Hukum & Kriminal

Polisi Ditembaki Pakai Senapan Angin Saat Amankan Dua Kelompok Bertikai di Area Dulang

Polisi saat mengamankan 5 orang ke Polsek Miru

MIMIKA, BM

Saat mengamankan dua kelompok yang bertikai di area dulang di mile 25, Kamis (25/3) anggota Polres Mimika sempat ditembaki dengan senapan angin. Beruntung tidak ada yang terkena tembakan.

Namun akibat pertikaian antar dua kelompok ini 1 orang kini dirawat di RSUD Mimika sementara 5 orang lainnya terpaksa diamankan di Polsek Mimika Baru.

Menurut penjelasan Kapolsek Mimika Baru AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan, pertikaian antar dua kelompok itu disinyalir terkait lahan pendulangan.

"Jadi ini tentu perlu kita kaji kembali apa memang tempat itu mendapat ijin atau tidak. Nanti kami pastikan lagi, yang jelas kami merespon pertikaian setelah mendapat laporan. Di sana juga terlihat salah satu kelompok melakukan pengerusakan lahan di pendulangan,"jelasnya.

Kapolsek juga bersyukur anggota Polres saat melakukan pengamanan di lokasi kejadian tidak ada yang mengalami luka.

"Itukan dinamika dalam tugas tapi kami juga bersyukur karena anggota kita tidak terpancing sehingga kita bisa kendalikan situasi dengan aman," ucapnya Kapolsek.

Terkait dengan 5 orang yang sudah diamankan, kata Kapolsek pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap mereka.

"Kita masih sebatas amankan dan memfasilitasi pertemuan antara pihak-pihak atau tokoh-tokoh yang bertikai. Kita juga akan cek dan pastikan apakah ada laporan penganiayaan atau tidak. Sementara 1 orang yang dirawat di RSUD Mimika kondisinya sudah membaik," kata Kapolsek. (Ignas)

Kasih Tunjuk Alat Kelamin Lewat Video Call, Pemilik HP Lapor Polisi


Kapolsek Mimika Baru AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan

MIMIKA, BM

Micha Mansmembra (34) membuat laporan ke Polsek Mimika Baru karena handphone miliknya digunakan oleh orang tak dikenal untuk berbuat tindakan asusila mengatasnamakan dirinya melalui video call.

"Dia menelpon kontak saya baru dia perlihatkan kemaluannya. Saya tidak tahu siapa karena dia cuma perlihatkan badan dan kemaluan tapi mukanya tidak dikasih lihat," ungkapnya saat memberikan keterangan di Kantor Polsek Mimika Baru, Rabu (24/3).

Handphone merk Oppo miliknya telah hilang karena tertinggal di ATM Hotel Cendrawasih 66 pada 10 Maret 2021 lalu sekitar pukul 06.30 wit pagi.

"Saya sempat kembali ke ATM untuk cek HP tapi sudah tidak ada lagi, saya hubungi HP tapi sempat hilang kontak tapi selang dua setengah jam selanjutnya atau tepat jam 9 pagi, handphone saya aktif tapi digunakan menghubungi kenalan saya dan lakukan hal senonoh," ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Mimika Baru AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan saat dimintai keterangan membenarkan adanya laporan tersebut.

"Benar ada laporan dari korban yang merasa kehilangan HP dan merasa dirugikan atas ulah oknum yang diduga pelaku dalam melakukan hal-hal senonoh," ungkapnya.

Oleh karena itu kata mantan Kabag Ops ini, pihaknya membutuhkan proses dalam lakukan penyidikan.

"Karena kejadiannya sudah 14 hari yang lalu dan ini jenjang waktu yang cukup lama. Ini jadi catatan buat tim penyidik untuk lakukan penyidikan, jadi nanti kami akan kumpul BB, cek TKP dan periksa saksi serta korban agar lebih jelas," terangnya. (Ignas)

Tidak Terima Ditegur, Adik Kandung Nekat Pukul Kakaknya

Korban ketika datang melapor di Polsek Mimika Baru

MIMIKA, BM

Seorang adik kandung melakukan penganiayaan terhadap kakaknya hingga berdarah akibat luka sobek pada pelipis mata kanan. Kejadian ini terjadi di Jalan Patimura Jalur 8, Rabu (24/3).

Berdasarkan penuturan korban yang adalah seorang ibu rumah tangga di Kantor Polsek Mimika Baru, kejadian bermula ketika ia menegur adiknya bernama Berto karena sering bertengkar dengan istrinya.

"Biar kami saudara kandung tapi saya datang laporkan kejadian ini biar diamankan supaya ada efek jera, karena kami dalam rumah sudah tidak tahan dengan sifatnya," tuturnya.

Ia juga mengakui, sifat adiknya berubah karena sering bergabung dengan saah satu kelompok bernama geng Amor.

"Mereka sering mabuk-mabukan dan mengisap lem dengan kelompok gengnya di dorang punya mabes," ungkapnya.

Usai menerima laporan dari korban, anggota Polsek Mimika Baru bersama Unit Perintis langsung menuju TKP untuk mengamankannya. Namun ketika tiba di TKP ternyata adik korban sudah melarikan diri.

Kapolsek Mimika Baru AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan melalui Kanit Reskrim Ipda Rumthe Yongki Ateng, saat ditemui mengakui kejadian tersebut.

"Adiknya tadi melarikan diri jadi kami sarankan korban untuk kembali ke rumah. Jika adiknya kembali dan berulah lagi kami minta segera laporkan," ungkapnya.

Disampaikan juga bahwa tujuan korban datang melaporkan kejadian ini agar adiknya dapat menyesali perbuatannya sehingga ke depan tidak terulang lagi.

"Itu yang korban inginkan supaya adiknya kita amankan di Polsek untuk diberikan pembinaan," ujarnya. (Ignas)

Top