Hukum & Kriminal

Demo di Kantor Bawaslu Mimika, Pendukung Caleg Partai Nasdem Hampir Bakar Ban

Massa aksi hendak membakar ban di depan Kantor Bawaslu Mimika, Jalan Hasanudin Irigasi, Timika, Papua Tengah, Rabu (13/3/2024).

MIMIKA, BM

Sejumlah masyarakat yang merupakan pendukung dari calon legislatif dari Partai Nasdem, Aleks Tsenawatme, menggelar aksi demo dengan mendatangi Kantor Bawaslu Mimika di Jalan Hasanudin Irigasi, Timika, Papua Tengah Rabu (13/3/2024).

Setibanya di depan kantor, massa yang berjumlah sekitar puluhan orang itu langsung melakukan orasi.

Mereka menolak pelaksanaan pleno penetapan suara tingkat kabupaten yang tengah berlangsung di Graha Eme Neme Yauware.

Dalam aksi tersebut, massa pun sempat bertindak anarkis dengan menendang serta melemparkan batu ke gerbang pintu Kantor Bawaslu.

Tak sampai di situ, massa juga terlihat menggulingkan beberapa ban mobil ke depan pagar Kantor Bawaslu dan hendak membakarnya.

Melihat massa yang kian anarkis, aparat keamanan langsung menggagalkan aksi pembakaran ban tersebut dan berdialog dengan massa.

Yoen Magai yang berperan sebagai Koordinator Aksi mengatakan bahwa tujuan dari aksi yang dilakukan adalah mempertanyakan mekanisme dan prosedural yang disampaikan ke Bawaslu sebelumnya.

Pasalnya, hingga saat ini, belum ada penetapan keputusan terkait laporan kecurangan-kecurangan yang terjadi. Salah satunya perihal hilangnya suara Caleg Aleks Tsenawatme.

"Kami sudah tempuh jalur hukum dan mekanisme yang berlaku. Semua tahapan sudah kami ikuti baik. Mulai dari pengaduan ke Gakumdu maupun lewat form keberatan," ujar Yoen.

"Tapi hingga saat ini, sama sekali tidak ada jawaban maupun respon dan hasilnya. Makanya hari ini, kami datang dengan massa. Kami juga tidak ada tujuan mau anarkis di sini," imbuhnya.

Atas ketidakpuasan ini, Yoen meminta agar Ketua KPU beserta Ketua Bawaslu untuk dapat menjelaskan dan memberikan jawaban secara langsung kepada masyarakat.

"Ketua KPU dan Bawaslu harus datang jelaskan pengaduan kami sudah sampai mana. Apakah masuk dalam kategori sanksi andministrasi, pidana, atau kode etik. Itu harus dijawab karena belum jelas hingga sekarang penetapan. Jadi, hentikan juga pleno penetapan," tandasnya.

Yoen juga menegaskan, apabila KPU dan Bawaslu tidak hadir dan memberikan penjelasan, maka massa aksi akan terus menduduki Kantor Bawaslu dan KPU.

Dikatakan bahwa caleg mereka yakni Aleks Tsenawatme telah kehilangan suara yang begitu banyak. Untuk itu, mereka menuntut agar segera dikembalikan.

Setelah melakukan dialog, massa pun membubarkan diri. Mereka sempat menyatakan akan bertolak ke Graha Eme Neme Yauware untuk melakukan aksi lanjutan. (Endy Langobelen)

100 Personil Gabungan Amankan Rapat Pleno KPUD Hari Ini

Terlihat anggota Kepolisian saat berjaga-jaga didepan pintu masuk hotel

MIMIKA, BM

Sebanyak 100 personel gabungan Polri dan TNI dikerahkan guna mengamankan jalannya rapat pleno terbuka penetapan rekapitulasi hasil perhitungan suara KPUD Mimika, yang digelar di Hotel Cartenz, Selasa (27/02/2024).

Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Junan Pilitomo kepada BM menyampaikan untuk sistem pengamanan dibagi dalam tiga ring.

"Jadi untuk ring satunya itu pengamanannya di area dalam kegiatan, ring dua di area dalam hotel dan ring tiga di halaman hotel," ujarnya saat ditemui seusai memimpin apel gabungan.

Selain itu kata Kabag Ops, dalam pengamanan tersebut juga dilakukan pemeriksaan bagi yang akan mengikuti kegiatan.

"Kita juga sudah arahkan kepada anggota bahwa yang berhak masuk kedalam itu adalah mereka yang mempunyai undangan dari KPUD," kata Junan.

Dalam kesempatan tersebut mantan Kasat Lantas Polres Mimika ini berharap semua berjalan aman dan lancar.

"Apapun yang terjadi kita sudah siapkan semua. Kita juga sudah siapkan tim respon, kemudian kita juga dibackup dari tim Brimob,"ucap Junan. (Ignasius Istanto)

2 Anggota TNI Korban Penembakan KKB di Puncak Jaya Dievakuasi ke Mimika

Korban anggota TNi, Serka Salim Lestaluh, saat dievakuasi ke RSUD Mimika, Timika, Papua Tengah, Senin (18/3/2024).

MIMIKA, BM

Dua anggota TNI yang merupakan korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, Papua Tengah, yakni almarhum Sertu Ismunandar (anggota Satgas Elang lV wilayah Puncak Jaya) dan korban selamat Serka Salim Lestaluhu telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika pada Senin (18/3/2024).

Menurut sumber Beritamimika, pelaksanaan evakuasi dimulai pukul 06.30 WIT yang mana Hely Caracal HT 7202 diberangkatkan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Distrik Mulia, Kabupaten Puncak. Kemudian 10 menit berikutnya diterbangkan lagi sebuah Heli Bell HA-5228 dengan tujuan yang sama.

Sementara sekitar pukul 08.18 waktu setempat, Helly Caracal HT 7202 yang membawa kedua korban dan Helly HA 5228 kembali mendarat di Heliped Lanud Yohanis Kapiyau, Timika dan selanjutnya korban dievakuasi menuju RSUD Mimika.

Di RSUD Mimika, Serka Salim (Korban Luka-luka) dievakuasi menuju Ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sedangkan jenazah almarhum Sertu Mar Ismunandar yang terkena tembakan di bagian kepala dibawa menuju ruang jenazah untuk proses pemulasaraan penyiapan peti jenasah.

Jenazah Sertu Mar Ismunandar pada pagi tadi rencananya akan diberangkatkan menuju Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.00 WIT siang.

Hingga berita ini dinaikkan, Beritamimika sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak TNI melalui Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa.

Namun, IGN Suriastawa mengaku belum juga mendapatkan info terkait peristiwa penembakan maupun evakuasi korban.

"Saya cari-cari info belum dapat bro. Jangan sampai saya salah info bro," ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp, Senin siang.

Diberitakan sebelumnya, Sertu Ismunandar dan Serka Salim Lestaluhu ditembak oleh KKB di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Minggu (17/3/2024).

Dalam peristiwa itu, Sertu Ismunandar dikabarkan meninggal dunia akibat tertembak pada kepala bagian belakang. Pada bagian punggung dan lutut sebelah kirinya pun didapati luka bacok.

Sementara Serka Salim yang dilaporkan selamat mengalami luka lecet pada lutut sebelah kanan dan keseleo engkel kaki sebelah kiri.

Insiden penembakan ini dibenarkan oleh Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz (ODC) 2024, AKBP. Dr. Bayu Suseno, saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Minggu malam.

"(Benar) ada bang. Korbannya dari TNI, bukan dari ODC. Silakan ditanyakan ke Kogabwilhan atau Kapendam ya. Bukan kewenangan saya untuk publikasi," ujar Bayu.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi yang menyatakan TPNPB Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, telah menembak mati satu anggota TNI.

"Yang satunya lagi mengalami luka tembak yang kritis. Dalam hal ini, TPNPB Lerilmayu Enembe dan Kalenak Murib bertanggung jawab," tutur Sebby dalam siaran pers yang diterima Beritamimika.com, Minggu malam.

Sebby menjelaskan, peristiwa baku tembak antara TPNPB dan TNI berlangsung sejak siang hingga sore hari.

"Satu anggota TNI dilaporkan tewas dalam baku tembak tersebut dari Satgas Elang. Pihak TPNPB belum ada korban, tapi sedang baku tembak," ungkap Sebby. (Endy Langobelen)

Top