Hukum & Kriminal

TNI-Polri Siap Amankan Pelaksanaan MTQ


Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra

MIMIKA, BM

Menjelang pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX Tingkat Provinsi se-Tanah Papua Tahuan 2024, pihak keamanan dalam hal ini TNI-Polri sudah siap melakukan pengamanan.

"Untuk pengamanannya ini menjadi tanggungjawab kita bersama, yang jelas dari kami pihak keamanan TNI-Polri sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan pertemuan untuk membahas seluruh rangkaian kegiatan MTQ. Pada intinya kami siap melakukan pengamanan,"ungkap Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, Selasa (11/06/2024).

Agar keseluruhan rangkaian pelaksanaan MTQ bisa berjalan dengan baik sangat diharapkan kerjasama dan kolaborasi semua pihak.

"Dan juga bisa berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan oleh panitia," ujar Kapolres.

Iapun berharap seluruh rangkaian kegiatan MTQ harus bisa berjalan dengan baik, karena ini membawah nama baik Kabupaten Mimika.

"Mari kita sama-sama sukseskan pelaksanaan MTQ yang diberikan kepercayaan kepada Kabupaten Mimika sebagai penyelenggara ditahun ini,"harap Putra. (Ignasius Istanto)

Lupa Matikan Kompor, Satu Unit Rumah Nyaris Ludes Dilahap Api

Nampak kondisi dapur setelah terjadi kebakaran.

MIMIKA, BM

Satu unit rumah milik Arnold yang beralamat di Jalan Kelimutu nyaris ludes dilahap api, pada Jumat siang (21/06/2024).

Walaupun peristiwa itu tidak memakan korban, namun api yang hanya melahap bagian dapur dan atapn itu kerugian materialnya diperkirakan capai ratusan juta.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di lapangan, awal terjadinya peristiwa kebakaran bermula dari salah satu anak korban yang sedang memasak namun lupa mematikan kompor kemudian ia pergi untuk belanja.

Tidak berselang lama api mulai membakar area dapur dan mengeluarkan kepulan asap yang membuat salah satu tetangga langsung meminta warga sekitar untuk membantu memadamkan.

Namun upaya tersebut sempat terkendala karena pintu rumah dalam keadaan terkunci, akhirnya warga sekitar mendobrak pintu untuk berupaya memadamkan api.

Pihak Damkar yang merespon adanya peristiwa tersebut mengerahkan tim dan unitnya untuk langsung memadamkan api agar tidak merembet luas, apipun berhasil dipadamkan.

Kapolsek Mimika Baru, AKP J Limbong, mengaku mengetahui peristiwa kebakaran tersebut setelah dihubungi via telepon oleh tetangga korban.

"Peristiwa tersebut disampaikan salah satu tetangga korban melalui telepon kita dari Polsek Miru bergerak ke lokasi kebakaran," ujarnya.

Kata Kapolsek, saat mendapat informasi tersebut langsung melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak BPBD dan pihak PLN untuk segera merespon peristiwa.

"Ini dimaksud agar tidak menimbulkan hal-hal yang dapat merugikan banyak pihak," katanya. (Ignasius Istanto)

Tidak Punya Nurani, Pria Tua Ini Tega Cabuli Anak SD

Foto Ilustrasi pencabulan

MIMIKA, BM

Kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi, kali ini dialami oleh seorang anak perempuan berusia 7 tahun dan masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) Kelas 1.

Pelakunya merupakan seorant tua berinisial AB berusia 54 tahun dan berprofesi sebagai tukang ojek.

Tukang ojek ini ternyata tinggal dirumah kosan yang sama dengan korban namun beda blok. Korban juga merupakan penumpang langganan pelaku antar maupun jemput korban ke sekolah.

Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Fajar Zadiq menerangkan kejadian ini dilaporkan ke polisi oleh ibu korban pada tanggal 6 Juni 2024.

"Setelah dilaporkan ibu korban, malam harinya langsung kita tanggkap pelaku di keriamannya," katanya saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (22/06/2024).

Diterangkan Kasat Reskrim bahwa kejadian itu terjadi pada 6 Juni 2024 sekitar pukul 13.00 WIT, dimana saat itu ibu korban pulang dari belanja dan merasa curiga ketika menegur pelaku yang saat itu langsung memasukan HPnya kedalam kantong.

"Jadi saat itu ibu korban pulang dan menegur pelaku yang sedang memegang HP disamping korban dan pelaku kaget dan langsung memasukkan HP kedalam kantong,"jelas Fajar.

Setelah itu sang ibu pun bertanya kepada anaknya (korban) "om tadi kasih nonton ko apa". Dan korban pun menjawab bahwa pelaku melihatkan film porno.

"Korban juga mengaku pelaku sering memaksa korban lakukan hal-hal cabul lainnya. Ini sudah dilakukan berulang kali sampai akhirnya sekarang ketahuan,"ujar Fajar. (Ignasius Istanto)

Top