Hukum & Kriminal

Tiga Pelaku Begal di Jalan Ahmad Yani Dibekuk Tim Buser Reskrim Polres Mimika

Tiga pelaku begal saat diamankan di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika

MIMIKA, BM

Para pelaku begal yang selama ini melarikan diri akhirnya ditangkap Tim Buser Reskrim Polres Mimika pada Kamis (14/08/2025) dini hari.

Pelaku begal yang sudah ditangkap berjumlah tiga orang, masing-masing berinisial LA, KN dan BK. Sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran tim Buser Reskrim Polres Mimika.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, kepada awak media di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Kamis (14/08/2025) sore.

"Tiga pelaku yang ditangkap ini di hari yang sama, namun berbeda tempat. LA ditangkap di rumah keluarganya di Jalan Yos Sudarso, BK ditangkap di kediamannya Jalan Nawaripi dan KN ini ditangkap di lorong Singaraja," ungkapnya.

"LA ini yang potong korban, sedangkan BK dan KN yang pukul korban. Jadi mereka dalam melakukan aksi itu dalam keadaan dipengaruhi miras," sambung Kasat Reskrim.

Hasil keterangan disebutkan bahwa para pelaku awalnya meminta rokok kepada korban namun tidak dikasih.

Disaat itu juga pelaku berusaha mau merebut HP korban, tetapi korban melarikan diri sehingga terjadilah kejar-kejaran yang membuat korban terjatuh.

"Jadi waktu itu korban ada dua, tapi yang satunya lolos. Saat korban terjatuh, para pelaku langsung menganiaya korban, sedangkan motor korban saat itu juga dibawa kabur oleh pelaku lainnya,"ujar AKP Rian.

Disampaikan Kasat Reskrim bahwa ke tiga pelaku yang sudah diamankan ini usianya dibawa umur dan masih berstatus pelajar.

"Walaupun masih dibawa umur kita tetap proses secara hukum, tetapi kita kedepankan unit PPA. Untuk barang bukti yang sudah kita amankan itu pisau,sementara barang bukti lainnya masih dilakukan pencarian. Kemudian motor korban yang dibawa kabur itu juga sudah diamankan di Polsek," jelas AKP Rian.

Ditambahkan juga, para pelaku ini bukan kelompok sindikat, melainkan perkumpulan geng.

"Mereka ini juga terlibat tawuran antar kelompok di Jalan Ahmad Yani," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencurian dengan kekerasan atau sering disebut begal ini terjadi pada Senin (11/08/2025) dini hari di Jalan Ahmad Yani, tepatnya didepan lorong masuk Bambu Kuning.

Dalam kasus ini seorang pria berinisial SM menjadi korban, selain dirinya mengalami luka-luka juga kehilangan sepeda motornya. (Ignasius Istanto)

Seorang Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa

Terlihat salah satu anggota saat melakukan olah TKP.

MIMIKA, BM

Seorang pria tanpa identitas ditemukan tergeletak tak bernyawa dipinggir jalan, tepatnya diseputaran Jalan Kihajar Dewantara, Kamis (14/08/2025).

Kapolsek Miru AKP Putut Yudha Pratama saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat pria tanpa identitas.

"Benar, dan saat ini sudah berada di Rumah Sakit guna penanganan visum. Identitas kita belum ketahui, masih Mr X. Tim inavis juga sudah lakukan olah TKP," katanya.

Lanjutnya,"Untuk tanda-tanda kekerasan juga belum diketahui, karena saat di TKP itu hanya ditemukan sudah tergeletak tanpa menggunakan celana, hanya mengenakan baju. Kemudian ada setitik darah saja dibagian kepala, "sambung Kapolsek.

Disamping Kapolsek bahwa penemuan pria tanpa identitas ini pertama kali diketahui oleh tukang ojek, kemudian dilaporkan ke Polsek Miru.

"Tukang ojek yang temukan dilokasi itu karena disitukan tempat nongkrongnya pangkalan ojek. Jadi tukang ojek melihat ada orang tertidur dikiranya mabuk kemudian dilaporkan ke Polsek Miru dan kita langsung respon,"ujar AKP Putut. (Ignasius Istanto)

Sikapi Peristiwa Yang Dialami Dua Personel Brimob, Kompolnas Ajak Semua Pihak Jauhi Kekerasan dan Mari Bangun Papua

Anggota Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mochammad Choirul Anam.

MIMIKA,BM

Peristiwa atau kejadian yang menimpa dua personel Brimob Batalion C Pelopor Nabire gugur saat melakukan pengamanan pengerjaan pembangunan jalan mendapat tanggapan serius dari anggota Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mochammad Choirul Anam.

"Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa tadi yang pada akhirnya dua nyawa gugur dalam tugas," ucap Choirul Anam saat ditemui seusai melakukan kunjungan kerja (kunker) di Polsek Kuala Kencana, Rabu (13/08/2025).

Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak untuk mencari jalan damai yang jauh dari berbagai tindakan kekerasan.

"Karena apapun dinamika yang terjadi di Papua, ketika pilihannya adalah jalan damai maka yang akan mendapatkan manfaat adalah masyarakat Papua sendiri. Jadi kalau ada masalah kekerasan seperti ini, yang rugi masyarakat Papua juga bukan hanya yang gugur," kata Choirul Anam.

Disampaikannya bahwa dari informasi yang diterima ke dua personel yang gugur itu sedang melaksanakan pengamanan dilokasi pengerjaan jalan.

"Kalau seperti ini ‘kan bisa mengganggu infrastruktur dan sebagainya. Oleh karena itu, sekali lagi kami mengajak agar peristiwa ini tidak terjadi kembali. Perlu dilakukan pendekatan perdamaian, dialog dan sebagainya untuk kesejahteraan dan keamanan masyarakat Papua itu sendri,"ujarnya.

Menurut Choirul Anam, dengan adanya peristiwa ini menjadi refleksi bersama, dan diharapkan semua bahu membahu agar pembangunan di Papua bisa berjalan dengan lancar.

Salah satunya adalah masyarakat harus melindungi dan menghormati petugas keamanan khususnya kepolisian.

Perlu diketahui, berdasarkan informasi yang diperoleh, dua personel Brimob Batalion C Pelopor Nabire yang gugur di KM 126 Kampung Aibore Distrik Sirowo,Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (13/08/2025) yakni Brigadir Arif Ardiansyah dan Bripda Nelson Runaki. (Ignasius Istanto)

Top