rp57.249.794.216 dan tahun 2022 targetnya Rp63.000.000.000 terealisasi Rp63.003.169.019.

Hendrik mengaku tahun ini target pendapatan PBB-P2 memang sangat besar, bahkan dia sendiri sempat ragu bisa terealisasi.

“Meskipun target besar tapi puji Tuhan kami bisa melampaui,” katanya.

Ia mengatakan, terealisasi target pajak ini berkat kerjasama yang baik antara petugas dan tentu kesadaran wajib pajak membayar pajak.

Lebih lanjut, untuk BPHTB kata Hendrik masih dikenakan nilai Rp60 miliar namun di Timika sampai kini transaksi BPHTB masih dibawah Rp60 miliar.

"Untuk capaian realisasi khusus BPHTB sendiri dari target 20 miliar sudah terrealisasi Rp17 miliar," ujarnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top